Fate Story

Fate Story
Pingsan


__ADS_3

~Happy Reading~


Tok ... Tok ... Tok ...


“Kai .... “


Entah sudah berapa kali Kiano mengetuk pintu kamar Kaila, namun gadis itu tidak memberikan tanda tanda apapun untuk membuka pintu kamar nya. Tadi orang tuanya menghubungi Kiano bahwa Kaila menghilang.


Kenzo sudah mencari keberadaan Kaila kemana mana, bahkan sampai ke club malam yang sempat di datangi oleh Kaila. Namun, tidak ada tanda tanda Kaila ada di sana. Terakhir pagi tadi, gadis itu mendatangi rumah om Bastian dan itupun hanya sebentar.


Tentu saja Kiano ikut panik, namun kepanikan itu sirna ketika ia mendapatkan pesan masuk dari Fayya yang mengatakan bahwa Kaila sudah ada di asrama. Maka dari itu, tanpa menunggu waktu lama, Kiano segera menuju asrama Kaila untuk menemui nya.


“Kaila buka pintu nya!” kata Kiano terus berusaha mengetuk pintu kamar Kaila, namun benar benar sepi seperti tidak ada kehidupan di sana.


“Masih gak di buka?” tanya Fayya ikut menghampiri kamar Kaila.


“Gak ada suara apa apa, nomor nya juga gak aktif,” kata Kiano, yang tanpa ia tau bahwa ponsel Kaila sudah hilang entah kemana.


“No, apa gak sebaiknya di dobrak aja? Kok aku khawatir ya?” ucap Fayya menggigit bibir bawah nya, sangat terlihat raut wajah nya yang begitu khawatir dengan keadaan Kaila, hingga tanpa sadar membuat sudut bibir Kiano terangkat membuat sebuah lengkungan.

__ADS_1


“Kamu mundur,” kata Kiano dan langsung mengambil ancang ancang untuk mendobrak pintu kamar Kaila.


Brakkk!


Brakkk!


Dua kali percobaan, akhirnya pintu itu berhasil terbuka. Namun, kosong, tidak ada keberadaan Kaila di sana. Kiano dan Fayya pun saling menatap bingung.


“Kemana?” tanya Kiano mengerutkan dahi nya.


“Entah!” jawab Fayya yang juga bingung seraya mengangkat kedua bahu nya, “Tapi tadi aku yakin banget dia di kamar dan belum ada tanda tanda keluar kok. Kalau dia keluar kamar atau pergi, pasti aku lihat. Kan dari tadi kamu lihat pintu aku terbuka dan aku gak kemana mana,” jelas Fayya membuat Kiano menganggukkan kepala nya.


“Mungkin di kamar mandi?” ucap Fayya mengira ngira.


Cklek!


Saat pintu terbuka, mata Fayya dan Kiano seketika langsung terbuka dengan begitu lebar. Keduanya begitu terkejut, melihat tubuh Kaila yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai.


“Kaila!” pekik keduanya begitu terkejut.

__ADS_1


Dengan cepat, Kiano meraih handuk yang berada di depan kamar mandi dan menutup tubuh saudara kembar nya. Tubuh nya sangat dingin, bahkan bibir Kaila sudah membiru, dengan wajah yang sangat pucat.


“Fay, a—aku bisa minta tolong?” tanya Kiano dengan tubuh yang sudah bergetar hebat.


Fayya yang mengerti pun langsung menganggukkan kepala nya. Kiano segera keluar untuk mencari taxi. Sedangkan Fayya segera mencari pakaian untuk Kaila dan memakaikan nya dengan buru buru.


“Kamu kenapa Kai?” gumam Fayya menahan isak tangis nya, ia sungguh tidak tega melihat keadaan Kaila yang sangat memprihatinkan, tentu saja ia sangat takut. Terutama ia sangat takut kehilangan, karena saat ini tubuh Kaila benar benar sudah sangat dingin.


“Fayya? Sudah?’ tanya Kiano yang kembali masuk dan langsung di balas anggukan kepala oleh Fayya.


“Aku akan bawa Kaila ke rumah sakit,” ucap Kiano dengan cepat segera menggendong tubuh saudara kembar nya.


“Kiano, aku ikut!” seru Fayya, ia segera menutup pintu kamar Kaila dan berlari menyusul Kiano yang sudah masuk ke dalam taxi.


Untuk pertama kali nya, Fayya melihat seorang Kiano menangis. Meskipun tidak meraung dan terisak, namun Fayya jelas bisa melihat bahwa mata Kiano sudah merah dan terus mengeluarkan air mata. Mmebuat hatinya ikut terasa sesak saat melihat nya, seolah ikut merasakan bagaimana khawatir nya dia terhadap Kaila.


Ya, walaupun Kiano dan Kaila sering bertengkar, namun Fayya percaya bahwa keduanya saling menyayangi satu sama lain.


‘Kai, lo harus sadar. Lo gak boleh tinggalin gue.’ Gumam Kiano yang terus memeluk kepala saudara kembar nya dengan perasaan yang tidak menentu.

__ADS_1


...~To be continue .....


...Huuhhh, tarik napas dulu,.......


__ADS_2