
...~Happy Reading~...
"Buuuuu! Mau pipisss!"
"Bubuuu hauss!"
"Bubu, bosen!"
Berbagai rengekan manja dari Kaila beberapa hari ini benar benar membuat telinga siapapun yang mendengar nya menjadi sangat gemas.
Bukan hanya Kenzo, Naura, Kiara serta Kaisar saja yang jengah mendengar suara teriakan Kaila kepada suami nya. Namun, juga Raka yang ikut kesal setiap kali ia pulang sekolah selalu melihat tante lucknat nya bermanja manja dengan sang suami.
"Tante kapan sih sembuh nya! Bosen tau Raka lihat tante di rumah terus!" cetus Raka seketika membuat Kaila langsung mendelik tajam.
"Heh tuyul, kalau kamu bosen, pindah aja sana. Bukannya rumah papa kamu sudah selesai? Jadi gantian, sekarang Tante yang disini. Kamu pindah sana hus hus hus!" usir Kaila seperti tengah mengusir anak ayam.
"Raka itu udah dari bayi disini! Jadi mendingan tante aja yang pergi!" kata Raka menolak.
"Lah, kamu pikir tante disini gak dari bayi! Ini rumah orang tua tante! Jadi tante yang berhak disini!"
"Ini juga rumah Opa nya Raka! Jadi Raka juga berhak disini!" balas anak itu seperti tak mau kalah.
"Aku anak nya jadi lebih menang!"
"Raka juga cucu nya, jadi pasti lebih di sayang lah sama Opa!"
__ADS_1
"Raka!" seru Kaila dengan kesal, setiap kali ia berdebat dengan sang keponakan tidak pernah ada habis nya dan pasti selalu dirinya yang kalah.
"Dasar perusuh!" cetus Kaila mendengus.
"Cie yang ngomongin diri sendiri!" kata Raka sambil tertawa.
"Ciee yang cinta nya juga di tolak Ryana!" balas Kaila lalu gadis itu langsung tertawa terbahak bahak, saat melihat wajah sang keponakan langsung terdiam pias.
"Sumpah, bercanda nya Tante GAK LUCU!" kata Raka penuh penekanan, lalu ia segera beranjak dan pergi ke kamar.
"Lah, anak tuyul ngambek hahaha!"
"Astaga Kaila, kamu ini ckckck!" dengus Naura yang baru saja memasuki rumah dan melihat adik ipar nya kembali berdebat dengan anak nya.
"Ada apa? Kakak mau nyamperin Raka, dia agak demam tadi," kata Naura menatap Kaila.
"Lah, bisa demam juga itu anak?" celetuk Kaila bingung.
"Dia masih anak manusia Kai!" saut Naura dengan ekspresi wajah datar nya.
"Oh iya lupa hihihihi, iya iya maaf. Kaila mau minta tolong sekalian bantu ke kamar, hehe," ujar Kaila dengan menyengir kuda.
Naura hanya bisa menghela napas nya berat, lalu ia membantu adik ipar nya untuk menaiki tangga satu persatu menuju kamar.
Setelah sampai, Kaila pun tidak langsung memasuki kamar. Melainkan ikut masuk ke dalam kamar Raka yang sedang terbuka sedikit.
__ADS_1
Kaila melihat bagaimana lembut nya Naura yang sedang mengganti pakaian Raka, lalu mengompres dahi anak itu dengan air hangat.
"Raka kena azab ya? Karena selalu usil sama Ryana?" tanya Kaila polos saat memasuki kamar Raka.
"Astaghfirullah, Kaila kenapa masuk kesini!" pekik Naura tertahan.
Ia sedang ingin membujuk Raka untuk minum obat. Namun bila ada Kaila, sudah bisa di pastikan akan gagal total. Raka memang anak yang kuat dan pemberani, namun bisa sudah berhadapan dengan obat atau rumah sakit, nyali nya akan langsung ciut.
Seperti saat dulu dia bertemu dengan Ryana di rumah sakit, itu karena Raka sedang kurang enak badan dan hendak di periksa. Namun, anak itu malah kabur hingga bertemu dengan Ryana.
Bukan hanya itu, saat dia terjun dari truk sampah ia juga tidak mau terlalu lama di rawat. Entah apa yang salah dengan anak itu, pemberani, kuat dan tengil. Cucu pemilik rumah sakit ternama, namun takut akan bau obat obatan.
"Tante, meskipun Raka lagi sakit, tapi Raka masih kuat loh nendang kaki tante biar gak sembuh sembuh!" ancam Raka dengan kesal.
"Hey, gak boleh gitu!" tegur Naura langsung menggelengkan kepala nya, "Lagian kamu Kai. Udahlah sana balik ke kamar kamu. Sebentar lagi Faaz pulang kan. Jangan ganggu Raka dulu!"
"Dih, siapa yang ganggu. Orang Kaila cuma nanya, dan mau ngingetin aja, makanya jangan rusuh rusuh biar gak kena azab!"
"Tanteeeeee!" teriak Raka hendak mengejar Kaila, namun dengan cepat Naura menahan nya.
Sementara itu, Kaila yang melihat teriakan Raka hanya bisa terkekeh dan segera kembali ke kamar nya.
Sejak tidak ada Kiano, maka Raka lah yang akan menjadi teman bertengkar dan adu debat Kaila. Karena ia juga tidak bisa kemana mana karena kaki nya yang sedang sakit. Jadilah hanya Raka yang bisa ia korban kan untuk mendapatkan hiburan.
...~To be continue.... ...
__ADS_1