
..."Bagaimana aku bisa bahagia jika Lewis telah mempertaruhkan cinta kita dan memilih berbohong. "...
...Emily Nelson...
"Aku mencintaimu Lewis Lauren. " Teriakan Emily menghentikan gerakan tubuh Lewis untuk masuk ke mobilnya.
Bangkit dari jatuhnya, Emily mendekati Lewis yang masih memegang pintu mobilnya.
"Lewis, kita kabur saja dari sini. " Menarik tangan Lewis, Emily meminta Lewis membawanya lari dari dunia yang telah menghancurkan dirinya.
"Kamu mencintai ku kan Lewis?. " Pernyataan cinta Lewis masih terngiang dipikiran Emily karena sesungguhnya hatinya sangat bahagia mengetahui Lewis memiliki perasaan kepadanya.
"Katakan sesuatu Lewis. " Perubahan sikap yang ditunjukan Lewis setelah ia menyatakan cintanya sangat ketara.
Tanpa ada kata ataupun tindakan romantis yang sebelumnya ia lakukan ke Emily, Lewis malah menunjukkan hal sebaliknya.
Tidak tahu pasti apa yang telah terjadi, Emily tetap berusaha tidak memperdulikan semua itu karena ia menganggap apa yang dilakukan Lewis kepadanya hanyalah badmood Lewis yang sedang jelek.
"Aku tidak mengerti maksudmu. " Ujar Lewis dengan memilih duduk di kursi pengemudi.
"Lewis, besok Allen Dawson akan membawaku kembali pulang. " Tangannya Lewis yang akan menarik pintu dihalangi oleh badan dan ucapan orang yang begitu kuat menahan tarikan Lewis.
"Bawalah aku pergi, Lewis. " Emily memohon kepada orang yang sama sekali tidak ingin memandang dirinya dan lebih memilih menatap depan.
"Kenapa aku harus melakukan semua itu?. " Ketus Lewis dengan nada yang sinis hingga membuat Emily mengerutkan alisnya menjadi satu.
"Apa yang kamu katakan Lewis? Bukankah kamu mencintai ku dan ingin bersama ku?. " Munafik bukan jika kita tidak menginginkan tetap bersama-sama dengan orang yang kita sayangi karena bagaimanapun bibir mengungkapkan tidak hati tak akan menerimanya dengan mudah.
"Kamu mempercayai ucapan ku Emily? Entah berapa banyak wanita yang tertipu dengan ucapan seperti itu. " Congkak Lewis dengan sombongnya menunjukkan bahwa ia adalah seorang laki-laki playboy yang handal dalam berkata-kata.
"Tidak, kamu berbohong kan? Kamu memang benar-benar mencintaiku Lewis. " Percaya bahwa Lewis adalah orang baik tidak bisa diragukan lagi untuk Emily. Namun, apa yang telah Lewis ucapkan ke dirinya di Paris memang tulus karena Emily sendiri melihat semua itu dengan yakin.
__ADS_1
"Emily, laki-laki seperti ku memang selalu mengungkapkan kata-kata seperti itu untuk menaklukkan wanita dan sekarang kamu adalah salah satunya dari mereka. " Sebagai seorang laki-laki yang biasa bermain dengan banyak wanita, Lewis selalu melontarkan gombalan untuk menarik mangsanya.
"Tidak Lewis, aku melihat ketulusan di matamu dan aku sangat yakin jika kamu benar-benar mencintai ku. "
"Emily, arti ketulusan saja aku tidak tahu. Lalu, bagaimana aku bisa menunjukkan semua itu kepadamu. " Orang yang hanya kenal arti balas dendam akan sulit memahami arti ketulusan apalagi menunjukkan kepada orang lain.
"Bohong, semua itu bohong Lewis. " Teriak Emily dengan meraup kasar wajahnya yang cantik.
"Orang yang tidak pernah mengenal cinta tidak akan pernah jatuh cinta. Jadi jangan pernah berharap kepadaku untuk bisa jatuh cinta, terlebih itu dengan mu. " Ucapan Lewis terlalu menusuk relung hati Emily yang terdalam.
"Kau salah jatuh cinta kepada orang yang tidak akan pernah mencintai mu. " Lewis mendorong kembali tubuh Emily dan menarik pintu mobilnya sebelum ia menginjak gas mobilnya meninggalkan pekarangan rumah luas miliknya.
"Lewis, aku sangat mencintai mu. " Teriak Emily ke mobil yang sudah tidak terlihat bentuknya.
Sekali lagi Emily diberi sayap untuk bisa terbang. Namun, ketika ia sedang berada di atas sayapnya diambil paksa hingga membuat dirinya jatuh sejatuh-jatuhnya sebelum ia mempersiapkan segalanya.
"Emily." Suara wanita memanggil orang yang tidak berniat untuk kembali berdiri dari jatuhnya.
"Ayolah, berdiri. "
"Anak Mama yang kuat, kenapa?. " Fany berjongkok menjajarkan badannya dengan milik orang yang terlihat sangat sedih.
"Aku selalu berusaha tegap berdiri, namun semuanya ingin aku selalu terjatuh. " Dalam permainan hati, Emily selalu kalah.
"Emily, bolehkah Mama meminta satu permintaan kepada mu?. " Tanya Fany dengan ragu-ragu.
"Katakanlah Ma. "
"Jauhilah Lewis mulai saat ini. " Titah Fany membuat Emily semakin kaget karena Fany lah yang biasanya menginginkan dirinya selalu dekat dengan anaknya.
"Kenapa?. "
__ADS_1
"Apakah kamu tahu apa yang di dalam hati Lewis? Dendam dan balas dendam adalah tujuan Lewis. Dan sekarang kamu menjadi alat untuk membalaskan dendamnya. " Semakin Fany menjelaskan, maka semakin membuat Emily bingung untuk memahaminya.
"Maksudnya apa Ma?. "
"Lewis adalah anak dari Dawson mertuamu. " Fany mendengarkan semua pertengkaran antara dua orang yang ternyata sangat dekat bahkan lebih dekat dari Fany bayangkan sebelumnya.
Dari semua pertengkaran tersebut, Fany menangkap bahwa Emily adalah menantu dari orang yang telah membuatnya memiliki anak dan itu tentunya membuat Fany tak percaya mendengarnya.
"Mama pasti sedang berbohong kan ?. " Ketidakpercayaan Emily pada ucapan Fany telah membuat dirinya berniat berdiri dari jatuhnya.
"Tidak Emily, Lewis memang anak dari Dawson. Adik dari Allen Dawson. "
"A-aku tidak percaya semua ini Ma. " Emily sendiri tidak tahu siapa orang yang dicintai oleh Dawson maupun Fany. Hingga sebuah kenyataan yang pahit memaksanya untuk menerima semua itu.
"Aku dan Dawson saling mencintai hingga tanpa sadar kita telah menciptakan hal besar dalam buah cinta kita. Dawson berniat akan membawaku bersamanya namun hingga saat ini ia tidak pernah memberi penjelasan apapun atas janji yang telah ia ingkari. " Cerita Fany berusaha meyakinkan Emily
"Lewis yang tahu bahwa kamu adalah menantu dari orang yang sangat ia benci, memanfaatkan semua keadaan agar ia bisa membalaskan dendamnya. "
"Tidak, Ma. Lewis tulus mencintai ku. " Kekeh Emily mempertahankan pendapatnya.
"Mengambil mu dari Allen adalah tujuannya supaya keluarga Dawson hancur berantakan. Apakah kamu tidak menyadari semua itu?. " Penekanan dalam setiap kata yang Fany ucapkan memberikan penjelasan ke orang yang sedang jatuh cinta.
"Tidak Ma. "
"Kembalilah ke Allen dan hidup bahagia bersama. "
"Bagaimana aku bisa bahagia jika Lewis telah mempertaruhkan cinta kita dan memilih berbohong. " Gumam Emily dengan tanpa sadar ia meneteskan air matanya.
💙💙💙💙
Jangan lupa berikan like vote dan komentar dalam setiap bab ceritanya supaya author semangat untuk updatenya ya
__ADS_1
TERIMAKASIH
LOVE YOU❤