Fate Story

Fate Story
Luapan amarah Fa'az


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Faaz, sudah Nak. Biarkan Kaila tenang di sana. Jangan seperti ini, kasihan Kaila,” kata papa Aldi berusaha untuk membujuk putra nya.


“Sstttt, Papa diem dulu. Jangan gangguin Kaila, dia sedang istirahat,” ujar Faaz yang mulai melantur, laki laki itu begitu enggan untuk meninggalkan ruang jenazah.


Meskipun dari pihak keluarga, sudah ingin membawa Kaila untuk pulang agar segera di makamkan. Namun Faaz tidak mengizinkan nya, ia tidak perduli dengan suara suara orang yang menyuruh nya untuk melepaskan tangan Kaila. Justru laki alki itu semakin erat memeluk tubuh gadis yang sudah tak bernyawa itu.


Kenzo, Kiano bahkan papa Kaisar sekalipun tidak ada yang bisa membujuk Faaz.


“Faaz, sadar Nak, jangan begini hiks hiks. Biarkan Kaila pergi, jangan seperti ini, Mama mohon,” pinta mama Michele ikut membujuk sang putra.


Faaz yang mendengar suara sang mama, seketika langsung tersadar. Ia mengalihkan pandangannya, menatap sang mama, namun dengan ekspresi wajah datar nya.

__ADS_1


“Sayang, ikhlasin Kaila ya. Mama yakin, Kaila sudah bahagia di sana, Mama mohon,” ujar mama Michele lagi, kini wanita itu berusaha untuk memeluk anak nya, namun dengan cepat Faaz menepis kasar tangan mama nya.


“Ikhlas? Apakah kalau Faaz ikhlas maka Kaila akan bahagia?” tanya Faaz dengan eskpresi wajah datarnya menatap mama Michele.


“Hahaha, mama salah!” tawa Faaz seketika langsung pecah saat melihat mama nya menganggukkan kepala, “Mama yang bahagia! Bukan Kaila apalagi Faaz, tapi Mama! Cuma mama yang bahagia dengan kepergian Kaila!”


“Faaz, enggak! Mama—“


“Ini kan yang Mama inginkan? Ini kan yang Mama mau, jawab Ma!” bentak Faaz menatap marah kepada mama nya di sertai air mata yang terus mengucur deras di wajah nya.


“Gara gara Mama, gara gara Mama sekarang Kaila benar benar pergi. Kaila benar benar pergi dari hidup Faaz. Bukan hanya dari hidup Faaz Ma, tapi juga dari keluarga nya. Mama adalah orang tua terjahat yang pernah Faaz temui!” imbuh laki laki itu begitu lirih, lalu ia kembali memeluk kekasih nya.


“Faaz maafin Mama. Mama tahu kalau Mama salah, tapi sungguh, mama juga tidak ingin hal seperti ini terjadi, mama gak mau!” ucap mama Michele berusaha membujuk putra nya.

__ADS_1


Merasa mama nya mendekat dan menyentuh punggung nya, seketika itu juga Faaz langsung mendorong mama nya hingga hampir terjatuh, namun beruntung karena papa Aldi berada di belakang mama nya dan langsung menangkap nya hingga tidak terjatuh ke lantai.


“Faaz!” bentak sang papa marah.


“Jangan berisik Pa. Papa gangguin Kaila lagi istirahat! Lebih baik, Papa ajak istri papa keluar, biar gak terus mengganggu Kaila!” ucap Faaz dengan ekspresi wajah datarnya.


Hancur, itulah yang di rasakan oleh Michele saat ini. Ia tidak menyangka bahwa semua akan terjadi sampai sejauh ini. Dan kini, putra nya sendiri benar benar membenci nya.


Sementara itu, Kenzo dan Kiano yang juga berada di dalam ruangan itu hanya bisa terdiam dengan kesedihan nya, tanpa berani ikut campur. Karena papa Kaisar sudah melarang keduanya untuk menghakimi Faaz.


Ini adalah murni kecelakaan, dan yang bersalah bukanlah Faaz, melainkan pemilik truk yang sudah menabrak banyak pengendara, termasuk Kaila dan Faaz.


Pemilik truk itu sudah di periksa oleh pihak kepolisian, dan ternyata positif seorang pemakai dan pengedar. Bahkan, muatan di dalam truk itu di temukan beberapa barang selundupan, sehingga pelaku sudah di berikan hukuman yang setimpal.

__ADS_1


Maka dari itu, papa Kaisar melarang Kenzo apalagi Kiano untuk menghajar Faaz. Karena Faaz jugalah seorang korban, dan juga dia berhenti di jalan yang tepat, yakni lampu merah. Jadi dia tidak bisa menghindari Takdir yang di berikan oleh sang pencipta.


...~To be continue.......


__ADS_2