Fate Story

Fate Story
Anak pungut


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Usai makan malam semua keluarga berkumpul di ruang keluarga. Seperti yang di katakan oleh Kaila, bahwa gadis itu ingin melakukan aksi protes kepada orang tua nya. Maka dari itu, papa Kaisar menyuruh anak gadis nya untuk menunda sampai habis makan malam.


“Jadi, apa yang ingin kamu protes?” tanya papa Kaisar membuka suara.


“Kenapa papa dan mama pilih kasih? Kenapa kalian lebih menyayangi Kiano daripada Kaila? Apakah Kaila anak pungut disini? Kenapa semuanya bersikap tidak adil pada Kaila? Padahal katanya Kaila dan Kiano itu kembar, tapi kenapa kami di bedakan? Kalau memang Kaila anak pungut, katakan siapa orang tua Kaila. Kaila mau pergi!” seru gadis itu panjang lebar dengan menahan rasa kesal di dada nya.


“Pa, anak pungut itu apa?” tanya Raka setengah berbisik kepada papa nya.


“Anak kecil diem dulu. Lihatin tante kamu nangis dulu,” balas Kenzo kepada sang putra, yang mana langsung mendapatkan hadiah utama dari sang istri berupa cubitan kecil di perut nya.

__ADS_1


Percayalah, cubitan kecil itu jauh lebih menyakitkan daripada cubitan besar. Namun Kenzo hanya mampu memekik tertahan dan menatap istrinya tajam, tanpa berani mengeluarkan suara lagi.


“Kenapa kamu bisa berfikir sejauh itu?” tanya mama Kiara menggelengkan kepala tak percaya.


“Mama Cuma kasih Kaila uang lima juta sebulan. Kamar yang sempit, gak ada Ac bahkan kamar mandi segitu kecil nya sudah seperti kamar mandi kucing! Sedangkan Kiano? Mama kasih dia kartu kredit, uang bulanan tiga kali lipat lebih besari Kaila. Selain itu, Kiano juga di kasih fasilitas motor, kamar lebih luas, bahkan kamar mandi nya juga besar sampai ada bathtub nya juga. Ini itu gak adil, Kaila gak terima!” seru nya lagi dan kini ia sudah mulai meneteskan air mata nya.


“Tunggu! Darimana lo tau kamar gue ada bathtub dan lebih luas?” tanya Kiano memotong ucapan Kaila.


Seketika itu juga, Kaila terdiam, ia berfikir bagaimana harus menjawab. Tidka mungkin ia menjawab bahwa ia sudah pernah masuk ke dalam kamar Faaz dan bermalam di sana. Atau mengatakan bahwa Faaz yang memberitahu nya, tidak. Itu sama saja ia menumbalkan pertemanan Faaz dan Kiano. Apakah ia bisa sejahat itu? Batin Kaila menggigit bibir bawah nya.


“Jawab Kai.” Kata Kian lagi menatap tajam pada saudara kembar nya.

__ADS_1


“Ya pokoknya gue tahu aja!” jawab Kaila masih dengan rasa kesal nya, “Tapi emang bener kan kata gue? Kamar lo dan fasilitas lo lebih dari segalanya dari gue!” imbuh Kaila membalas tatapan tajam dari Kiano.


“Lo gak masuk ke kamar gue kan!” tanya Kiano menahan rasa marah nya.


“Ngapain gue masuk kamar lo. Gak penting!” jawab Kaila dengan ketus, namun hanya beberapa detik ia selah tersadar akan sesuatu, “Tapi wait! Emang kenapa kalau gue masuk kamar lo? Jangan jangan—“


Baik Kiano maupun Kaila, keduanya langsung membulatkan mata dan saling menatap tajam. Keduanya seolah lupa sedang ada dimana dan bersama dengan siapa. Tidak ada yang perduli, keduanya sibuk dengan perdebatan dan pikiran masing masing.


Tentu saja Kiano tidak akan membiarkan siapapun memasuki kamar asrama nya, lantaran di kamar itu ada sesuatu yang sejak dulu ia rahasiakan. Jangankan Kaila, bahkan para sahabat nya saja tidak pernah ia izinkan untuk masuk ke dalam kamar nya. Lantas darimana Kaila tahu tentang fasilitas di dalam kamar nya? Batin Kiano masih berfikir keras.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2