Duda Ganteng Ku

Duda Ganteng Ku
Eps 44


__ADS_3

Delisa keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu, disana sudah ada Revano yang sedang memainkan benda pipih nya.


"Ehmm" Delisa berdeham, Revano mendelik lalu menyimpan HP nya.


"Del?" tanya Revano.


"I ... iya pak?"


"Aurel sakit, sekarang dia ada di rumah sakit." ujar Revano. Delisa melotot tak percaya.


"Bapak serius?" tanya Delisa.


"Iya serius, sejak 2 hari kebelakangan ini dia terus saja menelpon mu tetapi kamu tidak mengangkatnya. Dia tidak mau makan, sudah di bujuk sama siapa saja tetap tidak mau hanya mau makan sereal dan susu saja." Delisa merasa bersalah sekali.


"Dia hanya menginginkan tante Delisanya saja sekarang." ledek Revano sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Del, kamu mau kan ikut dengan ku? Please kali ini saja agar anakku cepat pulih kembali." ujar Revano memohon sambil memegang tangan Delisa, mungkin tanpa memohon pun Delisa mengiyakan karena ia juga merasa rindu kepada Aurel.


"Iya Pak Delisa ikut,"


"Terimakasih Del, kalau begitu ayo kita langsung berangkat sekarang saja biar tidak lama."


"Sebentar Pak, Delisa berkemas dulu." kata Delisa, Revano mengangguk paham.


Ya, saat ini Delisa sudah di terima kerja di Bandung lagi tetapi bukan di perusahaan milik Revano, mungkin rekan bisnis Revano atau entahlah.


Setelah Delisa siap berkemas, Bi Aam dan Bi Romlah terharu apalagi Bi Romlah yang sudah terisak karena akan ditinggalkan untuk kedua kalinya oleh Delisa.

__ADS_1


"Non, Hati-hati ya disana, jangan lupakan Bibi." ucap Bi Romlah sambil memeluk Delisa di depan mobil Revano.


"Pasti dong, Delisa mudik dulu, Bi Aam dan Bi Romlah juga hati-hati ya disini." Delisa berganti memeluk Bi Aam.


"Nona sampai jumpa lagi." sahut Mang Endang dari jauh.


"Mang Endang jangan lupa jaga mereka ya ..."


"Siap Non" Mang Endang sambil berhormat.


"Saya bawa Delisa nya dulu ya Bi ..." ujar Revano yang sedadi tadi diam melihat perpisahan Delisa dengan kerabatnya.


"Pak Revano, tolong jagain Delisa nya disana." pinta Bi Romlah.


"Pasti Bi Romlah, kalau begitu kami pergi dulu." Revano menuntun Delisa untuk duduk di bagian depan mobil, Revano memutar dan duduk di bagian mengemudi.


"Pak, Jangan ngebut-ngebut, Delisa takut." Revano memelankan lajunya.


"Del kamu belum jawab pertanyaan saya." kata Revano sambil melirik sekilas Delisa di sampingnya.


"Pertanyaan yang mana ya Pak?" Delisa mulai berpikir.


"Kenapa kamu tidak pernah mengangkat telpon dari nomorku, kenapa? Di hapus? Di blok?" tanya Revano menghela nafasnya.


"Handphone saya tercebur kolam Pak jadi mati." jawab Delisa jujur.


"Oh begitu, terus sekarang kamu pake Handphone siapa?" tanya Revano lagi.

__ADS_1


"Pake Laptop Pak, HP Delisa masih di konter mungkin nanti di paketin sama Bi Romlah." kata Delisa.


"Kalau begitu nani saya belikan." Delisa terkejut dan mebelalakan matanya.


"Eh Pak, Tidak usah." tolak Delisa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Tidak papa nanti saya belikan, tugas kamu cukup turuti kemauan putriku, itu sudah cukup." jelas Revano, Delisa mengangguk paham.


"Iya Pak."


Tidak ada perbincangan lagi di antara keduanya karena Delisa sudah tertidur nyenyak dengan kedua kakinya di atas kursi mobil, Revano terkekeh melihat Delisa yang seperti bayi sedang tertidur pulas.


Setelah sampai di Bandung, Delisa masih asyik tidur di dalam mobil Revano, Revano tak tega membangunkan Delisa karena memang dilihat muka Delisa sangat lelah, jadi Revano biarkan Delisa sampai bangun sendiri.


"Eughhhh" Delisa berguling kearah kanan dan memeluk pinggang bawah Revano, untung saja adik Revano tidak kena.


"Eh ... " Revano melongo dan langsung saja memindahkan tangan Delisa di pahanya.


Slrukk ...


Revano mengerem mendadak membuat tangan Delisa sedikit mentoel adik milik Revano.


"Oh shitt!" di bawah sana sudah menegang. Dengan cepat Revano meletakkan tangan Delisa ke perut Delisa sendiri.


"Astaga ni bocah tidur bar-bar banget, tidak tahu kalau saya laki-laki normal!, untung saja saya sadar." gerutu Revano sembari mendengus kesal.


...🌹🌹🌹...

__ADS_1


...Waduh sabar dikit dong VanπŸ˜‚πŸ˜‚...


__ADS_2