
Hari berganti hari, kini sudah hampir satu minggu Kaila tidka masuk kuliah lantaran kaki nya yang belum membaik. Bagaimana bisa cepat membaik, bila Kaila tidak bisa berdiam diri atau menurut, padahal Salsa, Bella dan Fayya sering bergantian menjaga Kaila untuk membantu nya beraktifitas. Namun, memang dasarnya Kaila yang paling bisa di atur dan penurut akut, jadilah ia selalu kelepasan hingga membuat luka nya susah kering.
Berulang kali juga, Kaila di bujuk untuk ke rumah sakit, namun gadis itu tetap menolak keras. Hingga saat ini, kamar nya terasa begitu sepi dan sunyi, lantaran semua orang sudah pada pulang. Kaila yang merasa bosan akhirnya memutuskan untuk tidur, walau pun sulit, ia tetap berusaha memejamkan mata.
Tok ... tok ... tok ...
Mendengar suara pintu kamar yang di ketuk, membuat mata Kaila langsung terjaga. Ia sedikit mengerutkan dahi, melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjuk angka satu dini hari. Siapa yang mengetuk? Batin Kaila penasaran.
Tok ... Tok ... Tok ..
Kaila menghela napas nya dengan cukup berat. Ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan perlahan untuk mengintip siapa yang datang dan bertamu di jam tidak wajar itu.
__ADS_1
‘Fa’az bukan sih?” gumam Kaila ketika melihat sosok laki laki berada di depan pintunya namun dengan pakaian serba hitam, dan juga topi.
‘Mau ngapain dia kaya gitu, udah kaya mau maling aja, ckckck.’ Imbuh Kaila berdecak, lalu ia segera membuka pintu karena sudah yakin bahwa itu adalah Fa’az bukan maling apalagi setan.
Cklek!
“Lo ngapa—“ pertanyaan Kaila langsung terhenti ketika dengan tiba tiba Faaz masuk dan memeluk nya dengan begitu erat.
Kaget, terkejut, bingung dan entahlah. Begitu syulit untuk menjelaskan perasaan nya saat ini. Jangan tanyakan bagaimana kondisi jantung nya saat ini, karena sudah di pastikan sangat tidak baik baik saja.
Berbeda dengan Kaila yang ingin melepaskan pelukan itu, Faaz justru semakin mengeratkan nya hingga membuat Kaila semakin merasa bingung.
“Biarkan seperti ini, sebentar saja,” ucap Faaz sedikit berbisik lirih di telinga nya.
__ADS_1
Glek!
Tentu saja Kaila semakin merasa gugup ketika mendengar suara Faaz. Ada apa? Kenapa? Mengapa tiba tiba Faaz begitu? Apakah mungkin dia ke sambet? Batin Kaila mencoba menerka nerka.
Hingga setelah beberapa saat, Faaz sudah melepaskan pelukan nya, kedua tangan nya terulur untuk menyentuh kedua bahu Kaila dan menatap wajah gadis itu dengan begitu intens.
“Ada apa?” tanya Kaila pelan, “Kaki gue masih sakit, boleh duduk aja gak? Kayaknya gue gak kuat berdiri lama,” imbuh Kaila dengan polos nya menatap Faaz.
Tanpa banyak bicara, Faaz segera mengangkat tubuh Kaila dan membawa nya ke tempat tidur, tak lupa kaki nya ikut berperan untuk menutup pintu agar tidak ada yang melihat.
“Masih mau ngebisu? Gak mau ngomong kenapa? Udah satu minggu loh gak ketemu, terus tiba tiba datang kaya gini, kamu aja orang kesurupan tau gak Az. Atau mungkin kamu memang kesurupan, makanya tengah malem kesini dan langsung main peluk peluk gue. Astaga Az, lo tadi kemana bisa ketempelan, makanya—emmtttt ... “
Celotehan Kaila langsung terhenti begitu saja, dengan mata yang membola sempurna. Saat dimana ia merasakan adanya sebuah benda kenyal nan basah hinggap di bibir manis nya. Terkejut, sangat sangat terkejut, bahkan kini Kila merasa ada ribuan kembang api yang bersorak dan menyerbu ke arah nya.
__ADS_1
...~To be continue .... ...