Fate Story

Fate Story
Malam panjang


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Sungguh Fay, sejak saat itu rasa bersalahku pada Kaila terus menghantui ku. Dan sekarang, aku kembali mengabaikan nya, membiarkan nya untuk ikut ke gunung hingga dia mengalami hal itu lagi. Aku—“


“Kiano, hey. Kiano dengerin aku!” seru Fayya langsung menggenggam kedua tangan Kiano, saat laki laki itu terus merasa bersalah dan memukul mukul kepala nya.


“Dengerin aku,” ucap Fayya lagi dengan suara yang begitu lembut, yang mampu membuat Kiano kembali terhipnotis, “Kaila dulu dan sekarang sudah berbeda. Dulu dia masih anak-anak. Dan sekarang dia sudah remaja, dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan. Dan juga, dia sudah bersama Faaz. Bukankah kamu bilang Faaz membawa nya ke Klinik? Jangan khawatir,” imbuh Fayya tersenyum tenang.


“Kamu belum tahu Kaila, Fay. Dia memang sudah besar, harusnya bisa memilah dan menimbang mana yang baik dan tidak, tapi—dia tetap tidak bisa melakukan itu, dia selalu ceroboh, manja dan cengeng.” Keluh Kiano menghela napas nya berat.


“Aku yakin, Kaila sudah baik baik saja. Aku memang belum lama mengenal dia, tapi aku yakin dia sekarang sudah tidak kesakitan atau menangis lagi, dan mengingat sifat Kaila yang seperti itu, aku justru cemas terhadap Faaz.” Ucap Fayya malah menyengir.


Benar, Faaz. Bagaimana bisa Kiano melupakan laki laki itu? Batin nya.


Dirinya sudah terbiasa di recoki dan rusuhi oleh Kaila, namun bagaiman dengan Faaz. Kiano segera turun dari tempat tidur dan menuju meja dimana ponsel nya sedang di charge karena kehabisan daya.

__ADS_1


“Kamu mau ngapain?” tanya Faya mendekati Kiano.


“Mau telfon Faaz, aku harus memastikan mereka baik baik saja dan sudah berada di asrama,” jawab Kiano tanpa menatap ke arah Fayya.


“Memang nya ada sinyal? Masih hujan lebat loh di luar. Lebih baik kamu istirahat, biar besok pagi kita bisa langsung pulang. Percaya deh, Kaila akan baik baik saja, kecuali faaz karena aku kurang yakin,” ucap Fayya sekali lagi yang membuat Kiano tanpa sadar tersenyum, membayangkan bagaiman kesal dan jengkel nya Faaz di rusuhi oleh adik nya.


Faaz terkenal akan dingin dan cuek nya. Bahkan, dengan tunangan nya saja laki alki itu cukup cuek dan jarang interaksi, apalagi dengan Kaila yang sangat menyebalkan seperti itu.


“Baiklah, kita tidur,” ucap Kiano pada akhirnya, mengurungkan niat untuk menyalakan ponsel dan kembali ke tempat tidur.


Lagi lagi hanya keheningan yang terjadi. Baik Fayya maupun Kiano keduanya tidak ada yang bisa memejamkan mata. Keduanya masih asik dengan pikiran nya masing masing menatap pada langit langit kamar nya.


“Fay, No!” panggil keduanya bersamaan.


“Kamu dulu,” imbuh nya juga bersamaan, hingga membuat keduanya terkekeh.

__ADS_1


“Fayya,“ panggil Kiano akhirnya mengalah.


“Iya,” jawab Fayya menoleh dan menatap ke arah Kiano yang ternyata juga tengah menatap ke arah nya.


“Apa kamu sudah punya pacar? Bagaimana kalau dia tahu kamu berduaan dengan cowok lain di dalam kamar seperti ini?” tanya Kiano dengan pelan.


Tentu saja, Fayya langsung terkekeh mendengar pertanyaan konyol dari Kiano. Yang mana malah membuat laki laki itu bingung.


“Seharusnya aku yang bicara seperti itu, NO.” Jawab Fayya kembali terkekeh, “Kamu bagaiman nanti kalau ketahuan cewek kamu? Kamu nginep di rumah ku, mengajak ku ke gunung dan sekarang chek in dalam satu kamar. Bagaimana kabar nya nanti? Aman?” tanya Fayya menggelengkan kepala nya.


“Siapa?” tanya Kiano langsung beringsut dan duduk menatap Fayya.


“Cewek yang kamu cium beberapa waktu lalu,” jawab Fayya tersenyum kecut, sementara Kiano langsung membulatkan matanya dengan sempurna kala mendengarkan perkataan gadis di depan nya.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2