
Hari berganti terasa begitu cepat, Revano yang masih sibuk dengan pekerjaannya melupakan hari ini adalah ulang tahun anaknya yang ke 6 tahun.
Delisa sendiri sudah mengetahuinya dari Lilis dan akan membuat suprise untuk putri kecil yang sudah dia sayangi seperti anak nya sendiri.
Hanya pesta kecil-kecilan saja, tak banyak mengundang orang hanya teman Les Aurel saja yang berjumlah 7 orang.
Dengan senang hati Delisa membuat kue di bantu Pak Muh di kantor, Ya saat ini Delisa sudah bekerja kembali di kantor Revano tetapi beralih profesi sebagai chef tapi chef hanya untuk Revano seorang, entahlah pekerjaan Delisa di atur oleh Revano sesuka dirinya.
"Pak Muh, Delisa mau bikin kue kering kecil boleh?" tanya Delisa kepada Pak Muh.
"Boleh Neng, mari Pak Muh bantu." Pak Muh mulai memasukkan bahan-bahannya kedalam mixer dan di aduk menjadi satu, setelah bahannya khalis dengan segera Delisa menyetak adonan kue menggunakan cetakan berebentuk Love, bintang dan bulan.
Ting ...
Suara Oven berbunyi menandakan bahwa kue sudah matang.
"Yey Pak Muh kue yang besar nya sudah jadi." Delisa tersenyum senang melihat hasil karya nya yang mengembang dengan sangat cantik.
"Wih keren Neng, Mau di kasih buttercream nggak?" tanya Pak Muh.
"Boleh deh biar nggak terlalu polos juga." Delisa melihat Pak Muh yang sedang membikin buttercream berwarna pink yang terbuat dari Mentega putih, margarin, gula halus, susu kental putih, perasa vanila, garam dan pewarna makanan berwarna pink.
Delisa menghias nya dengan penuh ketelatenan hingga hasil nya merata.
"Duh Pak Muh, Deg-deg an ..." Delisa memegang dada nya setelah menghias kue dengan buttercream berbentuk bunga-bunga di samping dan di atas nya atas bantuan youtube di HP pak Muh.
"Cantik neng kue nya." Pak Muh memberi kedua jempol nya.
"Semoga Aurel suka ya Pak Muh?" Delisa tersenyum melihat kue kering nya sudah matang di tangan Pak Muh.
"Ih lucu banget Pak Muh!" Delisa berteriak histeris sambil menyicipi satu kue nya, "Enakk! Pak Muh emang chef yang bisa di andalkan!" Delisa tersenyum senang karena berhasil membuat kue untuk Aurel nanti siang.
"Pak Muh, Delisa berangkat dulu ya?." pamit Delisa meninggalkan kantor karena sudah di jemput oleh Anton di depan.
"Hati-hati Neng bawanya." seru Pak Muh.
***
"Aurel?"
"Hmm" Aurel sibuk memainkan ponsel di tangannya.
__ADS_1
"Aurel memang nggak mau punya Mommy seperti teman-teman Aurel?" tanya Lilis mengompori sang cucu nya.
"Kan Aurel sudah punya Mommy tapi kata Dady Mommy Aurel sudah di syurga." Aurel masih saja sibuk di layar HP nya.
"Ya Aurel mau nggak punya Mommy lagi? Kan nanti bisa ngajak Aurel jalan-jalan berdua, Mengantar Aurel ke sekolah, temenin bermain dan bobo setiap hari."
"Wah benarkah Oma?" tanya Aurel tergiur.
"Tapi Aurel sudah punya tante Delisa wlee .." lanjut Aurel menjulurkan lidahnya meledek sang nenek.
"Kan itu tante mu bukan mommy mu." ujar Lilis tersenyum karena sudah masuk perangkap jebakannya.
"Sama saja, kan tante Delisa juga temani Aurel bermain, temani Aurel tidur, jalan-jalan juga kok."
"Tapi nggak setiap hari kan?" Lilis terkekeh.
"Emm ya Oma." Aurel tertunduk lesu.
"Bilang sama Dady mu kalau kamu mau Tante Delisa menjadi Mommy sungguhan buat cucu Oma ini." jelas Lilis sambil mentoel hidung mancung Aurel.
"Emang bisa Oma?" tanya Aurel polos.
"Ya bisa saja, kalau Aurel bujuk Dady nya hebat."
Kringg ... Kringg ...
Lilis berdiri menjauh Aurel karena yang menelpon adalah Anton yang sudah membawa Delisa serta teman Aurel yang berjumlah 7 orang itu tetapi mereka membawa mommy nya masing-masing jadilah terlihat banyak.
"Lewat belakang saja." Ujar Lilis pelan.
Di belakang sudah tersusun dekor ulang tahun rapih bernuansa pink dengan bebalonan membuat suasana semakin ramai saja, di tambah suara riuh dari anak-anak dan para orang yang hadir disana, yang tak sabar menantikan Aurel.
"Oma, katanya mau mengajak Aurel jalan-jalan ke taman kota, tapi kok malah kebelakang sih!" Aurel menggerutu di gendongan Lilis.
Jedorr ...
Dorr ....
Dorr ....
"HAPPY BIRTHDAY AUREL!!" Teriak orang-orang serempak disana sambil menyanyikan lagu ulang tahun, Aurel sangat happy sekali melihatnya apalagi ada Delisa yang membawa kue di tangannya.
__ADS_1
"Happy birthday Aurel sayang!" Delisa menyulurkan kue nya agar lilinnya segera di tiup.
"Gendong!" Aurel beralih ke gendongan Delisa.
"Aurel sayang! Happy birthday nak!" Revano berlari terpogoh dan langsung menghujani ciuman di wajah Aurel.
"Dady telat!" Aurel terlihat kesal.
"Sory Dady lupa, Maafin Dady ya?" Revano mengambil paksa Aurel di gendongan Delisa.
"Aurel sini ayo kita bermain!" ujar teman Aurel yang sudah berada di depannya.
"Turunkan Dad, Aurel mau bermain dengan Ayisa, bye bye ..." Aurel menggandeng Ayisa dan berkumpul dengan teman-temannya, sedangkan Delisa menatap Revano penuh dengan tanda tanya.
"Kenapa?" tanya Revano melihat Delisa yang sedang menatapnya.
"Cihh ... Hari ulang tahun anak sendiri di lupain, kalau pekerjaan sampai luar negara nggak lupa ya." sindir Delisa lalu ia juga ikut menghampiri Aurel. Revano benar-benar terdiam lalu tersadar Delisa sudah tidak ada di depannya, ia juga mengikuti Delisa dari belakang.
"Aurel! Itu Mommy mu datang." ujar teman Aurel menunjuk Delisa yang sedang berjalan menghamipirinya.
"Itu Tante ku, Tante Delisa namanya." elak Aurel.
"Tapi nanti aku mau minta sama Dady agar Tante Delisa menjadi Mommy ku." lanjut Aurel dan memainkan mainannya kembali.
"Kamu bohong terus, kan memang aslinya kamu tidak punya Mommy seperti Mommy ku dan Mommy Ayisa." ujar Axcel teman Aurel.
"Aurel sedang main apa?" tanya Delisa.
"Tante! Aku mau tante jadi Mommy ku." Seru Aurel sambil memeluk Delisa dan menatap temannya kesal.
"Hah? Mo-Momy?" ujar Delisa tergagap.
"Baiklah karena Aurel sudah menjadi anak Dady yang pintar, maka Dady akan kabulkan permintaan mu." sahut Revano dari belakang.
Memang Revano sudah lama menyimpan perasaannya kepada Delisa, entah dari mana datang nya cinta mungkin karena dia melihat ketulusan Delisa memberi kasih sayang yang tulus kepada Aurel jadilah Revano sedikit-sedikit perasaan cinta itu mulai tumbuh, dan saat nya untuk menyatakannya, untunglah di bantu dengan sang anak membuatnya merasa bahagia.
Semoga saja Delisa menerimanya, Revano menantikan itu.
...🌹🌹🌹...
__ADS_1
Potret Delisa dan Aurel di pesta ulang tahun Aurel ..