Duda Ganteng Ku

Duda Ganteng Ku
Eps 75


__ADS_3

Di kantor, Revano yang sedang fokus bekerja tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan istri dan putri nya, membuat ia berhenti bekerja dan langsung berdiri menyambutnya.


"Kok kesini sayang?" tanya Revano kaget.


"Kenapa Mas? Nggak suka ya aku sama Aurel dateng kesini?" cecar Delisa.


"Nggak sayang."


"Aurel duduk yang anteng Nak! Jangan melompat-lompat nanti jatuh." ujar Revano memperingati putri nya yang sedang bermain di sofa.


"Iya Daddy, Aurel duduk." Aurel pun duduk sesuai dengan perintah dirinya, dia duduk sambil menikmati acara TV yang ada di depan nya.


"Ada perlu apa sayang datang kemari, hm?" kata Revano melingkarkan tangannya di perut ramping Delisa.


"Hanya ingin menemui Pak Muh saja." jawab Delisa jujur.


"Tapi sayang sekali ya, istri ku ini nggak tahu jadwal Pak Muh yang sekarang hahaha ..."


"Hm Mas sih, lagian nggak bilang, kan jadi bete." ujar Delisa kembali merajuk.


"Besok dia berangkat sayang, nanti besok kamu ikut Mas ke kantor kalau mau bertemu dengan Pak Muh."


Delisa hanya menganggukkan kepala nya saja.


"Mas kok sofa nya jadi baru? Yang lama nya kemana?" Delisa bertanya melihat sofa yang dulu nya sudah tidak lagi bersemayam di ruangan milik suami nya.


"Sudah Mas buang jauh-jauh, biar kamu kalau ke kantor nggak ingat sama kejadian yang dulu, maaf sayang ... Cup ... Cup ..."


"Iya Mas nggak apa-apa, tapi kenapa harus di buang? Kan masih bagus yang itu juga."


"Jelek."

__ADS_1


"Mas kerja dulu gih, lepasin tangan nya ... Beratt ..." ujar Delisa berusaha memindahkan lengan gagah milik sang suami nya.


"Cium dulu." pinta Revano tersenyum smirk.


"Ada Aurel Mas,"


"Oh iya Mas lupa, kamu bawa buntut." ujar Revano langsung mengecup bibir istri nya sekilas dan ikut duduk bersama putri nya diikuti Delisa yang ikut duduk di samping Revano.


"Daddy, kenapa om Roy tidak ada?" tanya bocah kecil itu kepada Daddy nya.


"Om Roy sedang repot sayang, nggak boleh ganggu." ucap Revano memberi pengertian karena memang hari ini tugas nya bertambah banyak saja.


Ceklek ...


Tiba-tiba saja Roy datang membawa seorang wanita cantik dengan pakaian yang minim berada di belakang nya, membuat Revano mengernyit kan dahi nya heran.


"Ah- Maaf sebelum nya, selamat pagi Pak Bos, Bu Bos dan Nona kecil ..." sapa Roy yang tidak enak hati karena takut mengganggu Bos nya yang sedang kumpul bersama anak dan istrinya.


"Pagi juga Roy." sapa Delisa, matanya masih melirik mengikuti gerak gerik suaminya.


"Om Roy!"


"Iya Nona kecil, ada apa? Sebentar, Om Roy ada perlu dengan Daddy mu."


Butuh waktu kurang lebih hanya sekitar 20 menit saja dua pria dan satu wanita itu hanya sekedar mengobrol dan berbicara.


Delisa tak ingin ikut campur, dia hanya ikut menonton acara kartun di TV kesukaan putrinya, sesekali Delisa juga mendengar gelak tawa suaminya membuat hati nya sedikit panas.


Sambil menonton TV, Delisa menemani Aurel hingga bocah kecil itu tertidur pulas sambil memeluk leher nya.


"Baiklah kalau begitu saya izin pamit untuk pulang dulu Pak, kalau ada waktu saya kesini lagi." ujar wanita itu sambil melipatkan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Ya." sahut Revano datar.


Setelah melihat mereka berdua keluar, Revano langsung saja mengunci pintu nya rapat-rapat menggunakan remot control.


"Sayang!" Revano menjatuhkan badan nya di belakang Delisa.


"Hm? Jangan keras-keras Mas, Aurel lagi tidur."


"Maaf sayang,"


Cup ...


Revano mencium dahi Delisa.


"Tadi siapa Mas?" ujar Delisa sedikit Kepo.


"Tadi dia dateng kesini mau menawarkan diri sebagai direktur keuangan di perusahaan Mas, tapi Mas tolak karena-"


"Karena apa?" Delisa langsung menyela kalimat yang akan di lontarkan Revano.


"Karena Mas ingin nya laki-laki sayang," ujar Revano dengan tangan yang terus saja mengelus kepala Delisa.


"Oh"


"Sayang, mas ingin, kamu mau kan? Mumpung Aurel tidur." ujar Revano sedikit berbisik.


"Nggak ah, di rumah saja, nggak mau di kantor." tolak Delisa halus.


"Di dalam sayang, biarkan Aurel disini." kata Revano, dia langsung menutup jendela agar Aurel tidak kepanasan dengan sinar matahari yang mulai meninggi.


"Ayok sayang," ajak Revano, tanpa ba-bi-bu lagi, Revano mengangkat tubuh ramping Delisa dan membawanya ke dalam kamar yang ada di dalam ruangan.

__ADS_1


Dengan pemanasan terlebih dahulu, Revano ******* bibir ranum istri nya, kali ini dia juga yang mengambil alih permainan tersebut, melihat istri nya yang masih sedikit lemas, membuat Revano sedikit mengurangi ritme nya agar istri nya puas begitu juga dengan diri nya.


__ADS_2