Dua Mata Hati

Dua Mata Hati
Boxing


__ADS_3

..."aku memejamkan mataku dan aku melihat kegelapan ...


...kemudian aku membuka mataku dan aku melihat banyak warna. ...


...ternyata aku bodoh selama ini dengan memejamkan mataku. "...


...Lewis Laurence...


Mobil BMW M2 warna biru muda milik Lewis membawa Emily menuju sebuah gedung tua di tengah padatnya kota London namun terlihat tidak terawat atau lebih tepatnya tidak ada yang tinggal di sana.


Emily mengikuti langkah Lewis yang memasukkan dirinya ke dalam gedung tersebut. Samar-samar Emily mendengar suara riuh di dalam gedung dan semakin Emily memperdalam langkahnya maka suara itu semakin jelas.


Emily mengedarkan pandangannya ke sebuah ring yang berisi orang menggunakan sarung tangan saling pukul satu sama lain sedangkan banyak orang mengerubungi dan bersorak-sorak memenuhi ruangan.


"Boxing ilegal? Di tengah kota London? " Gumam Emily dalam hati.


Satu dari orang yang berada dalam ring tersebut kalah telak setelah dihantam pukulan berkali-kali dari rivalnya.


"Baiklah, pemenangnya adalah Brian. " Ucap wasit dengan mengangkat tangan dari sang pemenangnya.


"Dan pertandingan selanjutnya akan dilanjutkan oleh Eric dan Lewis. " Teriak wasit lagi dan membuat semua orang bersorak riuh.


"Lewis". Ucap Emily dengan mencari sosok yang sudah lama tidak bersamanya namun saat ini memasukkan dirinya ke sebuah ring dengan telanjang dada dan tangannya yang dikenakan sarung.


" Lewis.. Lewis... Eric.. Eric.. " Semua penonton meneriakkan nama orang yang sudah berada di dalam ring tersebut.

__ADS_1


Wasit pemimpin memulai pertandingannya membuat dua orang saling pukul memukul satu sama lain. Lewis sesekali menangkis pukulan Eric bahkan melawannya namun disini pertandingannya lebih didominasi oleh Eric. Pukulan keras Eric terarah ke kepala Lewis membuat orang yang bertubuh tegap jatuh tersungkur.


"Lewis.. Lewis". Teriak Emily didekat ring namun tidak akan terdengar karena sorak para penonton yang sangat riuh.


" Sepuluh.. Sembilan.. Delapan.. " Hitung mundur wasit yang terhenti karena Lewis kembali bangkit dengan pelipis mengeluarkan darah.


"Lewis... Lewis.. " Semuanya kembali bersorak bersamaan kebangkitan Lewis.


Lewis kembali mengambil sikap untuk menangkis pukulan demi pukulan Eric yang terarah padanya. Dan kemudian membalas pukulan Eric yang tepat wajahnya. Pukulan Lewis sangat keras membuat tubuh Eric jatuh dan Lewis terus memberi pukulan saat menindih tubuh Eric.


"Sepuluh.. Sembilan... Delapan.. Tujuh.. Enam.. Lima.. Empat.. Tiga.. Dua.. Satu.. ".Eric tidak kuat lagi mengangkat tubuhnya dan membuat Lewis memenangkan pertandingan.


" Gila kamu. Kamu sudah gila. " Emily memaki Lewis yang baru saja keluar dari toilet membasuh wajahnya.


"Aku benci kamu Lewis. Apa yang kamu lakukan tadi bisa membuatmu mati. " Emily memukuli tubuh Lewis dengan air mata keluar dari matanya.


Emily yang mendengar ucapan Lewis langsung menampar wajah Lewis yang ada lukanya.


"Aduh.. Sakit Emily". Lewis memegang wajahnya yang ditampar Emily.


"Maaf Lewis". Balas Emily


" Kemari biar aku bantu obati lukamu. " Lewis ditarik oleh Emily untuk mengobati lukanya yang ia dapatkan oleh Eric.


"Apa yang kamu dapatkan dari semua ini? " Tanya Emily dengan mengompres wajah Lewis.

__ADS_1


"Aku merasa rasa dendam ku sedikit tersalurkan. " Balas Lewis dengan mengernyitkan matanya menahan sakit yang didapat dari Emily. Lewis selalu melakukan pertarungan jika ia merasa hatinya kacau. Lewis merasa sakit hatinya terobati dengan melakukan pertarungan.


"Oh ya? Apakah harus dengan mempertaruhkan nyawa? " Emily takut ketika melihat keadaan Lewis jatuh di ring tadi. Emily sempat berpikir bahwa ia akan kehilangan Lewis pada saat itu. Entah kenapa Emily takut akan hal tersebut padahal ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Lewis.


"Aku rasa hidupku tidaklah penting. Dan mungkin jika aku mati tidak akan ada orang yang memperdulikan". Balas Lewis dengan tersenyum kecut. dalam pertandingan boxing ilegal yang Lewis ikuti ia hanya pernah satu kali kalah ketika melawan Alex namun ia pun membalas kekalahan tersebut dengan menumbangkan Alex dan bahkan saat ini Alex tidak pernah menampilkan dirinya di ring boxing lagi. dan bisa dibilang Lewis adalah orang yang paling ditakuti di setiap pertandingan boxing ilegal ini.


"Karena kamu tidak memiliki cinta Lewis". Ujar Emily dengan memandang wajah Lewis yang memiliki hidung mancung dan rambut pirang membuat perempuan manapun akan tunduk kepadanya.


"Dan ketika itu terjadi kamu akan takut kematian. " Lanjut Emily


"Emily, jangan pernah membawa cinta dalam hubungan kita." Balas Lewis melihat lekat wajah Emily dan mengusap air mata Emily yang masih belum kering. menurut Lewis cinta hanyalah sebuah kata bodoh yang di modifikasi menjadikan orang tertarik padanya.


"Emily aku akan memberikan apa yang tidak diberikan oleh Allen kepadamu kecuali cinta. " Lewis mengelus puncak rambut pirang Emily. Lewis sangat tertarik dengan Emily tapi ia tidak memiliki perasaan kepadanya. Lewis pun bingung mengapa hal itu terjadi kepadanya.


"Lewis, ini tidak benar. " Emily mengangkat tubuhnya dan menjauhkannya dari Lewis. Apapun hubungannya dengan Lewis Emily sadar bahwa ia sudah mempunyai seorang suami meskipun tidak menganggapnya.


"apa yang tidak benar Emily? menjadi istri seorang yang masih memiliki istri. " ujar Lewis


"apa yang diberikan Allen kepada mu sehingga kamu mau menjual dirimu kepadanya. " ucapan lanjutan Lewis membuat ia menerima tamparan keras dari Emily karena saat ini ia mempertanyakan harga diri Emily.


"Beraninya kamu mempertanyakan hal itu kepadaku Lewis. pikiranmu sungguh menjijikkan. " Emily meninggal Lewis yang masih mematung ditempatnya. Emily tidak bisa memikirkan Lewis bisa memiliki pemikiran seperti itu kepadanya. ia tahu bahwa Allen adalah saingannya tapi tidak harus membawa namanya dan merendahkan harga dirinya.


๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™


Assalamu'alaikum semuanya

__ADS_1


author meminta bantuan para reader dengan meninggalkan jejak kalian setelah membaca novel ini. caranya berikan like vote komentar dan share ke lainnya.


terimakasih semuanya atas dukungannya๐Ÿ˜


__ADS_2