Duda Ganteng Ku

Duda Ganteng Ku
Eps 85


__ADS_3

Di perjalanan menuju kampus, Delisa termenung sambil memegangi perutnya yang masih rata.


'Benarkah aku akan menjadi seorang ibu sesungguhnya?'


'Ayah, Ibu ... Apakah kalian merasa senang akan memiliki cucu? doakan Delisa agar selalu sehat serta cucu kalian lahir dengan selamat.' batin Delisa haru.


"Sudah sampai Nona" panggil Mang Endang membuat Delisa kembali tersadar dari lamunannya.


"Iya Mang. Delisa pamit dulu, Assalamualaikum" jawab Delisa sambil membuka pintu mobil.


"Waalaikumsalam, hati-hati neng"


Delisa pun lantas tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


Wanita itu berjalan menelusuri lorong-lorong kampus untuk menuju kelasnya, banyak beberapa mahasiswa yang sudah pulang karena kelas pagi.


Baru saja Delisa sampai di kelas, telinganya sudah gatal karena sapaan lantang dari teman nya.


"Halooo Beb! ya ampun lu baru dateng?" sapa Melati dengan suara yang melengking.


"Hust! Jangan berteriak Mel!" Delisa sedikit memukul lengan Melati lembut.


"Ah iya, Maaf ya teman-teman!" ujar Melati sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal dan melirik ke arah teman-teman kelas yang lainnya.


Melati menggiring Delisa untuk duduk karena dosen sudah masuk ke dalam kelasnya.


Dua jam berlalu, Delisa dan Melati duduk di gazebo dengan membawa laptopnya, mereka hanya menitip makanan pada temannya.


Setelah di berikan oleh temannya, Delisa segera meneguk segelas susu putih hingga tandas tak tersisa.


"Del? Lu?" Melati bingung karena Delisa memesan makanan berbeda tak seperti biasanya yang di pesan, apalagi ada tambahan susu putih membuat nya menaikkan sudut bibirnya.


"Hm, apa yang kamu katakan kemarin benar adanya Mel, hehe!"


"YA AM-"


Grep!


Dengan cepat Delisa menyumpal mulut Melati dengan tangannya.


"Ya ampun Del, aku masih ga nyangka!" Melati tersenyum lebar dan memeluk Delisa. Delisa menceritakan tentang apa yang terjadi kemarin dan ingin memberi suprise kepada suaminya nanti.


"Tapi, apakah setelah suami mu mengetahuinya, kamu akan study in home?" tanya Melati menekuk mukanya.


"Sepertinya begitu Mel, tapi aku akan mencoba membujuknya."

__ADS_1


"No! kamu harus kuliah di rumah, agar dede bayi tidak kenapa-kenapa, mulai saat ini juga kamu harus jaga kondisi mu Del, karena ada bayi di perutmu" Melati mengelus perut Delisa pelan.


"Terimakasih Mel, lu emang sahabat terbaik gue, nanti gue bawa lu ketemu anak gue sama suami gue juga"


"Wah boleh tu," sahut Melati semangat.


"Hai!" celetuk tiga mahasiswi yang ternyata Aqila, Chelsa dan Citra.


Delisa menautkan kedua alisnya bingung dan melirik Melati sekilas, yang di lirik hanya mengangkat kedua bahunya saja.


"Delisa, kenalin kami dari jurusan hukum, saya dulu yang pernah datang di acara pernikahan kamu sama Pak Revano" jelas Aqila membuat Delisa di buat malu olehnya.


"Duduk kak, maaf Delisa baru tahu, maaf kak." Delisa mempersilahkan nya untuk duduk.


"Panggil saja saya Aqila, ini Chelsa dan ini Citra" ujar Aqila menjelaskan dan menunjuk kedua temannya satu persatu.


"Halo Delisa, senang berkenalan denganmu"


"Halo Delisa"


Chelsa dan Citra menjabat tangan Delisa dan Melati bergantian.


"Kalian lagi apa nih?" tanya Aqila basa-basi untuk menepis kecanggungannya.


"Boleh gabung?" tanya Aqila lagi.


Delisa pun mengangguk "Boleh, mau curhat juga boleh" ujar Delisa terkekeh.


Mereka berlima berbincang hingga tak terasa sudah waktunya untuk masuk kelas, sedangkan Aqila, Chelsa, dan Citra sebenarnya mereka sudah pulang, tetapi mereka bertemu Delisa di gazebo jadilah mereka mampir sebentar untuk sekedar perkenalan saja.


"Delisa dan Melati mau masuk dulu ya Aqila, Chelsa, Citra, nanti gampang kapan-kapan kita bisa melanjutkan lagi yang tadi."


"Ya Delisa, Melati." sahut Aqila sambil tersenyum.


"Aduh padahal gue pengen banget nanyain keadaan Pak Revano, tapi lihat istrinya baik kayak gitu jadi gue gak tega deh," ujar Aqila setelah melihat Delisa dan Melati pergi.


"Insaf Qil! udah tau Pak Revano punya istri!" kesal Citra menanggapi perkataan temannya yang ngawur.


"Tau tuh, gila lo" sambung Chelsa.


"Aduh kalian tuh ya kayak gatau gue aja, bercanda doang kali! Gue juga udah punya si Fakhri." jawab Aqila sambil tertawa renyah mendengar jawaban dari kedua temannya.


"Bagus deh, ayo Cit kita pulang." ajak Chelsa kepada Citra.


"Enak aja lo ninggalin gue sendirian." gerutu Aqila kesal.

__ADS_1


"Buru dah, lama lu." Citra mendengus.


***


Di gendung MS Group, Revano sibuk merencanakan suprise untuk istrinya, karena besok adalah ulang tahun nya yang ke 20 tahun.


"Bagaimana keputusan mu Roy? Apakah tidak ada cara lain selain pura-pura marah kepada istriku? saya tidak tega melihatnya menangis" ujar Revano.


"Tidak ada Bos, dijamin manjur suprise nya!" sahut Roy dengan bangganya.


"Oke, tapi kau harus bantu persiapkan acaranya, nanti setelah saya dan Delisa sudah duduk di kursi taman, kalian segera kejutkan tetapi dengan satu syarat"


"Apa Bos?"


"Kau harus melihat kode tangan dari saya, bagaimana?"


"Baiklah, gampang Bos!" jawab Roy.


"Jadi selepas pulang ini saya harus pisah ranjang dengan istriku Roy? Ah tidak-tidak, masa harus begitu?"


"Ya namanya juga nge-prank Bos, hanya sehari saja."


"Baiklah" jawab Revano menganggukkan kepalanya.


"Roy, oleh-oleh kemarin masih utuh dan belum di buka sama sekali, saya ingin kau bagikan saja makanannya kepada yang lebih membutuhkan, sisanya titipkan saja kepada pelayan di rumah" lanjut Revano, Roy hanya mengiyakan saja.


"Siap Bos, nanti besok saya akan langsung bagikan"


"Ya, kasih duit juga kepada mereka, nanti saya akan transfer ke rekening mu hari ini, sekalian dana untuk panti asuhan dan panti jompo untuk tiga bulan ini saya minta salurkan secepatnya." perintah Revano.


"Baik Bos, nanti saya langsung transfer ke rekening ibu panti" sahut Roy.


Revano sudah terbiasa menyalurkan sedikit duitnya kepada panti asuhan dan panti jompo, ia sendiri tak tega melihat banyaknya bayi, balita maupun ibu-bapak yang sudah berumur tinggal di panti tanpa kasih sayang dari keluarganya.


"Saya pamit pulang bos, Kan saya ingin berdiskusi dulu dengan pemilik tempat yang besok akan anda rayakan disana"


"Tapi dengan Citra, izin juga ya Bos" lanjut Roy.


"Hm, untuk kali ini saja"


'Yes, Alhamdulillahirobbila'lamin' batin Roy senang, padahal ia hanya bergurau saja.


"Baik bos, terimakasih"


Revano hanya menatap kepergian Roy, sebelumnya ia juga akan bekerjasama dengan para ART nya terlebih dahulu agar acaranya benar-benar matang sempurna dan membuat Revano tertawa geli melihat kepolosan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2