
...~Happy Reading~...
Siang harinya, karena Faaz tidak mau membawa Kaila datang ke rumah pada hari ini. Akhirnya Michele yang merasa bosan, mencoba menghubungi para sahabat nya untuk mengajak nya berkumpul.
Setelah deal dan ia hendak pergi, tiba tiba sang suami pulang, hingga membuat wanita itu mengerutkan dahi nya, “Kok pulang? Perasaan tadi gak ada bilang mau makan siang di rumah deh.”
“Ada berkas yang ketinggalan. Ckckc!” jawab laki laki itu segera berjalan cepat memasuki rumah.
Michele segera menyusul suami nya ke ruang kerja, melihat sang suami begitu sibuk mencari sebuah berkas, “Berkas apa sih?”
“Berkas penting, kemari di pegang Faaz. Astaga anak itu, dia taruh kemana?” gumam nya berfikir.
Aldi nampak begitu gelisah dan bingung mencari berkas penting yang dari klien nya. Ia pun menghubungi Faaz dan mencoba bertanya langsung pada sang empu nya.
“Halo Pa,” jawab nya dari seberang sana.
“Faaz, dimana berkas yang kamu lihat semalam? Papa cari gak ada,” ujar Aldi langsung pada inti nya.
“Oh iya Faaz lupa. Ada di kamar. Faaz udah cek dan benerin beberapa poin yang kurang tepat. Coba nanti papa cek lagi,” ujar anak remaja yang beranjak dewasa itu.
“Kamu lagi di jalan?” tanya Aldi langsung mengerutkan dahi nya ketika mendengar suara berising.
“Iya Pa, ya udah nanti Faaz coba ke kantor Papa kalau gitu, lagi di jalan soalnya.” Kata nya dan Aldi langsung menyudahi panggilan telfn itu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Aldi sudah berhasil menemukan berkas yang ia maksud yang memang benar adanya di dalam kamar Faaz. Tanpa berlama lama, ia pun segera pergi untuk kembali ke kantor. Namun, ternyata sang istri ingin ikut untuk di antarkan ke restauran tempat nya mengadakan acara kumpul dengan para sahabat nya.
“Nanti mau di jemput?” tanya seorang laki laki yang baru saja memberhentikan mobil nya di sebuah restauran.
“Gak usah, aku nanti pulang sama Renata atau Nisa aja. Kamu katanya mau ada meeting penting.” Jawab nya tersenyum, lalu mengecup pipi sang suami.
“Baiklah, aku pergi dulu,” ujar Aldi berpamitan dan di balas anggukan kepala oleh Michele.
Michele segera masuk dan mencari tempat duduk. Tak berapa lama, dua sahabat nya datang dan mereka pun memesan makanan. Makan siang sambil sesekali bercerita dan bercanda. Hingga tiba tiba suara getaran ponsel membuat obrolan mereka terhenti.
Drrttt ... Drrttt ... Drrtttt ...
“Halo,” jawab Michele seraya menyeruput minuman nya.
“H—hah! M—maksud Bapak? Gak mungkin Pak, s—saya ... “
Brukkk!
Seolah tak sanggup untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut, tubuh wanita itu langsung terjatuh ke lantai dan tak sadarkan diri.
“Michele!” pekik dua wanita yang duduk di seberang Michele itu langsung terkejut dan panik. Renata dan Nisa segera beranjak dari tempat duduk nya dan meminta bantuan kepada pengunjung Kafe.
“Halo, halo maaf ini siapa ya?” tanya Nisa mengambil alih ponsel yang ternyata masih tersambung.
__ADS_1
“Iya Halo, maaf dengan siapa?” tanya seorang laki alki dari ujung seberang sana.
“Maaf, teman saya pingsan. Kalau boleh tahu ini dengan siapa?” tanya Nisa sedikit melirik ke arah Michele.
“Maaf Bu, saya hanya ingin mengabarkan bahwa korban bernama Faaz Aldiansyah mengalami kecelakaan beruntun di jalan suka damai.”
“A—apa! Bagaimana bisa Pak?” pekik Niksa tak kalah terkejut dari sahabat nya.
Dan laki laki itu pun akhirnya menjelaskan bahwa saat itu, ia sedang berhenti karena traffic light menyala merah. Di belakangnya terdengar suara benturan yang ternyata berasal dari sebuah truk yang cukup kencang melaju hingga menabrak sejumlah kendaraan di depan nya. Ada dua mobil ringsek dan sembilan motor yang ringsek. Mengakibatkan banyak korban jiwa mengalami luka parah dan ada juga yang langsung meninggal di tempat.
“Untuk saat ini, korban sudah di larikan ke rumah sakit. Tadi saat saya membantu mengangkat tubuh korban saya menemukan kartu nama di dalam saku jaket nya. Maka dari itu saya berusaha mengabari nomor ini.” tutur nya panjang lebar.
“Astagfirullah, lalu bagaimana keadaan nya saat ini Pak? Dan di rumah sakit mana?”
“Untuk saat ini, semua korban di larikan ke Pranata Hospital. Dan untuk info lebih lanjut, ibu di minta agar segera datang ke rumah sakit untuk memastikan,” ujar laki alki itu lalu segera memutuskan sambungan telfon nya, “Agar Ibu bisa meminta penjelasan kepada polisi.”
“Baik Pak, terimakasih,” ucap Nisa segera mematikan sambungan telfon nya.
“Ada apa Nis?” tanya Renata menatap Nisa takut.
“Faaz, dia kecelakaan. Kita langsung bawa Michele ke rumah sakit!” ujar Nisa lalu ia meminta tolong kepada orang untuk membantu nya mengangkat tubuh Michele ke mobil.
...~To be continue ......
__ADS_1