Duda Ganteng Ku

Duda Ganteng Ku
Eps 83


__ADS_3

Usai menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari bandara, sampailah mereka di Singapura, negeri yang terkenal dengan patung Merlion yang menjadi simbol negaranya, tak lupa Singapura adalah salah satu negara industri yang sangat maju di kawasan Asia Tenggara bahkan di dunia. Hal ini dibuktikan dengan Singapura yang menjadi episentrum perdagangan dunia dan sebagai titik industri termaju di dunia.


Selama di perjalanan Lilis tidak tidur, ia hanya asyik memainkan ponsel nya saja, sedangkan Sanjaya sibuk berbincang dengan Anton terkait perencanaannya.


Mereka turun dan memasuki mobil sewaan yang sudah di siapkan Anton selama di Singapura, entah berapa lama mereka menginap disana, karena Sanjaya sibuk untuk menata bisnis nya, banyak kolega-kolega penting yang akan ikut di dalam pertemuannya.


Anton memesan hotel bintang lima, dengan fasilitas terbaik yang ada di Singapura, sengaja Anton memesannya karena tidak ingin Paman dan Bibi nya merasakan ketidak nyamanan.


Pelayanan hotel itu langsung mangambil kartu kamar yang akan di scane untuk membuka pintu kamar nya, pelayan memberikannya kepada Anton.


"Thankyou very much"


"Yes, Sir." sahut pelayan hotel itu dengan sopan.


"Masih ada waktu untuk beristirahat sebentar An, istirahatlah dulu," ujar Sanjaya kepada Anton.


Anton pun mengangguk dengan cepat, ia segera memberikan kartu nya kepada Sanjaya.


"Ayo sayang, kita istirahat dulu, Malam nanti akan ada acara besar." Sanjaya menarik tangan Lilis untuk memasuki kamar, kamar Anton ada di sebelahnya. Para bodyguard tidak tahu kemana mereka pergi, karena mereka selalu mode aktif dalam pekerjaannya.


***


Di kampus, Delisa sedang kumpul bersama teman-temannya di kantin, mengobrol sambil menikmati makanannya, sungguh hal manis yang tidak ada duanya.


"Del, lu mau ikut atau nggak? setelah pulang kampus kita mau nongki dulu di luar." tanya Affan.


Delisa menaruh sendok yang di pegangnya, "Tidak mungkin Fan, tahu sendiri suami gue kayak gimana" Delisa terkekeh.


"Ya sekali-sekali mah nggak apa-apa Del," sahut Kenzo.


"Bener tu Del," sahut Melati berkompromi.


"Ya sebenernya sih gue juga pengen gitu yakan kayak kalian, kan gue udah punya suami dan anak, beda sama kalian yang masih single" Delisa menggelengkan kepalanya pelan.


"Serem juga nanti kalau Pak Revano marahin kita-kita ya nggak? gara-gara istrinya di bawa kabur" ujar Affan tertawa


"Wah iya juga ya, baru kepikiran nih gue. Jangan main-main sama Delisa lah, takut gue di cincang sama suaminya." kata Kenzo bergidik ngeri, lalu pria itu pun ikut tertawa juga.


"Ada-ada saja kalian" Delisa hanya tersenyum menanggapi.


"Sudah lah, lebih baik kita masuk kelas saja, Ayo Del." Melati menarik tangan Delisa untuk pergi meninggalkan kedua pria yang ber-cap sebagai temannya itu.


"Tunggu Mel, aku ingin ke kamar mandi sebentar" ujar Delisa menepis tangan Melati yang menarik tangannya, ia segera berlari ke toilet, Melati ikut berlari mengejar Delisa yang sudah dulu ada di depan.


"Kenapa?" tanya Melati setelah melihat Delisa keluar dengan raut wajah yang susah di tebak.


"Mel, gu-gue telat haid."


Melati melebarkan matanya tak percaya "Wah yang bener Del? Gue jadi rich aunty dong nanti! Yes!" ujar Melati berjingkrak dan memeluk Delisa.

__ADS_1


"Semoga saja ya, nanti gue periksa ke dokter deh"


"Seneng banget gue Del, ya ampun ... " Melati jalan beriringan dengan Delisa menuju kelas nya, di area sekitarnya sudah sepi karena para mahasiwa sudah masuk ke dalam kelasnya masing-masing.


"Sssttt mulut lo bisa diem nggak Mel? ini juga belum pasti,"


"Positif thinking aja Del. Nggak usah tegang begitu muka nya, kan ada bokapnya,"


"Hm, terserah lo Mel, di kondisikan ya mulut nya."


"Siap Bos ..." ujar Melati dengan menaikkan kedua jempol nya.


Para mahasiswa-mahasiswi berhamburan ke arah pintu gerbang, ada banyak juga pria maupun wanita yang berbeda usia berlarian ke arah penitipan motor karena sudah waktunya untuk pulang.


Delisa langsung masuk ke dalam mobil jemputannya yang di kemudikan oleh Mang Karman, seperti biasa Delisa langsung menjemput putri kesayangan nya di sekolahnya.


Di barisan pintu gerbang banyak para ibu-ibu yang sudah stay dengan kendaraannya masing-masing.


Delisa yang terbilang umurnya cukup muda, ia ikut berdiri di barisan ibu-ibu. Bel pun berbunyi, terlihat Aurel berjalan sendiri tidak dengan temannya.


"Mommy!" seru Aurel senang.


"Ya sayang" sambut Delisa dengan halus, ia langsung menggandeng tangan Aurel membawanya ke dalam mobil.


"Apa ada tujuan lain dulu sebelum pulang, Nona?" tanya Mang Karman ramah, ia menengok ke kursi belakang.


"Em, bagaimana kalau nanti saja bersama Daddy?"


"Yes Mom, wekeend saja ya? Janji?!"


"Mommy janji sayang, wekeend kita ke timezone ya." Delisa mengelus rambut Aurel lalu menciumnya.


"Yeayy, Okey!"


"Baiklah kalau begitu kita pulang saja Mang," ujar Delisa kepada Mang Karman yang masih belum menjalankan mobilnya.


"Baik Nona,"


Mang Karman segera melajukan mobilnya untuk pulang, tak menunggu lama mereka pun sampai rumah karena jalanan cukup lenggang dan tidak macet.


"Sus!" Aurel masuk dan langsung menemui pengasuhnya.


"Salam dulu Nak!" Delisa menggelengkan kepala nya pelan.


"Hehehe lupa Mom, Assalamualaikum Sus!"


"Waalaikumsalam Nona kecil, Aurel mandi terus makan ya? ayo Sus bantu"


"Delisa ke atas dulu ya Sus, Aurel tidak boleh nakal sama Sus ya? Mommy ingin ke kamar dulu." ucap Delisa membuat gadis kecil itu menoleh.

__ADS_1


"Ya Mommy! Nanti setelah makan, Aurel ke atas nemenin Mommy"


"Oke, nanti Mommy tunggu di kamar ya?"


"Iya Mommy" sahut Aurel cepat.


Delisa langsung berjalan menaiki tangga, setelah masuk ke dalam kamarnya, ia memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu karena sudah lengket dan bau keringat menjalar di seluruh tubuhnya.


Delisa merendamkan dirinya di dalam bath-up berisi air hangat dengan campuran sabun di dalam nya membuat pikirannya terasa fresh.


'Aku harus membeli test-pack terlebih dahulu saja' gumam Delisa di sela-sela mandinya.


'Tidak boleh mengecewakan Mas Vano, langsung beli saja sebelum Mas Vano datang.' gumam Delisa lagi.


Setelah di rasa sudah cukup lama berendam, Delisa langsung mengguyur tubuhnya bawah guyuran shower yang menyala, kemudian ia langsung mengambil handuk mandi untuk menutupi tubuh polosnya dan langsung masuk ke dalam Walk in closet.


Delisa duduk sambil membuka artikel-artikel seputar kehamilan, tanda-tanda kehamilan yang di sebabkan oleh telat nya haid.


Ia juga juga bingung karena rata-rata kehamilan di tandai dengan adanya gejala muntah dan pusing tetapi dirinya tidak merasakannya.


Tanpa ba-bi-bu lagi, Delisa langsung saja mengambil kunci motor milik suaminya di dalam laci.


"Sayang, Mommy ingin keluar sebentar ya! Aurel sama Sus dulu." pamit Delisa melihat Aurel sedang makan di temani Bi Aam di samping nya.


"Ikut Mom!"


"Hanya sebentar sayang, Mommy tidak akan lama, nanti Mommy belikan eskrim saja asalkan Aurel duduk anteng sama Sus dulu"


"Ah Mommy-"


"Aurel mau ikut? Tapi nanti nggak akan Mommy belikan eskrim, pilih mana?" sedikit Delisa ancam karena ia tidak ingin Aurel ikut karena akan membocorkan rahasia nya saja. Delisa berpikir jika dirinya benar di nyatakan hamil, ia ingin memberikan suprise kepada suaminya nanti.


"Di rumah saja, tapi Mommy belikan Aurel eskrim yang banyakkk"


"Iya, nanti Mommy belikan yang banyak, Mommy pergi dulu ya, Assalamualaikum ..."


"Waalaikumsalam Mommy"


"Waalaikumsalam Nona"


jawab Bi Aam dan Aurel bersamaan.


***


Di apotik, Delisa langsung mengambil lima buah test-pack dan langsung membayarnya. Tak lupa dengan putrinya, ia menepikan motornya di supermarket untuk membelikan eskrim pesanan putri kecilnya.


Delisa mengambil beberapa picis eskrim dengan berbagai macam rasa dan warna, pakaian Delisa benar-benar sangat tertutup hingga siapa saja mungkin tidak dapat mengenalinya.


Setelah semua ter-beli, Delisa segera menjalankan motor matic nya sedikit cepat karena takut suaminya sudah pulang lebih dulu, ia tidak mau suaminya curiga pada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2