
"Saya terima nikah dan kawinnya, Delisa Pratama binti Guntur Pratama dengan seperangkat alat sholat dan Uang 1,2 Miliar dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi, Sah?" tanya pak penghulu sambil menoleh kearah kanan dan kiri.
"Sah!"
"Sah!"
"Sah"
"Alhamdulillahirobbil A'lamin ..." penghulu pun mulai membaca doa dan di amini oleh semua orang yang ada disana.
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, kini Delisa dan Revano sudah sah menjadi suami istri setelah Revano mengucap ijab kabul dengan lantang di hadapan para saksi-saksi sekaligus semua orang yang turut melihat nya.
Delisa turun dengan anggun nya, ia tampil cantik dan memukau bagi siapa saja yang melihat nya. Dengan desain baju yang sempurna membuat semakin perfect saja penampilannya.
Di apit oleh Citra dan Sani untuk turun dan menghampiri Revano, Delisa duduk dengan tangan yang gemetar sambil menatap Revano.
Revano melafalkan do'a dengan meletakkan tangan nya di atas kepala Delisa kemudia meniup ubun-ubunnya dan mengecup kening nya sedikit lama.
Para fotografer tak lupa mengabadikan setiap jengkal momen-momen nya, di susul suara riuh dan tepuk tangan dari semua orang membuat pipi Delisa bersemu merah.
Revano memanggil pelayan agar membantu Delisa naik di atas pelaminan karena gaun nya yang besar dan panjang membuat Delisa berjalan pun sedikit susah.
Pelayan menghampirinya dan membantu Delisa berjalan untuk menuju keatas pelaminan dan duduk layaknya ratu dan raja.
__ADS_1
Penampilan Revano pun tak kalah dengan Delisa, Revano hari ini tampan dengan baju serta jas yang di kenakannya benar-benar membuat mantan duda itu semakin terlihat sangat tampan, ada banyak orang-orang yang mem-foto nya lewat HP masing-masing, tak lupa para wartawan banyak yang meliput langsung acara pernikahan Revano dengan Delisa dari kamera yang di bawa nya.
"Mas, Aurel mana?" bisik Delisa karena alunan musik yang cukup keras membuat suara Delisa hampir tidak terdengar.
"Aurel?" tanya Revano memastikan.
"Iya Mas, Aurel mana ya? Dari pagi belum ketemu loh." ujar Delisa merindukan sang putrinya.
"Terakhir Mas lihat dia ada sama Roy dan Citra."
"Loh mereka beneran pacaran Mas?"
"Biarkan saja lah sayang, kita nikmati saja pesta kita dulu, Aurel aman sama Roy."
"Selamat ya Nona, kami turut bahagia ..." ujar Bi Romlah terisak dan dengan ceapat memeluk Delisa.
"Semoga sakinah, mawaddah dan warahmah amin ..." sahut Bi Aam.
"Amin ..." sahut Delisa dan Revano bebarengan.
"Selamat ya Non .." kali ini Mang Endang hanya menjabat tangan Delisa saja, padahal ia juga ingin memeluk Delisa tetapi tidak enak terhadap Revano yang sudah sah menjadi suami nya.
"Terimakasih Mang Endang." Revano menjabat tangan Mang Endang.
Mereka hanya sebentar saja dan tak lama untuk memberi ucapan selamat kepada Delisa dan Revano karena barisan belakang sudah antri ingin memberikan ucapan juga, sesekali meminta foto dengan Delisa dan Revano.
__ADS_1
"Wih gila tuh istri Pak Revano, cantik banget Sa!" seru Aqila sambil menepuk pelan punggung Chelsa.
"Buset iya woy, pangling banget ... Sudah kayak barbie." ujar Chelsa.
"Melebihi barbie Sa!" ucap Citra.
"Ayo jangan lama-lama, kata nya cuma mau makan terus ngasih amplop doang beb." sahut Fakhri.
"Aduh iya Say, ayo kita makan dulu baru kita keatas buat ngevlog." ujar Aqila dan menggiring Fakhri serta temannya mengambil makanan yang sudah di sediakan hotel, bebagai macam makanan sudah tersedia disana, dari mulai makanan berat hingga makanan ringan.
Sedangkan di sisi lain, Roy dan Citra sedang memanjakan Aurel dengan mutar-mutar ke seluruh stand-stand makanan yang sudah berjejer rapih disana.
"Ayo Om Roy cepat! Kita ke Dady dan Mommy." ujar Aurel menarik celana Roy, Aurel masih sedikit asing kepada Citra walaupun Citra sudah berusaha mendekatkan diri kepada Aurel, tetap saja Aurel masih terlihat takut.
"Nanti ya, lihat tuh Dady dan Mommy mu saja tidak kelihatan dari sini, banyak tamu Dady mu disana, nanti saja ya kesana nya ... Kita makan dulu yuk sama mbak Citra." ujar Roy memberi pemahaman kepada bocah kecil itu, kasihan jika Aurel berada di sana dan Roy berpikir akan merusak suasana saja dengan ada nya bocah aktif di tengah-tengah mereka.
"Sini, Mbak gendong mau?" tanya Citra mengadahkan tangan nya bawah.
Aurel melirik Citra sekilas, ia langsung saja mengulurkan tangan nya karena di rasa kaki kecil nya sudah capek jadilah mau tak mau Aurel ikut dengan Citra walaupun masih sedikit takut.
"Nona kecil mau makan apa? Biar Om Roy ambilkan." ujar Roy yang sudah membawa piring di depan prasmanan, sedangkan Citra masih setia menggendong Aurel di belakang Roy.
"Steak dan kentang."
"Baiklah," Roy senang hati mengambilkan makanan untuk bos kecil nya, Citra dan Roy berniat nanti saja makannya berdua jika bos kecil nya sudah tidak bersamanya, kali ini mereka hanya fokus mongmong Aurel sampai ada yang menggantikan.
__ADS_1
...🌹🌹🌹...
...Ikut dong ke prasmanan nya, Author juga laper nih ... 😖 Mana Author sendiri nggak di undang sama Revano kampret🤣🤣...