
"Bagaimana?" tanya Revano tepat di telinga Delisa.
"Hah?"
"Dasar pura-pura lupa." Revano mengigit daun telinga Delisa.
"Aww .. Ish Bapak!" Delisa memukul lengan Revano.
"Nanti saja kita bicarakan." Revano berlalu meninggalkan Delisa dan menghampiri Roy, Anton dan Sanjaya di meja bundar dekat dengan pepohonan yang rindang.
"Aku sebentar lagi punya Mommy wle!" Aurel mendengus kesal dan duduk di pangkuan Delisa yang sedang mengobrol dengan Risa yang merupakan ibu dari Ayisa.
"Ini Mommy baru nya Aurel ya?" tanya Risa.
"Hehe ... Emm." Delisa bingung harus menjawab apa, ia hanya meringis tidak jelas.
"Sudah tidak papa jangan malu Sayy ..." lanjut Risa sambil mengelus pundak Delisa.
"Ya bu ..." Delisa malu,
"Halo Aurel, Kok sendiri? Ayisa nya dimana?" tanya Risa melihat Aurel datang tidak dengan Ayisa.
"Ayisa dan Axcel galak Tante! Dia bilang aku tidak punya Mommy." Aurel mengadu dengan pipi gembul nya yang naik turun.
"Oh benarkah? Sekarang Ayisa dimana?"
"Sama Axcel di sana sedang bermain balon." tunjuk Aurel.
"Kalau begitu tante Risa kesana dulu, maafin Anak saya ya Bun ..." ujar Risa tersenyum kepada Delisa.
"Tidak papa namanya juga anak kecil." sahut Delisa, dan menggendong Aurel untuk memberikannya kepada Revano.
"Euugghh Aurel sekarang sudah berat ya ..." Delisa mengangkat badan Aurel dan menghampiri Revano.
__ADS_1
"Daddy!"
"Oh hai sayang!"
"Duduk sini." Revano menepuk kursi kosong di sampingnya agar Delisa duduk di dekatnya, tak lupa Revano juga mematikan rokok nya.
"Ada apa hm?" tanya Revano kepada Aurel yang sudah duduk di pangkuannya.
"Del! Apa kamu tidak merindukan ku?" tanya Roy yang sedang merokok.
"Tidak." yang jawab bukan Delisa, melainkan Revano.
"Cihh ... Yang di tanya siapa yang jawab siapa." ujar Roy kesal.
"Aku sudah tahu, pasti Delisa menjawab tidak, bukankah begitu Del?" tanya Revano menyenggol bahu Delisa di sebelahnya.
"Rindu, sedikit."
"Hahahaa!" Roy tertawa mengejek Revano.
"Sudah." sahut Revano membuat Delisa ingin menghilang saja entah di telan bumi atau tenggelam di lautan yang dalam.
"Wah kayaknya bakal coming soon menantu baru Pak." ucap Anton kepada Sanjaya.
"Ya An, Siapkan saja pesta nya." celetuk Sanjaya terkekeh.
"Ih bapak! Bikin malu-maluin Delisa aja." Bisik Delisa sambil mencubit pinggang Revano dengan keras, tapi Revano hanya bersikap biasa saja, baginya itu seperti gigitan semut kecil.
"Saya kan jujur, saya suka sama kamu." ujar Revano datar dengan nada keras membuat sekelilingnya bisa mendengar ucapannya.
"Ayolah Nona, terima saja, bukankah itu lebih baik?" Anton menaik turunkan alis nya.
"Nah betul itu kata Anton." sambung Roy.
__ADS_1
"Dady nanti tante Delisa jadi Mommy Aurel kan?" tanya Aurel melirik Revano sekilas.
"Ya sayang, Aurel suka?" tanya Sanjaya.
"Suka Opa, Yeayyy !!" Aurel turun dari pangkuan Delisa dan memeluk Delisa dari depan seperti bayi koala.
"Delisa nanti jangan pulang dulu ya! Opa tunggu di dalam." Sanjaya berdiri diikuti Anton dari belakang dan masuk kedalam rumahnya.
"Iya Opa." Delisa mengangguk setuju.
Acara telah selesai, semua para tamu satu persatu sudah meninggalkan dan pulang kerumah nya masing-masing, tidak dengan Delisa yang sibuk ikut membereskan kado-kado Aurel dari para teman-temannya.
"Bi Asih! Delisa masuk dulu ya ..."
"Ya Non ..." sahut Bi Asih yang sedang menyapu sisa sampah yang berserakan. Bi Asih dan Delisa sudah kenal gara-gara Delisa yang sering bermain ke rumah Sanjaya untuk menemani Aurel belajar, bermain, hingga tertidur.
"Tante! Kado nya banyak sekali, Aurel suka!" Aurel melihat Delisa membawa masuk banyak kado kedalam kamar Aurel.
"Iya sayang." Delisa menyusun kado-kadonya agar rapih.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Delisa ... Ditunggu Oma di depan." seru Roy dari pintu kamar Aurel.
"Ya Aa ... Nanti Delisa kedepan sama Aurel."
"Baiklah! Jangan lama Del ..." lanjut Roy.
"Iya A! Tunggu ini selesai nanti kita kesana." ulang Delisa kesal karena banyak sekali kado-kado untuk Aurel yang begitu besar dan pastinya isi nya bukan sembarangan.
Ada kado dari keluarga nya serta para teman nya yang tadi sempat datang.
"Ayo sayang kita temui Oma." Delisa menuntun Aurel berjalan beriringan.
__ADS_1
"Tante nanti di unboxing ya kadonya, Aurel pengen buka nya sama tante sama Daddy juga!" pinta Aurel.
"Hmm iya sayang nanti kita buka bareng-bareng ya ..." tak ada jawaban lagi selain mengiyakan permintaan Aurel, anak kecil yang ia sayangi.