Fate Story

Fate Story
Promosi calon suami


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Sekarang, jelaskan sama Papa. Ngapain kamu berduaan sama laki laki di Hotel!" tanya Papa Kaisar dengan tegas.


Kini, Kaila sudah berada di asrama nya bersama sang ayah. Ia memang meminta agar di antar kan ke Asrama saja.


"Sebelum Kaila jawab, coba deh Papa jawab dulu. Papa bisa tau kalau Kaila di sana darimana?" kata Kaila yang malah menjawab pertanyaan ayah nya dengan pertanyaan.


"Astaga Kai," desis Kaisar langsung memijit pelipis nya, lalu menghela napas berat.


"Vito melihat kamu dan Faaz masuk ke Hotel. Kamu nya nolak, tapi di paksa. Karena khawatir, Vito telfon Kiano. Sedangkan Kiano lagi sama Papa!" jelas Kaisar pada putri nya.


"Papa ngapain ketemu Kiano? pasti mau ngasih duit jajan lagi kan? Papa selalu umpet umpetan kalau mau kasih uang tambahan ke Kiano. Selalu saja begitu, giliran Kaila cuma segitu segitu aja!" sungut Kaila berdecak kesal.


"Kai! sekarang yang harusnya marah dan kesal itu Papa. Kenapa jadi kamu yang interogasi Papa sih?" seru papa Kaisar tak kalah kesal dari putri nya.


"Pah, Kaila gak ngapa ngapain sama Faaz. Beneran deh," ucap Kaila berusaha meyakinkan ayah nya.


"Lalu ngapain kalian di Hotel? berdua! ingat Kai, kamu masih kuliah!" ucap papa Kaisar dengan tegas.


"Iya Pa, Kaila tahu. Tapi... "

__ADS_1


"Tapi apa?"


"Hiks hiks hiks tapi tadi, Kaila sudah—"


"Sudah apa? bilang sama Papa!" ucap papa Kaisar langsung memegang kedua bahu putri nya.


"Pah, kalau misal Kaila hamil gimana?" tanya Kaila mendongakkan kepala nya menatap sang ayah.


"Jangan gila kamu Kai! Kalau sampai kamu hamil di luar pernikahan. Maka Papa tidak akan segan membunuh laki laki itu!" ancam Papa Kaisar menatap tajam pada putri nya.


Glek


"Jadi, lebih baik sekarang kamu jujur sama Papa. Kamu sudah di apain aja sama dia?" tanya Papa Kaisar sekali lagi.


Dengan cepat, Kaila menggelengkan kepala nya karena takut, "Pa, Kaila sayang sama Faaz. Kaila mau menikah sama Faaz, boleh?" cicit nya begitu lirih.


"Selesaikan kuliah kamu, baru mikir untuk menikah!" jawab Papa Kaisar dengan cepat.


"Tapi bagaimana kalau Kaila sudah terlanjut—" gumam Kaila pelan sambil menggigit bibir bawah nya.


"Sudah apa? katakan sama Papa! Kalau sampai benar kamu berani macam macam sama laki laki tadi, maka Papa tidak akan segan memberikan nya pelajaran!" ancam Papa Kaisar lagi.

__ADS_1


"Pah, kalau semisal Faaz ngelamar Kaila. apa Papa akan menerima nya?"


"Tergantung!" jawab Papa Kaisar menghela napas nya dengan berat.


"Mati dong Pa kalau di gantung!" gumam Kaila langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal.


"Tergantung Sayang, bukan di gantung!" ucap Papa Kaisar semakin pusing menghadapi putri nya.


Memang selama ini, untuk urusan Kaila. Kaisar lebih suka menyerahkan kepada istri nya, Kiara. Dan kini, ia tahu, mengapa selama ini istrinya selalu mengeluh sakit kepala setiap habis menegur Kaila. Karena ternyata rasanya seperti ini.


Bukan Kaisar tidak bisa tegas, namun ia bukanlah orang tua yang kasar. Selama masih bisa di bicarakan baik baik, maka ia akan mengajak anak anak nya untuk berbicara baik baik. Kecuali sudah di luar batas, maka Papa Kaisar baru akan bertindak kasar.


"Tergantung nya, tergantung sama apa? Papa yang jelas dong, ah!" kata Kaila kembali berdecak.


"Faaz itu sempurna loh Pa. Dia anak ganteng, baik, rajin sholat nya. Faaz juga pinter ngaji, Kaila udah sering di ajarin sama Faaz. Terus dia juga anak yang rajin, pinter. Kalau Kiano kan cuma pinter doang, nah kalau Faaz dia rajin juga Pa. Faaz rajin bersih bersih, bisa cuci piring, cuci baju, bahkan masak dia juga bisa. Apalagi nyapu sama ngepel, dia jago banget. Pokoknya, dia menantu idaman Pa," jelas Kaila panjang lebar.


Bukan kagum, Papa Kaisar justru di buat melongo dengan putri nya sendiri.


"Kamu mau promosi calon suami, atau calon ART?" tanya papa Kaisar dengan ekspresi wajah datar nya.


...~To be continue......

__ADS_1


__ADS_2