
Setelah selesai makan, Rosa menimang kembali Athala dalam gendongannya. Athala benar-benar seperti sudah mengenal Rosa sangat lama. Sejak pertama bertemu saja, Athala tidak rewel jika berada di dekat Rosa.
"Bu, Athala waktunya minum susu dulu." panggil Delisa dari jauh, terlihat ia mendekat sambil membawa botol susu di tangannya.
Ya, Athala juga minum susu formula untuk bergantian dengan ASI sang Mommy. Terkadang Delisa juga merasa lelah jika harus menyusui anak yang super aktif itu. Terlebih ia sudah bisa berjalan walaupun usia nya belum pas dua tahun.
Athala menyambut botol susu dalam genggaman Delisa, ia juga ikut menyondongkan badannya bertanda meminta di gendong oleh Delisa. Delisa mengangkat tubuh Athala yang sedikit gempal kemudian membawanya duduk di kursi. Rosa pun ikut duduk bersamanya.
"Delisa, apa Lilis tidak akan kesini? jika iya, Ibu akan menemuinya sendiri." ujar Rosa memulai pembicaraannya dengan Delisa.
"Sepertinya tidak, Bu. Mama akan kesini sore nanti. Lebih baik Ibu istirahat dulu saja. Athala biar sama Delisa dulu ..." jawab Delisa melirik Rosa.
"Kapan Aurel pulang sekolah?" tanya Rosa.
"Jam satu, Bu."
"Ah, baiklah. Sebentar lagi dia akan datang." jawab Rosa senang. "Ibu ingin ke kamar dulu sebentar, Ibu tinggal dulu ya sayang?" Rosa berdiri sambil membersihkan pantat nya, menghapus sisa-sisa debu yang mungkin menempel pada celana dari kursi yang di duduki nya.
"Iya, Bu." jawab Delisa sambil tersenyum.
Rosa mengangguk pelan, kemudian ia masuk ke dalam rumah meninggalkan Delisa dan Athala yang masih betah duduk di kursi taman.
Delisa mencium rambut Athala yang masih berusaha menghabiskan susu dari dalam botol yang di pegang nya.
"Habis ini, Athala bobo ya?" tanya Delisa sambil mengelus rambut Athala sampai menjulur pada bagian punggung kecilnya.
Athala hanya diam saja tidak menanggapinya.
"Dah, Mi." Athala melepaskan botolnya dan menjatuhkannya ke bawah.
__ADS_1
(:Sudah, Mommy")
"Ya Tuhan. Sayang, tidak boleh seperti itu lagi ya ... Habiskan dulu susu nya." titah Delisa kemudian mengambil botol yang sudah tergeletak di bawah, tepat di samping kakinya.
"Habiskan, sayang." Delisa membersihkan pucuk botolnya menggunakan tangannya lalu memposisikan Athala agar bayi kecil itu meminum susu sambil tertidur saja.
"Dah, Mi. Thala Enyang." Athala menghindar sambil menahan botol susu yang akan di berikan Delisa.
("Sudah, Mommy. Athala kenyang.")
Delisa menghela nafasnya, kemudian menggendong Athala masuk ke dalam kamar untuk menidurkan nya.
Baru saja sudah ingin terlelap, tiba-tiba saja Lilis dan Rosa datang masuk ke dalam kamar dengan suara yang menggelegar menyapa cucu tampannya, membuat Athala yang ingin tertidur, langsung duduk kembali di atas kasur dan tertawa melihat ada yang masuk ke dalam kamarnya.
"Cucuku ..." Lilis tersenyum menampakkan gigi bersihnya, ia mendekati Athala lalu menggendongnya.
Sedangkan Rosa memberi tepukan sambil bernyanyi dengan tujuan menghibur cucu tampannya, Athala yang mengerti ia ikut bertepuk tangan, membuat Lilis juga gemas akan tingkah nya.
***
"Tata ..." seru Athala menunjuk Aurel yang baru datang dari sekolahnya.
("Kakak ...")
"Adek!!" sapa Aurel sambil melambaikan tangannya kearah Athala.
"Grandmi? Grandmi sudah datang?" Aurel ternganga melihat Rosa duduk disana, tanpa aba-aba ia langsung memeluk Rosa.
"Sudah dong ... Suprais, hehehe ..." ujar Rosa terkekeh.
__ADS_1
"Apa Grandmi akan tinggal disini dengan kita, Mom?" tanya Aurel melirik Delisa yang sedang fokus dengan ponsel nya.
"Iya, sayang. Grandmi akan tinggal bersama kita."
"Ah ... tidak-tidak. Grandmi akan cari kontrakan saja yang dekat di sekitar sini." sela Rosa.
"Sudah, lebih baik kamu tinggal disini saja Ros dengan Delisa, Rumah ini cukup besar, banyak kamar yang kosong juga, benarkan Del?" tanya Lilis.
"Benar, Ma." jawab Delisa sambil mengangguk.
"Ah, aku hampir lupa. Sebentar, aku ke kamar dulu." Rosa berdiri dan sedikit berlari ke kamarnya.
Lilis dan Delisa mengerutkan keningnya bersamaan dan juga saling pandang. Delisa hanya mengedikkan bahu nya saja tanda ia juga tidak tahu.
Bi Aam datang membawa jamuan untuk mereka semua.
"Kakak Aurel, ganti baju dulu yuk ... Sus temankan." Bi Aam mengulurkan tangannya ke arah Aurel yang asyik menyusun lego bersama Athala.
"No" sahut Athala memanyunkan bibirnya.
"Adek Athala main sendiri dulu ya ... Kakak mau ganti baju dulu." ujar Aurel lalu mencubit pelan pipi Athala. Aurel mendekati Bi Aam dan bergandengan tangan berjalan menuju kamarnya.
Melihat sang Kakak meninggalkannya, Athala langsung menangis begitu saja. Delisa dan Lilis sama-sama terkekeh melihatnya.
"Kakak ganti baju dulu biar gak gatal badannya sayang, Athala main lego di temani Mommy dulu ya, ayo Mommy disini." Delisa duduk di samping Athala dan mulai memainkan lego, sama seperti yang di lakukan Aurel tadi.
Athala mengangguk, ia meredakan tangisnya dan lanjut bermain kembali dengan di temani Delisa.
"Del, kemana Rosa? Lama sekali. Padahal Mama ingin mengobrol dengan Rosa." tanya Lilis.
__ADS_1
"Entahlah, Ma. Apa perlu Delisa panggilkan?"
"Tidak usah, Del. Di tunggu saja. Nanti Athala menangis lagi jika kamu tidak menemaninya bermain." ujar Lilis, Delisa mengangguk mengerti.