Duda Ganteng Ku

Duda Ganteng Ku
Eps 50


__ADS_3

Delisa duduk di hadapan Sanjaya dan juga Lilis, Di sampingnya juga ada Roy, serta Revano, dan pastinya Aurel sudah bergelayut manja di badan Delisa.


'Astaga udah kayak lagi di sidang aja!' gerutu Delisa di dalam hatinya.


"Delisa ... Bagaimana keputusan mu sayang? Tadi Oma dengar Revano melamar mu tapi kenapa malah diam saja? Bagaimana? Ada sesuatu?" tanya Lilis bertubi-tubi.


"Ahh- Delisa tidak tahu Oma, Delisa harus menjawab apa." ujar Delisa sedikit terisak.


"Kenapa sayang?" Lilis berdiri dan langsung memeluk badan Delisa dengan Aurel di tengah nya.


"Omaa! Sempit!" Aurel mendorong perut Lilis.


"Oh iya Oma lupa, sorry ..." Lilis akhirnya duduk di dekat Delisa, Revano yang berpindah tempat.


"De-Delisa hanya rindu kepada kedua orangtua Delisa saja, Delisa iri, banyak sekali di luar sana para orangtua menemani anak nya menikah dan menyaksikannya, Hiks .."


"Sudah sayang, anggap saja kita kedua orangtua mu, sudah ya jangan menangis lagi. Oma janji kalau sesudah menikah Revano nakal sama kamu, Oma yang bakal turun tangan untuk menghukum dia." ujar Lilis menepuk pelan bahu Delisa.


"Opa juga." sambung Sanjaya.


"Kayak Revano bakal nyakitin Delisa saja." Revano menggerutu kesal.


"Pernah kan pas-"


Bukk ...


Revano melempar bantal sofa ke muka Roy, yang seenaknya saja berbicara tanpa di sensor di hadapan kedua orangtuanya.


"Ada apa Roy?" tanya Lilis kepada Roy.


"Tidak Oma, tidak ada." Roy menggeleng, entahlah nasib gaji nya mungkin sudah di potong 50% oleh big bos nya itu.

__ADS_1


"Opa sudah tahu Roy, tenang saja." sahut Sanjaya terkekeh.


'Kerjaan siapa lagi kalau bukan si Anton sialan itu!' decak Revano kesal.


"Bagaimana Delisa? Opa sangat menantikan jawabanmu itu, Opa harap tidak mengecewakan kita semua, iya kan Mah?"


"Iya Pah ..." jawab Lilis.


"Bagaimana sayang? Kalau tidak bisa, nanti saja jangan di paksakan." Lilis tersenyum karena Delisa juga ikut tersenyum.


"Kenapa Del? Apa kamu menolak nya kalau status saya sudah duda anak satu?" sahut Revano.


"Bukan begitu Pak."


"Lalu?"


"Saya tidak punya harta apa-apa lagi, sangat berbanding balik dengan Pak Revano yang mempunyai segalanya, apa nanti bapak tidak malu punya istri seperti Delisa?" Delisa menundukkan kepalanya, tak berani menatap Revano.


"Daddy!"


"Oh iya Daddy lupa ada gadis koala disini, sini Daddy gendong tinggi." Revano mengangkat Aurel dan meletakkannya di pundak nya, sontak hal itu membuat Aurel menginginkannya lagi dan lagi.


"Gimana Del? Setuju kan? Demi Aurel, demi aku juga, demi kebaikan kita bersama." pungkas Revano.


'Apa? Aku? Dia udah manggil aku-kamu? Ga salah? Kerasukan apa dia?' Delisa menghela nafasnya berat.


"Baiklah Pak, Delisa setuju, Delisa bersedia menjadi istri bapak." Revano segera memeluk Delisa erat dengan tangan satunya karena Aurel masih berada di atas pundak Revano.


"Terimakasih Delisa, Opa sangat menyukai jawaban kamu, semoga kamu bisa mengimbangi sifat Revano yang kadang masih kekanak-kanakan ya." Sanjaya tersenyum dan ikut memeluk Delisa sekilas.


"Terimakasih sayang, akhirnya Oma merasakan punya menantu lagi setelah sekian lama Vano menduda haha..." Lilis memeluk Delisa dan menciumi pipi dan kening Delisa.

__ADS_1


"Waduh-waduh Boss, bau-bau kerjaan numpuk lagi ... Tapi selamat ya Pak, Del ... Semoga kalian menjadi Daddy dan Mommy yang baik untuk Nona kecil, Walaupun terbilang hati saya sedikit tergores menyaksikan kalian mesra seperti ini." goda Roy.


"Halah sok ngeles kau Roy ... Citra kau kemanakan ha!" seru Revano menggeplak bahu Roy sedikit keras karena sering kali memainkan perasaan wanita.


"Hehe ... Doain ya Del, semoga saya dan Citra ikut menyusul seperti kalian ..."


"Loh? Aa suka sama Citra? Kebetulan Citra jomblo."


"Wah kabar baik, langsung sikat saja tuh Roy." sahut Lilis.


"Hehe iya Oma, doakan Roy ya ..." Lilis mengangguk sembari tersenyum manis.


"Daddy! Mau sama Tante Delisa, mau turun ..."


"Panggil tante Delisa Mommy ya mulai sekarang." ujar Revano mengajarkan.


"Mommy? Yeayyy Mommy ... Aurel suka, Aurel punya Mommy Dad?"


"Yes Girl ... Mommy Delisa." Ujar Revano membuat muka Delisa memerah seketika.


"Haha ... Lihat sayang muka Mommy mu sudah seperti sedang berdiam diri di depan api unggun." goda Revano.


"Mommy ayo buka kado nya bareng Daddy juga!" Aurel menuntun Revano dan Delisa dengan tangannya bersebelahan, sebelah kanan Delisa dan sebelah kiri nya Revano.


"Iya sayang jangan berlari ya nanti terjatuh." ucap Delisa karena Aurel berlari mungkin tidak sabar untuk membuka kadonya.


Lilis dan Sanjaya yang menyaksikan itu, senyum dan raut bahagia dari muka kedua nya tak pernah pudar setelah Delisa mengatakan siap untuk menjadi istri Revano dan Ibu dari cucu cantik nya.


"Alhamdulillah ya Ma ..." ujar Sanjaya terharu melihat Revano tidak murung seperti biasanya.


"Iya Pa, Anak kita sudah menemukan kebahagiaannya sekarang, kita hanya bisa mendoakan agar perjalanan mereka selalu lancar, dan di ridhai Allah ..."

__ADS_1


"Aminn ..." sahut Sanjaya sambil mengelus rambut Lilis karena Lilis bersandar di bahu nya.


__ADS_2