
...~Happy Reading~...
“Rish, aku minta maaf. Tapi, bisakah kamu turun disini? Naik taxi ke sekolah, gapapa ya?” ujar Faz seraya menghentikan mobil nya di pinggir jalan.
“Hah, kenapa kak?” tanya Erish sedikit bingung.
“Aku lupa ada urusan mendadak. Sorry banget, nanti aku jelasin semuanya. Tapi ini penting banget.”
Melihat Faaz yang memohon seperti itu, akhirnya Erish menganggukkan kepala nya dan menurut. Erish segera turun dengan tatapan wajah bingung nya menatap kepergian mobil Faaz. Mengapa di jemput, bila pada akhirnya di turunkan di pinggir jalan? Harusnya Faaz bisa bilang sejak saat masih di rumah, agar Erish bisa berangkat ke sekolah dengan supir, batin nya sedikit kesal.
Sementara itu, Kaila yang berada di dalam mobil nya hanya bisa meluapkan kekesalan dan kekecewaan nya dengan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Ia tidak perduli sudah berapa banyak mobil yang ia serempet, karena hatinya saat ini benar benar sedang sangat kacau.
"Hahaha, sumpah Kai, lo itu cewek paling bodoh, tolol, dan mengenaskan di bumi ini. Hahaha, astaga, bisa bisa nya lo pacaran sama tunangan orang lain. Dan yang lebih parah, tunangan nya itu adek lo sendiri. Adek sepupu lo! bangsaatttt!" pekik Kaila dengan segala kekecewaan nya langsung memukul setir mobil nya.
"Apa yang harus lo lakuin sekarang hah? Siapa yang lebih dulu dan siapa yang di khianati sekarang? Yang jelas, sekarang status lo gak jelas Kai. Semua orang tahu kalau cowok lo tunangan adek lo. Cuma lo yang jadi cewek begok disini, cuma elo Kailaaaa!" teriak nya dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya.
Drrttt ... Drrttt.. Drrttt ...
Beberapa kali ia melirik ke arah ponsel nya yang bergetar, dan melihat nama Bubu kesayangan tertera di layar ponsel nya. Membuat hati Kaila semakin terasa sakit dan perih. Dengan cepat dan tanpa babibu, Kaila mengambil ponsel nya dan membuang nya ke luar jendela.
__ADS_1
"Hahaha bangsat!! semua cowok di dunia ini bangsaattt!"
Untuk kesekian kalinya ia terluka. Untuk kesekian kalinya ia kecewa dan untuk kesekian kalinya ia di tinggalkan, di tipu dan bahkan di hancurkan hingga berkeping keping.
Aaarrrrrkkkkkk!
Pekik nya dengan kencang memukul setir mobil untuk meluapkan amarah nya. Kaila terus menangis dan meraung di dalam mobil nya, ia mengendarai mobil tak tentu arah hingga tiba tiba ia merasakan ada yang tidak beres dengan mobil nya.
“Setan, kenapa harus mogok sih! Bangsaattt!” umpat Kaila semakin emosi ketika mobil nya berhenti di pinggir jalan yang ia sendiri tidak tahu ada dimana.
“Gue mana ngerti mobil ginian sih. Astaga, kenapa lo mesti mogok di saat yang gak tepat hah!” bentak nya kepada mobil dan langsung menendang nya dengan cukup keras.
“Sial banget gue hari ini, huaaa hati gue sakit, kaki gue ikut sakit. Papaaa Mamaaa hiks hiks hiks.” Teriak Kaila meluapkan kekesalan dan emosi nya di pinggir jalan, tanpa perduli banyak mobil yang berlalu lalang.
Tinnn ... Tin ... Tinnn ...
Kaila langsung membalik tubuh nya ketika mendengar suara klakson mobil lain. Ia melihat ada satu buah mobil yang berhenti dan menghampiri nya.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya laki laki yang baru saja turun dari mobil nya.
__ADS_1
“Mobil saya mogok Om,” kata Kaila dengan wajah sedih nya, “Saya buru buru hiks hiks hiks.”
“Boleh saya bantu?” tanya orang itu lagi dan dengan cepat Kaila menganggukkan kepala nya.
“Terimakasih om sebelum nya.” Ucap Kaila segera menghapus air mata nya dna ikut melihat orang itu mengotak atik mesin mobil nya.
“Tidak ada masalah apa apa,” batin orang itu heran, “Saya masuk ke dalem ya?” tanya nya meinta izin dan Kaila pun langsung menganggukkan kepala nya.
‘Astaga!’ gumam laki laki tiu menggelengkan kepala nya ketika sudah masuk ke dalam mobil Kaila.
Bak seperti tempat sampah, karena ada begitu banyak tisu bekas berserakan di dalam mobil. Ya, memang, tadi saat di lampu merah, Kaila sempat melihat pedagang asongan dan ia memborong semua tisu nya dari beberapa pedagang asongan. Jadi jangan heran bila banyak tisu kotor berserakan.
“Mobil kamu gak rusak,” kata laki laki itu setelah turun dari mobil Kaila.
“Terus kenapa? Tiba tiba aja berhenti dia,” ucap Kaila polos.
“Bensin nya habis.”
“Hah!”
__ADS_1
...~To be continue ......