Duda Ganteng Ku

Duda Ganteng Ku
Eps 81


__ADS_3

Sudah tiga hari lamanya Revano tidak bertemu dengan sang istri. Kini akhirnya ia pulang, pagi ini Revano sudah sampai di bandara sambil menarik koper besarnya, begitu pun juga dengan Roy yang berjalan cepat di belakang nya mengikuti langkah Revano yang ada di depannya.


Tak heran jika Roy keberatan membawa banyak barang yang berjumlah delapan buah dus besar, untung saja Roy langsung sigap memesan driver airpots untuk ia gunakan membawa barang-barang milik bos nya.


Jet pribadi pun tiba, Revano segera masuk dan merebahkan tubuh nya pada kasur yang sudah tersedia di dalam pesawat, sambil menunggu Roy memasukkan barang ke dalam bagasi pesawat, Revano menelpon Citra dan mengabari dirinya akan pulang, jadi tak usah melanjutkan pengerjaan beberapa file yang dikirimkan oleh Roy kemarin.


***


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, sampailah Revano di bandara Intesnasional Husein Sastranegara, Jet pribadi nya turun dan mendarat dengan selamat.


Dengan perasaan bahagia, Revano melihat Delisa yang menggendong Aurel menyambut dirinya di Bandara. Revano sedikit berlari untuk menghampirinya, tanpa aba-aba ia langsung memeluk keduanya,


"Daddy! Lepaskan!" Aurel mendorong tubuh Revano karena dirinya terjepit diantara Daddy dan Mommy nya.


"Hahaha, Daddy lupa" Revano mengangkat tubuh Aurel dan mencium nya.


"Mas" panggil Delisa sama suaminya terlalu sibuk dengan putri kecilnya sampai melupakan dirinya yang berada di sampingnya.


"Ya ampun sayang, Mas sampai lupa hehe." Revano menurunkan Aurel dan bergantian memeluk Delisa, "Apa kabar sayang?" Revano mencium kening Delisa cukup lama untuk menyalurkan rasa kerinduan nya.


"Alhamdulillah baik Mas," Delisa memeluk tubuh Revano yang tinggi, Delisa hanya sebatas ketek nya saja, "Aku kangen Mas, kangen banget" ujar Delisa menepis rasa malunya.


"Mas juga kangen banget sama kamu" bisik Revano lalu melepaskan pelukannya.


"Waw! Om Roy itu apa?" tanya Aurel melihat Roy membawa kedua supir suruhan nya mengangkut oleh-oleh dari dalam pesawat.


Roy menoleh lalu tersenyum, "Tanyakan saja pada Daddy mu." sambil melirik ke arah Revano.


"Suprise! nanti saja kita lihat di rumah, sekarang ayok kita pergi makan dulu," ujar Revano menggandeng tangan istrinya dan menggendong Aurel di sebelahnya.


Revano melihat ke arah Roy sebentar, ia menghentikan langkahnya, "Roy!" panggil Revano, Roy pun menoleh, "Ya Bos?" jawab Roy sopan tetapi sedikit berteriak karena jarak nya cukup jauh.


"Saya pergi duluan. Kau mampir terlebih dulu ke perusahaan, check gelombang satu, kirim laporan ke email saya, ditunggu malam ini." ujar Revano.


"Baik Bos, secepatnya saya akan kirim." sahut Roy sopan.

__ADS_1


Di perjalanan pulang, tak henti-hentinya Aurel mengajak Delisa mengobrol bak burung beo, Delisa hanya menanggapi ocehan Aurel sedangkan Revano hanya fokus mengemudi mobil sambil sesekali tertawa karena ucapan putrinya.


"Sudah ya, Aurel capek." ujar Delisa menarik tubuh Aurel dan menaruh nya di pangkuannya.


"Kasih minum anaknya Mom" kata Revano sambil mengelus rambut panjang Aurel. Delisa menurut dan membuka tutup botol air minum lalu menempelkannya tepat di bibir Aurel, gadis kecil itu langsung meneguknya dengan cepat.


"Ngantuk Mom" celetuk Aurel.


"Bobo saja sayang." jawab Delisa dengan halus.


"Kalau tidur, nanti gagal makan di luar dong sayang." keluh Revano kesal.


"Makan di rumah saja Mas, Bi Romlah sudah masak banyak, kasihan kalau nggak di makan apalagi kalau sampai di buang." ujar Delisa memberitahu.


"Ya sudah deh sayang kita makan di rumah saja." ujar Revano yang masih dalam keadaan kesal.


"Sayang, kamu mau mampir dulu nggak ke Supermarket?" sambung Revano membuat Delisa melirik.


"Aurel sudah tidur Mas, lain kali saja. Kasihan nanti Mas bakal gendong dia, kan pasti berat."


"Sepertinya lebih baik begitu Mas,"


Revano mengangguk cepat, setelah nya mereka larut dalam pikiran nya masing-masing hingga tak terasa mobil mereka sudah sampai di perkarangan rumah nya.


"Selamat datang kembali Tuan" sapa Mang Karman setelah menutup pintu gerbang.


"Iya Mang, saya tinggal dulu Mang, Mari Mang .." sahut Revano ramah kepada Satpam nya, kemudian ia membuka pintu mobil untuk mengangkat putrinya yang sudah tertidur di pangkuan Delisa.


"Aduh kesemutan, duluan saja Mas" ujar Delisa sambil meluruskan kakinya ke depan, putrinya sudah semakin besar dan tentunya berat badan pun ikut bertambah.


Revano pun mengangguk, ia berjalan masuk ke dalam rumah, keadaan sangat sepi sekali, bagaimana tidak, rumah sebesar ini tetapi hanya beberapa orang saja yang ada di dalamnya.


"Aduh Tuan sudah datang Rom, ku kira masih lama datangnya." ujar Bi Aam ketika melihat Revano berjalan ke arah kamar sambil menggendong Aurel di tangan nya.


"Baiklah sekarang saya akan siapkan makanan di meja makan, kamu bersihkan tempat nya dulu Am." suruh Bi Romlah, ia segera masuk ke dalam dapur untuk menyiapkan hidangan kepada majikannya yang baru datang.

__ADS_1


"Selamat pagi Mang Karman, loh sendirian saja Mang? memang nya Mang Endang kemana?" tanya Delisa melihat Mang Karman mulai membuka kanebo yang akan membersihkan mobil Revano.


"Ah iya selamat pagi Nona, anu Mang Endang lagi di suruh sama Pak Roy Nona, kebetulan juga Mang Jaja lagi ke warung depan." jawab Mang Karman.


"Saya masuk dulu ya Mang,"


"Iya Nona,"


Delisa masuk ke dalam kamar, yang pertama ia cari adalah suaminya tetapi tidak ada dan Delisa berpikir suaminya sedang di ruang kerjanya jadi Delisa lebih memilih turun untuk membantu para ART menyiapkan makan untuk suami tercinta nya.


"Sayang!!" Baru saja Delisa masuk ke dalam dapur, suaminya sudah mencari nya, lalu ia putuskan untuk menemui suami nya terlebih dahulu "Saya ke Mas Revano dulu Bi ..." ujar Delisa kemudian ia berlari menghampiri suaminya.


"Iya Mas? ada apa?"


"Tidak ada. Mas hanya mencari mu saja, di depan tidak ada, rupanya ada di belakang."


"Makan dulu Mas, Delisa sudah siapkan."


Revano menganggukkan kepalanya dan menggandeng Delisa menuju ruang makan, dengan di suapi sang istri membuat makanan di lidah terasa semakin lezat tidak ada duanya saja.


"Lagi Mas?" tanya Delisa, pasalnya Revano seperti orang yang sedang kelaparan.


"Cukup sayang. Kemari, biar Mas gantian suapkan kamu" celetuk Revano seusai meneguk habis segelas air minum.


"Eum tak masalah," Delisa terkekeh.


Semenjak kedatangan Revano membuat hidup nya semakin berwarna saja, walaupun duda beranak satu itu hanyalah status nya saja dan tak menjamin kehidupannya, buktinya Revano walaupun sudah berumur tetapi tingkat kegantengan dan kebucinannya tidak kalah dengan para anak-anak muda.


Malam pun tiba, Revano sudah tertidur pulas di atas kasur empuknya, sedangkan Delisa masih menyelesaikan beberapa tugas yang di kirimkan oleh dosen nya.


"Ih Mas! Katanya mau nemenin Delisa nugas." Delisa mencebikkan bibir nya malas melihat Revano sudah terbaring nyaman di atas kasur.


"Ya sudah deh, sudah malam juga" Delisa mengganti lampu tidur nya dan berbaring di samping Revano, kemudian ia mengelus kepala Revano pelan dan mencium kening nya "Malam Mas," Delisa menarik selimut tebal hingga menutupi keduanya.


...🌹🌹🌹...

__ADS_1


...Maaf guys, Author sibuk nonton piala dunia😞🙏🏼 tanggung satu hari lagi😩🙏🏼makasih ya sudah mau menunggu cerita yang Author buat, jangan lupa Like, Komen, Hadiah & Vote nya yaa!! Terimakasihhhh❤...


__ADS_2