Duda Ganteng Ku

Duda Ganteng Ku
Eps 77


__ADS_3

Pagi pun tiba, Delisa segera bangun dan mematikan lampu kamar, juga membuka gorden, serta jendelanya agar pasokan oksigen segar masuk ke dalam ruangan kamar supaya tidak merasa pengap.


"Mas bangun yu, subuhan Mas ..."


"Lima menit sayang." sahut Revano yang masih memejamkan kedua bola mata nya.


Lebih dari lima menit, Revano mulai menggeliatkan tubuh nya, melihat kearah jendela yang memang diluar masih sangat gelap ditambah gorden sudah dibuka membuat terasa sejuk, ia duduk di tepi ranjang dengan mata khas bangun dari tidur nya.


Gemericik air terdengar dari arah kamar mandi, sudah pasti istri nya sedang mandi di dalam. Kini, setelah menjadi seorang istri, Delisa menjadi semakin lebih giat dari sebelum nya, hampir semua yang ia lakukan dulu berbanding terbalik dengan sekarang.


"Ah sayang, kamu sengaja ya mau godain Mas hm?" sahut Revano serak memandang Delisa hanya menggunakan baju kimono pendek dengan memamerkan kedua belahan dada nya.


"Loh Mas kirain masih tidur,"


"Sudah bangun sayang, sama dia juga." Revano menunjuk bagian bawah nya.


"Astaga! Pagi-pagi sudah mesum,"


"Mesum sama istri sendiri kan tidak apa-apa sayang." ujar Revano sambil melangkah kearah Delisa.


"Stop Mas! Delisa sudah wudhu Mas!" Delisa mengangkat jari telunjuk nya.


"Yahh sayang, tidak bisa gitu ya ... Kamu harus tanggung jawab, mana bisa dia tidur sendiri." lirih Revano.


"Ingat sudah pagi, Mas harus berangkat kerja terus kan nanti aku mau ikut Mas ke kantor, tidak ada waktu gituan ya Mas, enak saja." Delisa menahan tawa nya melihat muka masam sang suami.


"Tidak apa-apa sayang, lagian Mas itu kan yang punya perusahaan nya, jadi tak apa lah telat sedikit."


"Tidak ada waktu ya Mas, lagian Mas kalau main tidak cukup dua atau tiga ronde, Mas cepat ambil wudhu .. kita sholat berjamaah." ujar Delisa tetap kekeh dengan penuturannya, lagian masih pagi buta ada saja dengan permintaan suami nya itu, memang itu hal yang wajar, tetapi Delisa juga harus bisa membagi waktunya sekarang, belum lagi untuk memasak sarapan dan menyiapkan segala kebutuhan untuk putri kecilnya.


"Hm iya sayang, tunggu ya ..." kata Revano pasrah, ia melangkah gontai.


Enak saja lagian aku sudah wudhu mau di g r e p e - g r e p e ! gumam Delisa kesal.


Revano daan Delisa melaksanakan ibadah sholat subuh dengan Revano yang menjadi imam nya. Setelah salam, Revano langsung berbalik badan dan mencium kening Delisa cukup lama lalu ia memeluk nya.


"Mas mandi dulu, Delisa mau bangunin Aurel terus lanjut masak bantuin Bi Asih di bawah." Delisa mengelus pelan rambut Revano.


"Morning kiss?" Revano menunjuk kedua pipi nya.


Cup ... Cup ...


"Bibir? Cemburu loh dia nanti." goda Revano.


Cup ..


"Eummtt!" Delisa kaget, suami nya itu langsung menyumpal mulut nya, Delisa ikut menikmati juga.


"Terimakasih sayang, Mas mandi dulu ya ... Nanti Mas ke bawah selesai mandi nanti."


"Ya Mas, Delisa turun duluan ya?"


"Iya sayang."


Delisa sudah menyiapkan pakaian kerja Revano lengkap dengan ketimang serta dasi yang senada dengan baju nya.

__ADS_1


***


Semua sudah mulai makan dengan porsi nya masing-masing, beda hal nya dengan yang lain, sekarang Aurel sedang mogok sarapan.


"Aurel mau makan apa hm? nanti Mommy buatkan."


"No Mommy, Aurel kenyang."


"Biarkan saja, lebih baik kamu sarapan dulu Del." sahut Lilis.


"Iya Mah,"


"Kalian sekarang mau survei rumah baru apa mau kemana?"


"Tanggung Mah renovasi belum semua nya selesai, kasihan istri sama Aurel nanti kalau di rumah berisik, masih banyak tukang." jelas Revano.


"Baiklah, Mamah harap kalian selalu datang kemari"


"Iya Mah, insyaallah nanti Delisa dan Aurel bakal mampir kesini setelah menjemput Aurel pulang sekolah."


"Mamah doakan agar kalian cepat diberi mongmongan ya, agar Aurel atau adiknya sama Mamah dan Papah biar nggak kesepian di rumah, iya kan Pah?"


"Hm iya Mah bener, Papah setuju."


"Lagi berusaha ini juga Pah, Mah, doakan saja." kata Revano.


"Aminn ..." jawab mereka kompak.


Selesai makan, Sanjaya dan Lilis hari ini full in home, tidak ada jadwal kemana-mana untuk hari ini, jadilah mereka berdua hanya duduk santai di depan ruang TV sambil menikmati cemilan ringan dengan teh hangat sebagai teman makan nya.


Sedangkan Revano dan Delisa setelah selesai mengantarkan putri nya mereka langsung menuju ke kantor Revano, entah mengapa Delisa ingin sekali menemui Pak Muh saja.


"Selamat pagi Tuan, Nyonya."


"Hm," jawab Revano seperti biasanya dengan muka lempeng.


"Pagi juga pak satpam, terimakasih." jawab Delisa sopan sambil menunjukkan senyuman nya.


Suami istri itu langsung menaiki lift khusus hingga sampai ke tempat tujuan nya, padahal Delisa ingin langsung bertemu dengan pak Muh, tetapi suaminya tidak mengijinkan nya dan hanya boleh ikut dengan nya terlebih dahulu, Delisa menurut saja walaupun di lubuk hati nya terasa sedikit kesal.


"Sayang duduk anteng disini, Mas kerja dulu ya."


Cup ...


"Iya Mas, Semangat juga kerjanya ya."


"Iya sayang." Revano terseyum dan memberi kedipan mata nya, genit sekali Revano ini.


Selama bekerja, Revano hanya fokus pada istri nya saja, entahlah jadi diri nya merasa malas untuk bekerja.


"Mas? Ini ganti chanel Tv nya bagaimana?" celetuk Delisa.


"Pakai remot control, itu bener kok yang ada di tangan kamu sayang."


"Iya pencet yang mana nya Mas? Ini berbeda dari yang ada di rumah."

__ADS_1


"Sini biar Mas saja." Revano berjalan dan duduk di samping Delisa.


Klik ..


Klik ..


Delisa melihat tangan Revano untuk memahami nya, dan benar saja layar Tv langsung berganti dari chanel sebelum nya.


"Oh begitu ya Mas, baiklah Delisa sudah paham, Mas lanjut kerja saja,"


"Mana bisa lanjut kerja sayang, kalau kamu ada disini, Mas nggak fokus." ujar Revano menempatkan kepala nya di paha Delisa dan mengambil tangan Delisa lalu meletakannya di atas kepala nya, "Pijit yang, pusing." pinta nya.


"Kamu bisa pusing juga ya Mas, kirain enggak. Perasaan dulu seharian aktif terus di Laptop."


"Itu dulu sayang, beda lagi kalau sekarang." Revano menutup mata nya menikmati setiap pijitan-pijitan lembut yang di lakukan istri nya.


"Permisi Pak, Neng." Pak Muh masuk dengan membawakan makanan serta minuman di atas nampan.


"Ya ampun pak Muh ... Delisa kangen banget ..." Delisa berdiri menghampiri pak Muh dan mencium punggung tangan pak Muh.


"Ehh Neng jangan begini" Pak Muh merasa tak enak hati karena Revano menatap nya intens.


"Tak apa Pak Muh, saya sedang berbaik hati dengan istri saya untuk ini." ujar Revano.


"Neng Delisa apa kabar? sebelumnya pak Muh minta maaf karena tidak bisa menghadiri acara pernikahan Pak Revano dan Neng Delisa kemarin." ucap Pak Muh.


"Alhamdulillah kabar baik pak Muh, kalau pak Muh sendiri bagaimana? Sudah lama sekali kita tidak bertemu ya pak Muh, emm ya sekitar 1 bulan lebih."


"Tidak apa pak Muh tidak datang di pesta pernikahan kita, nama nya masalah kan tidak tahu datang nya kapan, Delisa dan Mas Revano memakluminya kok, iya kan Mas?"


"Iya sayang." sahut Revano.


"Alhamdulillah pak Muh sehat Neng ..." jawab pak Muh.


"Pak Muh mau kemana? Jangan buru-buru, disini saja temani Delisa, boleh kan Mas?" Delisa meminta izin kepada suami nya.


"Hm iya pak Muh disini saja temani istriku."


"Maaf Neng tapi pak Muh ingin membantu di dapur, lagi buat makanan ringan untuk meeting." jelas Pak Muh.


"Delisa mau ikut bantu, boleh ya Pak Muh?"


"Eum-" pak Muh kebingungan dan menatap Revano seraya meminta jawaban dari Revano.


"Tidak, disini saja." sahut Revano dengan cepat membuat Delisa menoleh kearah Revano.


"Mas,"


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak Revano, Neng Delisa ..." pak Muh langsung melenggang pergi meninggalkan ruangan atasan nya.


"Mas, kenapa coba? Kan aku kepengen bantuin mereka juga."


"Kenapa sayang? , Mas cuma tidak mau kamu kecapekan."


"Hm iya deh Mas," Delisa lebih baik mengalah dari pada berdebat dengan suami nya.

__ADS_1


"Nah kalau sayang nurut, kan Mas jadi tambah sayangggg banget." ujar Revano sambil memeluk Delisa.


"Gombal."


__ADS_2