Fate Story

Fate Story
Rencana pulang


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Oh iya, minggu depan aku akan pulang ke Jakarta. Kamu mau ikut gak, Mu?” tanya Fa’az ketika kini sudah sampai di tempat tujuan.


Fa’az membawa Kaila ke sebuah danau yang terdapat taman bunga. Sepi dan menenangkan, begitu cocok untuk di gunakan saat bersantai apalagi berduaan.


“Ngapain Bu? Yang lain gimana? Balik semua?” tanya Kaila seraya menerima sebuah es krim dari Fa’az dan langsung mendapatkan anggukan kepala oleh Faaz.


“Ada acara keluarga. Orang tua Victor mau ngadain acara, semacam anniversary pernikahan gitu,” jelas Fa’az seraya mengusap bibir Kaila yang terkena lelehan es krim.


“Ohh, ya udah aku ikut. Tapi aku gak bisa datang ke acara keluarga kamu, gapapa kan?” kata Kaila yang langsung di setujui oleh Fa’az, “Aku mau buat perhitungan sama mama ku!”


Ya, sejak Kaila berpacaran dengan Fa’az, kini gadis itu sudah tidak memakai lo gue lagi. Melainkan kini sudah berganti menjadi aku kamu, lantaran permintaan dari Fa’az tentu nya.


“Aku gak mau kalau kamu sampai berbicara kasar lagi, apalagi sama orang tua. Kamu ingat kan, setiap kata yang kita ucapkan—“

__ADS_1


“Adalah doa,” sambung Kaila dengan cepat, “Aku tahu. Tapi Bu, mama ku udah keterlaluan. Mama gak adil, aku hanya ingin meminta keadilan saja kok.”


“Keadilan yang seperti apa?” tanya Fa’az mengerutkan dahi nya.


“Penambahan uang jajan lah. Yang bener aja, aku Cuma di jatah lima juta Bu, sementara Kiano? Dia kartunya gak di tahan, dan setiap bulan masih dapat kiriman tiga kali lipat dari aku, siapa yang gak iri coba? Kita ini kan kembar, tapi aku merasa kaya anak pungut,” celoteh Kaila panjang lebar, membuat Fa’az langsung terdiam.


Ya, ia merasa bersalah karena sempat keceplosan bicara pada Kaila. Saat itu, saat mereka sedang makan malam bersama, niat Fa’az ingin mentraktir teman teman nya, namun ternyata dompet nya tertinggal. Yang membuat nya dengan terpaksa meminjam kartu milik Kiano. Karena antara mereka berempat tidak ada rahasia dan saling terbuka apalagi soal keuangan tidak ada yang perhitungan, jadilah Kiano langsung memberikan nya begitu saja.


Padahal, Kiano sudah mewanti wanti dirinya agar tidak berkata apapun kepada Kaila. Namun ternyata Fa’az justru malah keceplosan ketika malam nya ia datang ke asrama Kaila dan di tanya tadi membayar dengan apa, Fa’az dengan santai nya mengatakan bahwa sudah di bayarkan oleh Kiano. Tentu saja Kaila langsung merasa murka dan marah, dan itu berlangsung hingga saat ini.


“Gak bisa!” kata Kaila dengan cepat, “Aku bukan cewek matre yang suka minta duit ke cowok!” sambung nya langsung berdecak.


“Kamu gak minta dan kamu bukan cewek matre. Aku yang ngasih, dan aku gak mau kamu sampai bertengkar hanya masalah sepeleh begini.”


“Sepeleh kamu bilang? Ini bukan sepeleh Bu!” seru Kaila langsung bangkit dari duduk nya dan menatap Fa’az kesal.

__ADS_1


“Mu!“


“Udahlah Bu, aku gak mau berantem gara gara Kiano.” Saut Kaila kembali duduk namun wajah nya masih di tekuk.


“Kamu marah sama aku?” tanya Fa’az pelan.


“Entah!” jawabnya kesal.


“Maaf,”


“Kok kamu yang minta maaf?” tanya Kaila semakin kesal, “Yang salah mama aku, kenapa dia beda bedain aku sama Kiano. Kenapa malah kamu yang minta maaf, ih sebel aku!”


Ingin rasanya Fa’az mengatakan bahwa kesalahan ada pada dirinya, yakni Kaila sendiri. Tentu saja orang tuanya tidak akan membeda bedakan bila saja dirinya tidak melakukan kesalahan. Lagipula, tante Kiara pasti juga sudah menduga bahwa Kiano bisa di percaya sedangkan Kaila? Sangat di ragukan, dan juga bukankah keputusan tante Kiara sudah tepat? Hanya saja Kaila yang sulit untuk menerima dan sadar diri.


‘Untung sayang. Kalau enggak—‘ gumam Fa’az dalam hati langsung menghela napas nya berat.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2