
..." Ketika kamu jatuh cinta, kamu hanya bisa merasakan tidak untuk melihat "...
...Emily Nelson...
Gedung mewah disewa untuk digunakan memeriahkan satu hari dimana tepat tanggal tersebut telah dilaksanakan pernikahan yang terpaksa.
Setiap sudut ruangan, semua akan melihat betapa mewahnya pesta yang akan digelar malam ini. Karena pemilik pesta bukanlah orang yang main-main, dan orang yang akan datang ke pesta tersebut bukan orang biasa saja. Baik itu rekan bisnis hingga pejabat negara akan datang, jadi pastinya akan menjadi sorotan berbagai mata dunia.
Bahkan karpet merah pun dibentangkan untuk menyambut kedatangan para undangan yang akan menyaksikan pengumuman penting dari pebisnis terkenal.
Tak kalah mewahnya dari tempat yang akan diselenggarakan untuk pesta, sepasang suami-istri juga membuat semua mata tamu undangan memandang dengan penuh dekap kagum.
Menjadi seorang ratu dengan menggunakan dress panjang warna merah menyala memberi kesan berani bagi wanita yang kulitnya sangat kontras.
Matanya yang berbinar dengan riasan wajah natural dan rambut disanggul menampilkan leher jenjangnya yang sangat mempesona.
Sedangkan pasangannya, menggunakan baju kemeja yang dilapisi jas di luarnya dan rambutnya yang klimis membuat mereka berdua menjadi pasangan sempurna.
Jepretan demi jepretan dilayangkan ke orang yang sedang berjalan di atas karpet merah dengan bergandengan tangan dan sesekali melayangkan senyuman bagi orang yang menyapanya.
"Berikan senyuman terbaikmu Mas. " Bisik Emily ke Allen dengan tetap tersenyum ke umum.
Menuruti perintah Emily, Allen menampilkan senyuman yang menawan ke seluruh tamu undangan untuk memeriahkan pestanya.
Setiap tahun Allen memang merayakan pesta pernikahan, namun belum pernah semeriah saat ini. Karena hanya beberapa tamu penting saja yang ia undangan.
__ADS_1
"Selamat ya Allen atas pernikahanmu. " Salah satu tamu undangan menyalami tangan kuat Allen dengan mengucapkan selamat.
"Terimakasih mau menyempatkan datang ke sini. "
"Tentu, oh ya. Apakah ini istrimu?. " Teman Allen menatap orang yang tersenyum ramah kepadanya.
"Iya, dia adalah istriku. Emily Nelson. " Allen memperkenalkan istrinya dengan sangat tegas dan Emily pun memberikan respon dengan menjabat tangan teman Allen tersebut.
"Kita ke sana dulu. " Emily dan Allen pamitan menuju panggung yang tersedia untuk mereka
Naik di atas panggung, Allen memegang mic dan memberikan sambutan pada semua tamu undangan yang hadir.
"Selamat malam semuanya. Aku mau mengucapkan terimakasih dengan meluangkan waktu kalian untuk bisa datang ke acara ini. " Pastinya tamu undangan Allen bukan orang yang punya banyak waktu luang hanya untuk bisa datang ke acaranya. Karena bagi mereka waktu adalah uang.
"Sebenarnya acara ini diselenggarakan karena aku ingin memperkenalkan seseorang yang ada di dalam hidupku. " Turun dari panggung dan kembali naik dengan menggandeng istrinya untuk ia tunjukkan ke semuanya.
Para tamu berbisik-bisik dengan berbagai macam topik yang dibicarakan. Mulai dari memuji kecocokan keduanya hingga spekulasi istri simpanan.
Namun semua itu tidak menjadi masalah Allen dan Emily, karena bagi mereka pesta ini akan berantakan jika ia harus meladeni banyak pikiran orang-orang. Selepas acara memperkenalkan diri Emily, acara pesta dilanjutkan dengan berdansa.
Allen dan Emily berdansa bersama-sama dengan tamu lainnya. Namun, di detik yang mengharuskan mereka bertukar pasangan terjadi kehebohan di dua hati orang yang sedang berseteru saling berhadapan.
"Lewis." Ucap Emily dengan sangat lirih namun bisa di dengarkan orang yang ada di depannya.
Tanpa memperdulikan reaksi Emily yang kaget dengan kehadiran dirinya, Lewis tetap mengikuti alunan musik yang mengharuskan ia bergerak.
__ADS_1
Tatapan keduanya tidak ingin saling melepaskan dan terdapat berbagai banyak tanda tanya yang terpancarkan.
"Ini salahkan Lewis?. " Ujar Emily memulai pembicaraan dengan sangat lirih bahkan mulutnya seperti tidak sedang berbicara karena suaminya berada di sampingnya berdansa bersama orang lain.
" Aku hanya ingin balas dendam. " Balas Lewis dengan tetap menatap dua bola mata Emily yang sangat indah.
"Bohong, kamu berbohong. " Tekan Emily dengan mencengkram bahu Lewis yang ia pegang untuk mensejajarkan langkahnya.
"Dawson adalah Papa ku. " Lewis memberi penekanan dalam setiap kata yang ia ucapkan.
Meskipun begitu tidak memberi efek kaget pada wanita yang menuntut penjelasan lebih darinya. Karena bagi Emily yang terpenting adalah perasaan Lewis kepadanya, tidak lebih.
"Lalu? Kau ingin menghancurkan Papa melalui diriku? Dan apa yang terjadi Lewis? Katakan!. " Cecar Emily melontarkan banyak sekali pertanyaan karena waktu terakhir kali pertemuan mereka Lewis lebih memilih meninggalkan Emily dengan menggantung tanpa penjelasan.
"Kamu benar-benar jatuh cinta kepadaku Lewis. " Lanjut Emily
"Cih, kamu itu kakak ipar ku jadi mana mungkin aku mencintai mu. Dan apapun yang kamu pikirkan tentang diriku, semuanya adalah kebenarannya. " Selesainya ucapan Lewis bersamaan juga dengan alunan musik yang diputar sehingga membubarkan semua orang yang berada di lantai dansa.
"Apapun itu, aku melihat sorot matamu yang penuh rasa cinta. " Gumam Emily yang masih menatap laki-laki bercengkerama hangat dengan wanita yang ia kenal sebagai model internasional.
💙💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya
Terimakasih
__ADS_1
Love you❤