
...~Happy Reading~...
Deg!
Baru saja Kaila membuka pintu kamar nya, tiba tiba ia sudah di buat menegang saat melihat sosok di depan pintu kamar nya tengah menatap nya begitu tajam dan menyeramkan.
"Shhh Mu, kenapa?" tanya Faaz sedikit meringis dan menghampiri Kaila yang masih berdiri di depan pintu.
"Apa yang sudah kalian lakukan disini?" tanya nya dengan wajah datar, "Jawab!" bentak nya dengan penuh emosi, sangat terlihat guratan guratan otot di rahang laki laki itu tercetak dengan begitu jelas, menandakan seberapa besar ia menahan amarah.
"Kiano," gumam Faaz juga langsung memasang wajah datar nya ketika melihat sahabat nya ternyata sudah lebih dulu menemukan nya.
"Lo itu cewek Kai! jangan jadi murahan cuma buat bajingan kaya dia!" sentak nya sekali lagi kepada saudara kembar nya.
"Jaga mulut mu, No!" seru Faaz tak terima.
"Lo yang harus jaga sikap!" kata Kiano langsung menunjuk wajah Faaz, "Gue diem, gue gak ikut ngehajar lo, karena gue kasihan sama lo. Tapi sekarang apa hah! Bangsaat lo!"
Bug!
Tanpa aba aba, Kiano langsung melayangkan bogeman mentah di wajah Faaz, hingga membuat laki laki itu langsung terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"Kiano! tunggu! lo salah paham! jangan aaaaaaa!" pekik Laila saat melihat Kiano semakin membabi buta untuk menghajar Faaz.
"Kiano cukuppp!" jerit nya semakin panik dan berusaha untuk membantu Faaz.
Bruk!!
"Setannn! Sakit No!" seru Kaila ketika malah tubuh nya yang terdorong oleh Kiano dan membuat nya terjungkal ke belakang.
Bug, bug! bug!
Merasa tak terima karena Kaila terjatuh, akhirnya Faaz langsung bangkit dan membalas pukulan Kiano. Kedua nya sama sama kuat dan saling menghajar tanpa mau menjelaskan atau mendengar penjelasan terlebih dulu.
Hingga, tiba tiba kedua nya berhenti ketika mendengar suara bariton dari seseorang di ambang pintu.
"Papa!" gumam Kiano dan Kaila bersamaan dengan mata yang terbuka lebar.
Baik Kiano maupun Kaila tidak ada yang menyangka bahwa ternyata papa nya bisa datang ke Hotel itu. Entah darimana papa nya tahu dan bisa memergoki mereka seperti itu.
"Kau mau masuk penjara, hah!" bentak papa Kaisar dan langsung melerai kedua remaja tersebut, sementara Kaila, ia masih terduduk di samping pintu dengan menahan sakit di kaki nya.
Kaki yang tadi sudah terluka akibat terjatuh, kini semakin luka karena terdorong oleh Kiano. (Nasib)
__ADS_1
"Pa, dia bajingan Pa! dia udah—" Kiano tidak bisa
bisa meneruskan ucapan nya, seolah ia tidak tega walau sebenarnya sangat ingin mengatakan sesuatu, namun suara nya seperti tercekat di tenggorokan.
"Kenapa Papa disini?" tanya Kaila membuka suara dengan sedikit meringis.
"Astaghfirullah," desis papa Kaisar langsung mengusap wajah nya, ketika melihat putri nya yang juga mengalami luka di bibir.
Beruntung, Kaila mengenakan hoodie dan menggerai rambut nya, sehingga sang ayah tidak bisa melihat bagian leher nya yang sudah tertanam cery alami dari Faaz.
Bukan ini yang di inginkan Faaz. Ia hanya ingin di pergoki oleh mama nya. Kenapa malah jadi Kiano dan juga papa nya Kaila? batin Faaz berdecak bingung.
"Papa, kaki Kaila sakit!" rengek gadis itu merentangkan kedua tangan nya ke atas seraya menatap sang ayah.
"Kenapa kamu bisa kaya gini?" tanya papa Kaisar langsung membantu putri nya untuk bangun lalu menggendong nya keluar dari kamar.
"Gara gara Kiano," jawab Kaila pelan sambil mata nya melirik ke arah Faaz seolah memberikan kode.
Sementara itu, Faaz dan Kiano yang masih berada di dalam kamar Hotel, hanya bisa saling diam dan menatap tajam. Keduanya seolah menyimpan dendam yang cukup besar hingga membuat kedua nya saling beradu tatapan tajam.
"Jangan terlalu lama saling menatap. Nanti kalian jatuh cinta!" ucap seseorang yang baru saja datang dengan senyuman menyeringai menatap Kiano dan Faaz.
__ADS_1
...~To be continue......