
"Jangan meloncat." seru Revano ketika melihat anaknya yang sudah ancang-ancang ingin melompat kearah kasur big size nya.
"No Daddy! Come on Mom kita loncat!"
Greppp ...
Sekali tarikan tubuh kecil Aurel sudah berada diatas pundak Revano.
"Mommy sebelah sini." ujar Aurel menepuk pundak Revano di sebelahnya yang masih kosong.
"Hahaha oke!" canda Delisa.
"Baiklah habis ini nanti Daddy harus dibawa ke spealis tulang ya! Karena ulah kalian berdua." Revano memberengutkan muka nya, Delisa hanya tersenyum geli.
"Daddy turun! Aurel mau unboxing kado yang itu." ujar Aurel sambil menyobek kado pilihannya, Delisa dan Revano hanya menyaksikan Aurel yang susah payah membuka kado yang cukup besar menggunakan tenaga kecilnya.
"Akhh! Susah sekali." keluh Aurel sambil membopong kado itu pada pangkuan Revano, "Tolong Aurel Dad, susah sekali." katanya.
"Cium dulu." Revano menunjuk kedua pipinya.
Cup ... Cup ... Cup ...
Aurel mengecup pipi Revano sekilas dan mengelap mulutnya.
"Kenapa di usap sayang? Udah besar, jadi nggak suka di cium-cium lagi." Revano menggelengkan kepalanya pelan diiringi tangannya yang sambil membantu anaknya membuka kado.
Ketika kado dari teman-temannya sudah di buka, Aurel tak henti-hentinya tersenyum melihat banyaknya barang yang tentu disukai nya seperti boneka barbie, squishy, alat masak-masakan dan lainnya, tinggal tersisa kado dari keluarga nya saja.
"Nah ini dari Mommy, mau dibuka?" tanya Revano melihat Delisa dan Aurel bergantian.
__ADS_1
"Aurel saja sendiri yang membukanya, itu gampang dibuka tidak ribet." Delisa mengambil kado di pangkuan Revano dan menyuruh Aurel untuk membukanya.
"Ini dari Mommy?" tanya Aurel senang.
"Aurel suka?"
"Aurel Suka banget, makasih Mom." Aurel menenteng satu setelan gaun seperti tuan putri, pemberian dari calon Mommy nya itu.
"Sekarang Aurel buka kado dari Daddy, Daddy belikan Aurel dua kado tapi satunya masih dalam pengiriman, nanti diantar Om Roy kalau sudah datang."
Aurel mengangguk paham lalu membuka kado dari Dady nya yang ternyata sepasang sepatu princess, lengkap dengan mahkota dan aksesoris lainnya, harga nya juga yang lumayan fantastis membuat Delisa terbengong melihat nya.
'Ya Allah harga nya 10× lipat dari hadiah yang aku berikan untuk Aurel.'
"Terimakasih Dad."
"Aurel mau buka dari Oma dan Opa."
"Aurel jangan begitu ya? Apa yang di berikan oleh orang lain kita jangan bilang tidak suka dulu, hargai pemberian orang lain siapa tau orang lain membeli nya dengan susah payah," ujar Delisa memberi nasihat kepada Aurel sambil mengelus rambutnya pelan.
"Sorry Mom." Aurel memeluk Delisa dari depan.
"Wah Oma dan Opa kado nya kecil-kecil cabe rawit ya? Harga nya hmm ..." Revano memberikan tiket yang di dapat dari dalam kado Oma dan Opa kepada Delisa yang sedang memangku putrinya.
"Waw Disneyland ... Aurel suka nggak?"
"Seriusly Mom?" tanya Aurel yang tidak percaya mendengarnya.
"Hmm Aurel lihat sendiri." Aurel melihat tiket nya bergambar beberapa kartun barbie yang di sukai nya, sepertinya cita-cita Aurel pergi ke Disneyland akan terwujud.
__ADS_1
"Cihh ... Opa dan Oma mu hanya memberikan satu tiket saja," Revano berdecak kesal.
"Kan nanti Aurel pergi nya sama Opa dan Oma, Dady dan Mommy di rumah saja." sahut Aurel.
'Yes akhirnya aku bisa berduaan dengan Delisa tanpa bocah koala itu.' Revano melebarkan senyuman nya.
"Iya juga ya, Minggu depan Papah mau ke Jepang mungkin sekalian." ujar Revano.
"Bapak memangnya nggak ikut?" tanya Delisa.
"Nggak, nanti saja kita berlibur berdua, setelah menikah nanti aku akan membawa kamu ke luar negara." jelas Revano.
"Aurel ikut Dad." ujar bocah kecil yang memainkan Ponsel baru Delisa yang sudah di belikan Revano dari beberapa hari yang lalu.
"Aurel sama Oma dan Opa dulu, Dady dan Mommy hanya pergi satu minggu saja." kata Revano memberi pengertian kepada sang anak.
"Tapi Aurel mau sama Mommy"
"Bobo bareng Mommy, makan di suapi Mommy, mandi bareng Mommy, semuaaa nya sama Mommy ... iya kan Mom?" imbuh nya.
"Hmm ..." Delisa hanya menggarukkan tengkuk nya yang tidak gatal.
"Tidak-tidak, mana bisa gitu sayang! Masa nanti Mommy hanya bisa dengan kamu saja."
'Bisa-bisa ga kebagian tempat nih aku, gak boleh terlalu sering bermanjaan sama Delisa kalau kayak gini.' gerutu Revano kesal.
"Ya kan Mommy nya Aurel iya kan Mom?" tanya Aurel memberi dukungan dari Delisa.
"Ya .. Ya .." Delisa hanya mengangguk saja.
__ADS_1
'Astaga emak sama anak sama saja! awas saja kamu Del, tunggu pembalasan ku nanti.' Revano mendengus kesal melihat Delisa yang mengiyakan. Revano sudah tahu persis bagaimana sifat putri semata wayang nya itu kalau sudah di janji kan seterus nya pasti diingat oleh nya.