
..." Terkadang hati kita bisa merasakan dengan apa yang telah terjadi kepada orang terdekat kita''...
...Allen Dawson...
Bruk...
Tubuh Emily tumbang ke sembarang tempat dan tanpa sadar jika ia sedang menjadi pusat perhatian karena berada di tempat yang tidak seharusnya.
"Bagaimana ini?. " Para pejalan kaki mengerubungi tubuh orang yang tertidur pulas dan bahkan sesekali mengeluarkan dengkuran.
"Maaf, permisi. Dia adalah teman ku. " Sosok wanita menyingkirkan beberapa orang untuk bisa sampai ke Emily.
"Benarkah? Dia sedang tidur sekarang. " Salah satu orang menyampaikan keadaan Emily
"Oh, iya. Dia sedang mabuk, jadi tidak tahu tempat dimana ia sekarang. " Dari apa yang Emily lakukan, ia tidak sedang dalam keadaan mabuk karena ia sadar betul jika ia tidak memakan atau meminum hal yang memabukkan. Namun, ada seorang wanita yang mengaku menjadi temanya mengatakan bahwa ia sedang dalam keadaan mabuk. Tentunya hal tersebut bertentangan dengan kondisinya.
"Cepatlah bawa dia pergi!. " Dengan cepat wanita tersebut membopong tubuh Emily masuk ke mobilnya dan membawanya pergi dari kerumunan orang.
💜💜💜
Di ruang kerja yang didominasi warna monokrom terdapat laki-laki menempelkan kepalanya di genggaman tangan yang bertopang dengan meja.
"Hari ini aku tidak fokus sekali. " Berkali-kali Allen salah memasukkan data, namun ia tidak tahu pasti penyebabnya.
"Ada apa ya?. "
"Pikiranku entah kenapa tertuju pada Emily. " Bukan hal baru membiarkan istrinya berpergian tanpa ada yang menemani, akan tetapi kali ini ia merasa ada sesuatu hal yang mengharuskan ia menghawatirkan istrinya.
"Lebih baik aku telpon aja dulu. " Allen mengambil hpnya dan mencari nomer istrinya yang sudah memenuhi pikirannya.
Tut... Tut.. Tut..
Berkali-kali ia menelpon nomer istrinya, namun tidak mendapatkan jawaban dari Emily.
__ADS_1
"Dimana dia? Kenapa tidak menjawab panggilan ku. " Tangan Allen menggenggam keras benda pipih tersebut karena merasa diabaikan oleh Emily.
"Mungkin ia sedang menikmati waktu bersama Papa. " Pikiran Allen berusaha dibuat positif agar ia tidak terus berpikiran yang tidak-tidak.
"Tapi aku tidak bisa tenang jika tidak tahu keadaan sekarang. " Rambut yang tadinya tersisir rapi harus berubah acak-acakan dengan tangannya sendiri.
"Lebih baik aku menelpon Papa untuk memastikannya. " Allen menekan tombol panggil pada nomer mertuanya.
"Halo." Ucap Robert di sebrang sana.
"Halo Pa. " Balas Allen menjawab sapaan mertuanya
"Ada apa, Allen? . " Tanya Robert yang kaget mendapatkan telepon dari menantunya karena ia masih memikirkan hubungan anaknya yang belum sepenuhnya baik.
"Em Pa, apakah Emily ada bersama Papa?. " Tanya Allen tanpa basa-basi
"Emily? Kenapa Emily harus bersama ku? . " Robert bingung dengan pertanyaan Allen
"Emily tidak ada disini. Memangnya Emily dimana?. " Kini Robert yang bertanya ke Allen
"Tadi pagi ia pamit untuk pergi ke rumah Papa. Karena aku cemas jadi memastikan bahwa ia sudah sampai di rumah. " Jelas Allen kepada orang yang kaget mendengar penjelasannya. Karena sedari tadi ia tidak menerima tamu siapapun di rumahnya.
"Lalu dimana Emily sekarang?. "
"Aku juga tidak tahu Pa, karena aku teleponnya tidak diangkat. Tapi Papa tenang saja, aku akan mencarinya sampai ketemu. " Ucap Allen sebelum ia memutuskan sambungan teleponnya.
"Emily, kemana kau nak. Apakah kamu kembali kepada orang yang kamu cintai?. " Gumam Robert dengan masih menggenggam teleponnya.
Disisi lain Allen sudah bergerak cepat dengan meninggalkan semua pekerjaan yang menumpuk di mejanya. Karena bagi Allen keberadaan Emily adalah terpenting dari semuanya.
"Dimana kamu Emily?. " Mobil Allen melaju ke sembarang arah menembus kepadatan jalanan yang dipenuhi oleh orang-orang beraktivitas.
Allen melakukan segala cara untuk mendapatkan istrinya kembali dan ia juga beberapa kali menelpon hp Emily yang hanya berdering tapi tanpa ada jawaban.
__ADS_1
Namun usahanya kali ini membuahkan hasil ketika panggilannya yang kesekian kali ditanggapi.
"Halo, Emily. " Ucap Allen dengan tangan masih fokus mengendalikan stir mobilnya.
"Halo." Balas orang di seberang, namun Allen menangkap suara yang berbeda karena suara laki-laki.
Tanpa aba-aba rem mobilnya di injak hingga decitan ban dan aspal jalan terdengar jelas, jika saja jalanan sekarang tidak sepi makan ia sudah menyebabkan kecelakaan beruntun.
"Ini siapa?. " Emosi Allen tersulut karena ia berpikir bahwa Emily sedang bersama orang yang di sayangi nya.
"Emily mana?. " Cecar Allen sebelum orang yang menerima teleponnya menjawab.
"Halo, mohon maaf sebelumnya. Ini telepon wanita yang sedang tidak sadarkan diri di jalanan dan aku bawa karena tertinggal. Karena sedari tadi terus berbunyi jadi aku mengangkat nya. " Jelas orang tersebut membuat Allen semakin bingung.
" Maksudnya apa?. "
"Lebih baik kamu datang kesini mengambil hpnya dan aku akan menceritakan kronologinya. " Stir mobil Allen diputar balik menuju ke alamat yang dikirimkan kepadanya.
Mendengar semua penjelasan orang yang membawa hp Emily, Allen menyimpulkan bahwa Emily sedang tidak baik-baik saja. Maka, Allen meminta petugas untuk mengecek rekaman beberapa waktu lalu.
"Siapa wanita yang duduk di samping dan memberikan minuman kepada Emily?. " Gumam Allen dengan masih fokus ke video rekaman hingga tubuh Emily tergeletak di jalanan dan ada sebuah mobil berhenti di sana.
"Calista?." Wanita tersebut turun dari mobilnya dan membawa tubuh Emily yang tidak sadarkan diri.
"Calista? Apa yang ingin dia lakukan?. " Genggaman tangan Allen menunjukkan bahwa ia sedang mengendalikan emosinya .
💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya
Terimakasih
Love you❤
__ADS_1