Duda Ganteng Ku

Duda Ganteng Ku
Eps 53


__ADS_3

Revano turun terlebih dahulu untuk membuka pintu mobil di bagian Delisa, dia menggandeng tangan Delisa lalu masuk kedalam apartemen milik Revano.


Revano sengaja Delisa menempati Apartemen nya karena Apartemen milik nya tidak di tempati oleh siapa-siapa, kecuali hari hari tertentu akan ada orang suruhan Revano yang membersihkan nya.


"Ahhh ... enak juga ya tinggal di Apartemen." ujar Revano merebahkan badannya di sofa.


"Enak lah apalagi gratis." jawab Delisa terkekeh.


"Ccckk ..." Revano berdecak kesal.


"Hahaha! Ya sudah ... Mas sana cepat pulang" usir Delisa secara halus, dia memikirkan Aurel yang takut menangis karena terlalu lama di tinggal.


"Nanti sayang, maghrib dulu ... Malaman saja pulangnya." jawab Revano sambil duduk dan melendotkan badannya di pundak Delisa.


"Aurel nanti menangis terlalu lama ditinggal Mas ..."


"Nggak papa sayang, dia sudah anteng kalau ada Oma dan Opa nya." Revano mengelus bahu Delisa.


"Tapi Mas-"


"Percaya dengan Mas." Revano memotong cepat perkataan Delisa yang pasti akan mengomel.


"Delisa mau sholat dulu ..." Delisa melepaskan tangan Revano ke samping yang berada di pundaknya, kemudian dia berlalu masuk untuk melaksanakan sholat.


"Sayang tunggu, Mas juga mau sholat ..." Revano menyusul Delisa di belakangnya.


Selesai sholat, Revano masih saja bersantai dengan Delisa di sampingnya tanpa memikirkan putri kecil nya.


"Sayang, kita percepat saja ya pernikahan nya? Aku nggak mau menunggu terlalu lama lagi." celetuk Revano, Delisa mendongakkan kepalanya menatap Revano.


"Delisa ikut kata Mas saja."


"Nanti, Mas selesaikan satu proyek lagi biar nggak terbebani setelah menikah nanti."

__ADS_1


"Ya Mas ..."


"Besok jangan lupa berangkat kerja ya sayang, besok nanti aku jemput," tambah Revano.


"Terlalu jauh nanti Mas, Masa harus muter dulu jalan nya." ujar Delisa.


"Nggak papa, nggak terlalu jauh juga." pungkas Revano.


"Makasih Mas ..."


"Iya sama-sama sayang."


"Sayang?" Revano memegang pundak kanan dan kiri Delisa menggunakan kedua tangan nya.


"Hm? Ada apa Mas?" Delisa merasa geli di perlakukan seperti itu.


"Terimakasih sudah mau menerima Mas sebagai suami mu walaupun Mas umur nya jauh diatas kamu, Mas berjanji akan membahagiakan mu selagi Mas masih bisa melihat wajahmu."


"Mas mencintaimu sayang," Revano membawa tubuh Delisa kedalam rengkuhan nya.


"Nanti setelah menikah, Mas akan menginjinkan kamu untuk kuliah."


"Wah benarkah? Mas ... terimakasih." Delisa semakin mengeratkan pelukannya.


"Iya tapi di kampus tempat aku mengajar, jadi bisa memantau kamu terus biar nggak lupa kalau udah punya suami." ujar Revano.


"Iya Mas, Delisa mau ..." Delisa ingin melepaskan pelukannya tetapi masih di tahan oleh Revano.


"Lepas dulu Mas, gerah ..." Delisa memukul kecil dada Revano dengan tangan nya,


"Nanti Mas daftarkan di kampus, tapi jangan lalai sama pekerjaan mu sebagai istri dan Mommy untuk Aurel." Revano memberi nasihat, lalu melepaskan pelukannya.


"Iya Mas tenang saja, itu bisa di atur ... Sudah Mas pulang sana kasihan Aurel,"

__ADS_1


"Iya sayang sudah malam juga, Mas pulang dulu ya? Nanti besok Mas jemput kesini."


"Iya Mas, hati-hati ... Salam buat semuanya, nanti kalau sudah sampai rumah jangan lupa kabarin Delisa ya ..." seru Delisa kepada Revano yang sudah ingin masuk kedalam mobil Civic turbo nya.


"Siap sayang ... Bye-bye!" Revano melambaikan tangan nya sebelum masuk kedalam mobil.


Mendengar perkataan dirinya di bolehkan untuk ber-kuliah oleh calon suaminya membuat Delisa hati nya membuncah bahagia, ini adalah salah satu cita-cita dari mediang Ibu nya.


Di tambah Delisa yang baru pertama kali di perlakukan romantis oleh pria, tak henti-henti nya ia terus bersyukur, ke sengsaraan yang dulu ia rasakan sudah di ganti oleh Tuhan dengan kebahagiaan yang bertubi-tubi untuknya.


Delisa mengunci pintu apartemen nya rapat-rapat, kemudian ia mengambil HP dan tas nya yang masih tergeletak diatas meja sofa, Delisa menuju kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri setelah melakukan aktivitas seharian yang membuat tubuhnya terasa lengket.


Setelah selesai mandi, barulah Delisa menidurkan badannya ke bed big size nya.


"Emmm ... nikmat sekali ..." Delisa berbaring sambil mulai membuka HP nya, menunggu Revano mengabari dirinya.


Ting ...


Bunyi pesan masuk.


(Sayang, Mas sudah sampai rumah ... Kebetulan Aurel juga sudah tidur.)


(Ya Mas, Selamat malam.)


(Selamat malam juga sayang, mimpi indah ya ... Kalau lebih indah ya mimpiin aku.)


(Dih gombal.)


(Serius sayang, nggak gombal.)


(Udah ah, Delisa capek mau tidur ... Sampai jumpa besok.)


(Tidur sayang.)

__ADS_1


Delisa hanya membacanya saja, enggan untuk membalas karena matanya memang sudah terasa sangat berat.


__ADS_2