Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Perintah


__ADS_3

..."Semuanya terkejut dan bingung ketika mendengar kata yang tidak mungkin hadir dalam sebuah kalimat. "...


...Emily Nelson...


Perasaan yang tidak karuan memenuhi pikiran Emily yang sudah berada di atas ranjangnya. Emily sangat kepikiran dengan Lewis lakukan kepadanya hingga ia tidak bisa memejamkan matanya yang sudah berat.


Sesekali Emily memandang orang yang sudah tidur di sampingnya dengan nafas teratur. Orang yang hanya diam saja tanpa menanyakan apapun ketika Emily tidak pulang ke rumah.


"Huh, sangat memprihatinkan hidupku harus punya suami yang tidak perhatian sama sekali dengan ku. " Gumam Emily yang memiringkan tubuhnya menghadap Allen dengan tersenyum sinis.


Pagi cerah kembali menyapa setelah malam panjang berlalu. Membuat Emily kembali menjalankan tugasnya untuk mempersiapkan sarapan pagi keluarga.


"Selamat pagi. " Sapa Bella yang di atas kursi roda dengan didorong oleh Allen kepada Emily yang menata piring di meja.


"Pagi." Balas Emily dengan menarik sudut bibirnya yang melihat Bella


Allen mengangkat tubuh Bella untuk duduk di kursi makan dengan hati-hati.


"Emily, kemarin kenapa kamu tidak pulang? ". Tanya Bella tiba-tiba disela makan rotinya


" A-aku ke rumah papa kak. " Balas Emily dengan gagap karena harus memikirkan terlebih dahulu alasan ia tidak pulang. Dan tidak mungkin Emily menjawab jujur bahwa alasannya karena harus menghabiskan waktu dengan Lewis.


"Kamu ke rumah paman Robert? ". Tanya Bella lagi.


" I-iya kak, aku kangen papa karena aku merasa sudah lama tidak menemuinya. " Balas Emily berbohong.


"Bagaimana keadaan Robert? ". Tanya Dawson ikut menimpali


" Baik pa. " Jawab Emily tanpa memandang Dawson karena takut menunjukkan kebenaran melalui matanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak memberi tahu kepada kita jika ingin berkunjung ke rumah paman Robert. Kamu tahu gak, bahwa ada yang khawatir dengan mu". Ujar Bella dengan senyum-senyum. Emily menaikkan alisnya sebagai tanda tanya ke Bella.


"Allen mondar-mandir sampai tidak tidur karena mikirin kamu. " Balas Bella membuat Emily memandang Allen yang fokus dengan makanannya tanpa memperdulikan percakapan yang terjadi seolah bukan ia yang sedang di bicarakan.


Sebenarnya Allen sangat canggung ketika Bella mengatakan hal tersebut kepada Emily. Tidak bisa dipungkiri Allen memikirkan Emily yang tidak pulang satu hari namun karena egonya yang tinggi membuat ia tidak menunjukkannya termasuk ketika Emily sudah pulang dan tidur di atas ranjang bersama.


"Selamat pagi semuanya. " Sapa Alex yang baru datang ikut di ruang makan


"Pagi." Jawab semuanya dengan melihat Alex yang sudah rapi menggunakan stelan formal


"Ada apa lex, pagi-pagi sudah disini? ". Tanya Dawson


" Tidak apa-apa pak, hanya ingin menikmati suasana pagi dengan keluarga bapak saja. " Alex sangat dekat dengan keluarga Dawson karena sejak kecil Alex dibesarkan oleh Dawson dan Angelina mama Allen ketika melihat Alex di jalanan sedang berjualan memantik Angelina untuk merawatnya. Oleh karena itu, Alex merasa berhutang budi kepada keluarga Dawson yang mau merawatnya hingga besar.


"Jika begitu duduklah dan sarapan bersama kita. " Ujar Emily dengan beranjak untuk mengambil piring. Emily memandang Allen yang menatap tajam Alex dengan aneh seolah ada sesuatu yang disembunyikan.


"Wah ini masakannya enak sekali sama seperti masakannya bu Angelina. " Ujar Alex disela makan hidangan


"Oh ya, Emily yang masak. " Balas Bella dengan tersenyum manis kepada orang yang berada di depannya.


"Berarti beruntung dong Allen bisa menikmati masakan yang sama dari Emily. " Lanjut Bella yang mengalihkan pandangannya ke Allen. Bella tidak pernah mengenal Angelina karena ia sudah meninggal ketika menikah dengan Allen. Ia hanya mengenal mama mertuanya dari suaminya Allen yang sangat menyayangi nya. Bahkan Allen yang mencintainya merasa cintanya Allen lebih besar ke mamanya.


Allen meninggalkan meja makannya menuju ruang kerjanya dengan diikuti oleh Alex di belakangnya. Seolah ada hal yang sangat penting yang ingin ia bicarakan dengan Allen.


Dengan ragu-ragu Emily menuju ke ruang kerja Allen dengan membawa dua kopi setelah Bella menyuruhnya untuk mengantarkan. Emily yang tidak mengetuk pintu namun langsung mendorong pintu kayu mendengar percakapan Allen dan Alex.


" Allen, sudah aku katakan aku akan melakukan apapun untuk memecahkan masalah ini. Tapi aku mohon sabarlah jangan membuat kesalahan dengan membawa polisi ke masalah ini. " Ujar Alex kepada orang yang duduk di kursi kerjanya.


"Aku sudah tidak sabar lex. Aku ingin keadilan pada mama. Aku mau tahu alasan mama melakukan bunuh diri. Dan aku mau tahu alasan kematian mama yang di manipulasi. " Balas Allen yang menempelkan dahinya ke meja.

__ADS_1


Sedangkan Emily yang mendengar percakapan mereka sangat terkejut bahkan kopi di atas nampan bergetar mengikuti alunan tangannya. Dia mengetahui rahasia besar yang selama ini Allen tutupi dan Emily yakin bahwa pertemuan Allen dan Alex di rumah sakit juga membahas masalah ini.


Emily dengan tanpa sadar membuka pintu dengan lebar membuat Allen dan Alex kaget dengan kemunculannya. Emily yang sudah tertangkap basah mencoba menenangkan dirinya dengan memasukkan dirinya ke ruangan untuk memberikan kopi dan berpura-pura seolah tidak mendengar percakapan antara Allen dan Alex. Akan tetapi, Allen dan Alex melihat tajam setiap tindakan Emily yang masuk seolah takut Emily mendengar apa yang mereka bicarakan.


"ini kopinya silahkan diminum. " Emily menaruh dua cangkir kopi di meja Allen dengan menundukkan wajahnya karena takut melihat tatapan Allen.


"apakah dia mendengar semua pembicaraan kita? ". Gumam Allen dengan memandang semua tindakan Emily yang salah tingkah.


"aku takut sekali. " Gumam Emily dalam hati. Emily merasa ruangan yang sangat nyaman menjadi mencengkram dirinya saat ini. Emily ingin meninggalkan ruangan tersebut namun pertanyaan Allen menghentikannya.


"Apa yang kamu dengar?. " Tanya Allen dengan nada yang membuat orang gemetar ketika mendengarnya.


"A-aku tidak mendengar apa-apa. " Ujar Emily dengan gugup.


"Jawab dengan benar. " Balas Allen dengan mencondongkan badannya untuk mendekat ke Emily yang bergetar.


"a-aku mendengar semuanya. " Balas Emily jujur karena takut dengan Allen


"Jika begitu, aku minta kamu melupakan semua yang kamu dengar dan buatlah seolah kamu tidak mendengarnya. " Ujar Allen bukan sebagai permintaan melainkan perintah.


Emily hanya bisa menjawab Allen dengan anggukan saja karena lidahnya sudah tidak bisa berkata-kata di depan Allen yang mengintimidasi nya.


"A-aku kembali dulu. " Pamit Emily yang merasa sudah kehabisan nafas di sana karena kecerobohan yang ia buat.


💙💙💙


Assalamu'alaikum semuanya jangan lupa berikan vote like komentar dan juga share ya jika sudah membaca novel ini, supaya author semangat untuk update terus.


Terimakasih love you ❤

__ADS_1


Aisyah Ahmad


ig\=@xymmxy_


__ADS_2