
Pagi tiba, matahari mulai muncul dan menyinari bumi serta menyapa para penduduk di dalam nya, Revano menyipitkan mata nya ketika sinar matahari mencolok kearahnya melalui jendela-jendela kecil di kamar.
Dia menggeliat terbangun dan duduk bersandar sambil merenggangkan otot-otot nya. Dilihat nya sang putri masih nyenyak dalam tidur nya, Revano tidak kehilangan Delisa karena sudah izin untuk pergi ke pasar bersama para ART nya.
Revano berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi nya terlebih dahulu, kemudian ia beralih mengemasi barang-barang bawaan nya yang sudah kotor seperti baju kemarin yang di kenakan.
Setelah selesai mengemasi barang-barang, Revano terlebih dahulu mengecilkan AC agar suhu di kamar tidak terlalu dingin, setelah itu Revano mengirim pesan untuk Delisa menggunakan benda digital nya.
(Sayang, kamu dimana?)
Itulah pesan yang di kirim oleh Revano kepada Delisa.
Setelah mengirim pesan kepada kekasih nya, Revano bergegas untuk mandi agar tidak di repotkan oleh putri nya ketika bangun nanti.
***
Di dapur, Delisa masih menggunakan celemek dan masih berkutat dengan peralatan dapur di depan nya, Delisa membuat ayam bakar dengan nasi liwat, ikan asin, dan tak lupa lalapan nya.
Sedangkan Bi Asih sibuk membuat puding coklat dan soup ayam untuk cucu baru nya, kali ini Bi Aam bertugas untuk membersihkan pekerjaan rumah.
"Bi, Delisa ke atas dulu ya? Mau jemput mereka." ujar Delisa setelah mematikan kompor nya, ia menyudahi acara memasak nya karena semua menu sudah tersusun rapih di atas mangkuk serta piring dan lainnya.
"Iya Nona," sahut Bi Asih, ia menaruh puding coklat nya ke dalam kulkas agar membeku dan enak di nikmati ketika dingin nanti.
Delisa mengetuk pintu lalu membuka nya, ia tersenyum menatap Revano yang sedang sibuk menatap fokus laptop pada pangkuan nya, Delisa juga menekuk muka nya lantaran Aurel masih tertidur.
"Sudah sayang?" tanya Revano, tetapi tatapannya masih di layar laptop.
"Hm iya Mas,"
Perlahan Delisa mengelus pipi Aurel hingga sang empu nya menggeliat karena terusik.
"Pagi Mommy," kata Aurel melihat sang Mommy di depan nya.
"Pagi juga sayang, mandi yuk biar segar." Delisa mengangkat badan Aurel dan mendudukannya di samping Revano.
"Mommy, gendong" ucap Aurel manja sembari merentangkan kedua tangannya.
"Berenang!" celetuk Aurel sambil berusaha turun dari gendongan nya.
"Eits No, no, no" Revano tidak setuju, karena jadwal mereka setelah sarapan untuk pulang, agar sampai Bandung tidak terlalu malam karena lusa ia dengan Delisa sudah masuk kerja kembali.
"Mom-"
"Nanti saja ya sayang berenang nya ... di rumah Oma saja ya ... Sekarang kita mandi di bathup dulu sama Mommy." ujar Delisa membuat Revano menyeringai.
"Daddy juga belum mandi Mom ..." sahut Revano menghampiri mereka yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.
"No Dad!"
"Mas boong banget! Udah rapih begini" Delisa mendorong badan Revano dengan tangan kiri nya.
__ADS_1
"Haha. Iya sayang, Mas cuma ingin mencuci tangan saja, sebentar ya ..." Revano masuk ke dalam kamar mandi dan mencuci kedua tangannya yang kotor karena tinta pena.
Sekarang di dalam kamar mandi, Delisa dan Aurel sedang mandi bersama, Delisa mandi tidak semuanya terbuka, dia masih menggunakan celana pendek dan kemben panjang di badan nya.
Delisa mengangkat tubuh Aurel dan melilitkan handuk di badan kecilnya, sedangkan Delisa ingin mandi dan membilas kulit putih bersih tubuh nya.
"Daddy! Ganti baju." seru Aurel.
"Iya Nak, kemari." Revano menuntun tangan Aurel dan memakaikan baju yang sudah di siapkan oleh Delisa tadi di atas meja.
"Nah sudah cantik,"
"Mau sama Nenek dan Uni Dad."
"Tunggu Mommy selesai, nanti kita turun sekalian pulang ya? Aurel tidak boleh menangis nanti."
"Ah Dad! Tidak mau." ujar Aurel memberengut kan muka nya.
"Oma dan Opa lusa akan pergi ke Jepang, ke Disneyland. Aurel lupa hm?"
"Yeayyy ... Disneyland, yeayy ..." Aurel berjingkrak senang.
"Ayo Mas kita turun, Delisa make up nya nanti saja di dalam mobil." sahut Delisa menggendong Aurel dengan baju yang couple dengan diri nya.
"Cucu Nenek baru bangun ..." seru Bi Romlah melihat Aurel sudah rapih dengan satu cepol rambut di atas kepala nya.
"Sudah mandi Nek ..."
"Ayo makan dulu Nona, Pak Revano ...." ujar Bi Romlah masih terlihat sangat menghormati Revano dan Delisa.
"Iya, Aurel mau di suapi nenek."
Mereka menikmati makan bersama di meja makan, sampai tiba lah Revano dan Delisa berpamitan untuk pulang ke Bandung lagi, Revano sudah memberi kabar bahwa dia akan menikah dengan Delisa 2 minggu lagi, tepat nya di hari Sabtu.
Cup .. Cup .. Cup ..
Bi Romlah dan Bi Aam mengecupi pipi gembil Aurel dan memeluk erat secara bergantian.
"Salim dulu sama Nenek dan Uni."
Aurel menurut, ia menyalami Nenek dan Uni nya, bocah kecil itu juga bercerita bahwa ia akan pergi melihat Disneyland dengan Oma dan Opa nya.
"Delisa pamit ya Bi ... Nanti insyaAllah Delisa usahakan untuk Ibu Rosa, tetapi Delisa dan Mas Revano tidak janji ..."
"Iya Non, nggak apa-apa ... Biarkan saja, Bibi lebih paham yang tengah di rasakan oleh Nona dan Nyonya Lilis saat ini."
"Revano pamit dulu Bi, Mang ... Nanti kapan-kapan Aurel nya main lagi."
"Iya Pak, hati-hati di jalan."
"Assalamualaikum ..."
__ADS_1
Tin ... Tin ...
[Klakson mobil]
***
"Mas, Delisa ingin beli oleh-oleh dulu buat Oma dan Opa di rumah."
"Memang nya mau beli apa Sayang?"
"Mampir dulu di Mall Plaza saja Mas, mungkin cukup kalau beli 2 sampai 3 barang saja." ujar Delisa.
"Pakai uang Mas saja, simpan uang mu buat beli kebutuhan yang lain nanti."
"Hm iya Mas"
Mobil Revano memasuki parkiran Mall Plaza Jakarta, Dia turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Delisa yang memangku Aurel yang duduk di bagian depan.
"Terimakasih Mas."
"Sama-sama sayang, ayo."
Gadis kecil itu sudah tidak mau di gendong lagi, ia lebih memilih di tuntun oleh Dady dan Mommy nya.
Satu jam berlalu, banyak belanjaan Revano dan Delisa yang sudah di beli, dengan menenteng totebag-totebag besar, Revano menyusun nya di bagian jok belakang karena di bagasi sudah di penuhi oleh barang-barang.
Mereka tidak mampir ke foodcourt, Revano hanya membelikan Delisa dan Aurel eskrim saja karena Revano tadi sudah mengajak untuk makan, mereka menolak dan hanya ingin eskrim dan snack-snack ringan.
"Mas, Delisa tidur ya? nggak pa-pa kan?" tanya Delisa, ia cukup menikmati perjalanan nya yang cukup ramai dan macet.
"Iya sayang, capek nggak kalau posisi kamu begitu? Aurel pindahkan saja di belakang ya? Nanti Mas susun barang-barang nya di bawah."
Ya, bocah kecil itu setelah menikmati eskrim nya, ia tertidur dengan mulut yang masih belepotan di pangkuan Delisa, dengan hati-hati Delisa membersihkan mulut Aurel menggunakan tissue.
"Nggak pa-pa Mas, cukup kok buat berdua."
"Kalau kayak gini, tadi tuh bawa mobil yang Alphard saja." gerutu Revano kesal, melihat Delisa dan Aurel berdesak-desakan merasa diri nya yang membuat mereka seperti itu.
"Tidur saja sayang, nanti Mas bangunin kalau sudah sampai, yang nyenyak ya tidur nya."
"Maaf Mas, Maaf ya?" ujar Delisa yang tak enak hati, merasakan Revano yang sama lelah dengan badan nya.
"Iya sayang nggak pa-pa, tidurlah .." Revano mengelus rambut Delisa dengan tangan kiri nya.
"Hm" Delisa mulai ikut memejamkan mata nya di samping Aurel, tak lama kemudian ia ikut tertidur.
...🌹🌹🌹...
...Couple ... Couple ......
__ADS_1
...🌹🌹🌹...
...Maaf kemarin nggak up, keadaan badan lagi kurang fit banget🤧🤧 semoga kalian sehat-sehat ya ... Di kurangin minum es di cuaca kayak gini ... Lagi musim penyakit ......