Fate Story

Fate Story
Perdebatan orang tua


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hati yang sempat merasa lega kala itu, kini nyatanya tak bertahan lama. Hatinya kembali di buat resah akibat ulah mama nya. Ya, mama nya tidak menyerah, dan kini justru mama nya diam diam mengatur rencana baru untuk membuat pesta pernikahan Faaz dan Erish.


“Kamu kenapa sih Bu?” tanya Kaila sambil memakan ice cream coklat nya, “Dari tadi kayaknya resah terus.”


“Mama ku masih gak mau nyerah, Mu. Aku bingung,” jawab nya lalu menghela napas berat.


“Kamu akan tetap menikah dengan Erish?” tanya Kaila dengan tubuh sedikit bergetar hingga mampu membuat es krim di tangan nya terjatuh.


“Mu, aku tidak akan pernah menikah dengan siapapun, kecuali kamu.” Ucap Faaz berusaha meyakinkan Kaila.


Kini laki laki itu sudah duduk berjongkok di depan kaila dan menggenggam tangan nya dengan begitu lembut.


“Ta—tapi bagaimana Bu? Mama kamu tidak menyukai ku, dan mama kamu tetap akan menikahkan kamu dengan Erish, aku—“


“Sssttt mama bukan tidak menyukai kamu, tapi mama belum mengenal kamu. Dan kamu tenang saja, papa ada di pihak ku. Papa juga akan membantu kita untuk bisa selalu bersama,” ucap Faaz kembali meyakinkan.

__ADS_1


“Kamu menyuruh ku tenang Bu, sementara kamu dari tadi resah,” kata Kaila menghela napas nya dengan kasar


“Mu, jawab pertanyaan aku,” ucap Faaz dengan serius, “Do you love me?”


“Pertanyaan apa itu, jelas kamu tahu gimana perasaan aku Bu,” jawab Kaila dengan perasaan semakin kesal.


“Apakah kamu bisa percaya sama aku?” tanya Faaz lagi.


“Percaya dalam hal apa?”


“Kita pergi sekarang!” Faaz segera bangkit dan mengajak Kaila untuk pergi ke suatu tempat.


Sementara itu, di Jakarta, Michele dan Aldi sejak tadi terus berdebat untuk kebahagiaan anak semata wayang nya. Michele yang ingin bahagia Faaz bersama Erish, dan Aldi yang ingin Faaz bahagia dengan gadis pilihan nya sendiri. Untuk kali pertama, Aldi berani melawan dan berdebat dengan Michele.


Selama ini dirinya selalu mengalah dan mendukung apapun yang di lakukan oleh istri nya, asal itu benar untuk kebaikan. Namun tidak untuk kali ini, ia tidak ingin anak nya akan menyesal seumur hidup bila tetap menikah dengan Erish.


“Kamu tahu kan, pernikahan itu komitmen seumur hidup!” kata Aldi dengan penuh penekanan.

__ADS_1


“Justru itu Mas, aku ingin Faaz menikah sama Erish, karena mereka sudah cocok. Bukan hanya dari segi bibit, bebet, dan bobot. Tapi keduanya memiliki sifat yang sangat mirip!” balas Michele kekeuh.


“Cocok menurut kamu, belum berarti cocok menurut Faaz.” Kata Aldi datar, “Yang mau menikah anak mu, bukan kamu.”


“Kok kamu jadi gitu sih ngomong nya!” sungut Michele semakin kesal.


“Sekarang aku balik pertanyaan nya. Bila dulu seandainya aku di jodohkan dengan cewek lain di Korea, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Aldi dengan wajah datar nya.


“Jadi kamu dulu pernah mau menikahi cewek korea? Iya hah!” seru Michele mulai berapi api.


“Jawab dulu!”


“Aku akan menyusul mu ke sana dengan bawa golok. Aku cincang kalian berdua di pelaminan!” balas Michele dengan ketus dan tanpa pikir panjang.


“Bagaimana kalau itu terjadi pada putra mu? Bagaimana kalau pacar Faaz datang di saat hari pernikahan Faaz dan Erish? Bukan Faaz yang akan di cincang oleh gadis itu, melainkan ibu dari pengantin nya.” Kata Aldi yang seketika membuat mata Michele terbuka lebar.


“Ibu dari pengantin nya?Berarti aku dan Nisa? D—dia mau membunuh ku?” pekik Michele langsung menatap tajam pada suami nya.

__ADS_1


“Maybe, karena kamu disini yang memaksa hubungan mereka berakhir. Sama seperti kamu yang tidak ingin hubungan kita berakhir, maka tidak menutup kemungkinan kekasih Faaz akan melakukan hal yang sama.” Imbuh Aldi dengan tersenyum tipis, lalu ia segera pergi meninggalkan istri nya di kamar.


...~To be continue .......


__ADS_2