Fate Story

Fate Story
Menyatakan perasaan


__ADS_3

Ahhhh


Lenguh Kaila ketika Fa’az menyudahi ciuman di bibir nya. Tubuh nya seketika langsung terasa begitu lemas, buru buru ia mengambil napas banyak. Karena Fa’az sejak tadi mencium nya cukup lama, hingga ia merasa pasokan oksigen nya telah habis


Bug!


“Itu First kiss gue!” pekik Kaila langsung memukul bahu Faz dengan begitu kesal.


“Sama,” jawab laki laki itu dengan senyuman smirk menghiasi wajah nya.


“Lo kesambet apaan sih Az? Serius gue ngeri deket deket lo kaya gini! Lo dateng dateng langsung merawanin bibir gue, ntar lama lama bibir bawah gue yang lo perawanin juga!” cetus Kaila sambil terus memukul mukul dada bidang Fa’az.


“Kalau kamu mau, aku bisa langsung,” bisik Fa’az dengan senyuman menggoda.


“Setan!” umpat Kaila menatap tajam pada laki laki di depan nya, yang seolah tiak merasa bersalah sedikit pun karena sudah mencuri first kiss nya.


“Bisa gak sih kurangi itu umpatan kamu, hem?” tanya Fa’az dengan begitu lembut seraya mengusap bibir Kaila.

__ADS_1


Bohong bila Kaila tidak gugup. Bohong bila Kaila tidak ingin menjerit saat ini, lantaran jantung nya yang sudah berdetak dengan sangat cepat. Namun,gadis itu berusaha untuk bersikap biasa saja karena tidak ingin di cap sebagai cewek murahan yang mudah baperan, walau kenyataan nya ia juga baper dengan semua perlakuan Fa’az padanya.


“Gak bisa!” jawab Kaila dengan ketus dan langsung menepis tangan Fa’az di bibir nya.


“Aku suka sama kamu.”


Deg!


Bila tadi jantung Kaila berdetak dengan begitu kencang, berbeda dengan sekarang. Justru ia merasa bahwa jantung nya berhenti untuk berdetak. Ia rasa telinga nya belum tulis, pendengaran masih bagus, bahkan burung yang sedang bermesraan saja bisa ia dengarkan. Namun, malam ini, ia merasa bahwa telinga nya bermasalah.


Deg


Lagi dan lagi Kaila di buat terkejut oleh perkataan Fa’az, gadis itu langsung menata tajam ke arah Fa’az seolah meminta penjelasan, namun ia sama sekali tidak bisa mengeluarkan suara. Ia merasa lidah nya begitu kelu untuk berucap meskipun hanya satu kali.


“Selama satu minggu ini, aku sedang berperang melawan hati ku. Jujur aku bingung, karena kamu sangat jauh dari kriteria wanita idaman ku,” ucap Fa’az dengan jujur, seketika membuat mata Kaila kembali menatap tajam. “Aku ngerasa sakit saat Victor malah menyatakan perasaan nya ke kamu. Aku tidak menyukai nya. Rasanya aku sangat ingin menghajar orang saat itu. Aku marah, kesal tapi tidak tahu harus bagaimana.”


“Sejak kamu masuk ke dalam hidup ku, aku selalu merasa kesepian saat kamu gak ada. Kai, aku sudah berusaha menepis perasaan ini, tapi selama satu minggu aku gak tahu kabar kamu, gak denger suara kamu dan gak lihat wajah kamu. Aku merasa ada sesuatu yang hilang dari hidup aku. Aku tersiksa, Kai.” Imbuh nya menjelaskan.

__ADS_1


“Kaila, tidak adakah niat mu membuka hati untuk ku? Memberikan aku kesempatan untuk masuk lebih dalam lagi untuk bisa mengenal mu dan menjaga kamu, melindungi kamu dan memberikan kasih sayang serta cinta yang ku miliki.” Fa’az langsung menatap mata Kaila sambil kedua tangan nya ia gunakan untuk menggenggam.


“Fa’az, a—aku .... “


“Apa yang kamu rasakan saat bersama ku?” tanya Faaz yang semakin membuat jantung Kaila semakin berdetak kencang.


“Seneng,” jawab Kaila dengan cepat.


“Dan apa yang kamu rasakan saat tidak bersama ku? Selama satu minggu ini?” tanya Fa’az sekali lagi.


“Sepi,” jawab Kaila juga dengan cepat, tanpa berfikir panjang. Itu adalah jawaban spontan yang ia ucapkan dari dalam hati nya.


Ia bahagia, dan senang saat bersama Fa’az. Dan ia akan merasakan sepi dan sedih saat tidak bersama Fa’az. Kaila pun juga sebenarnya menyukai Fa’az, come on gadis mana yang tidak menyukai laki laki sempurna seperti Fa’az? Kaila rasa hanya orang bodoh yang tidak menyukai laki laki itu.


Tapi kembali lagi, Kaila masih takut sakit hati. Terakhir kali ia putus cinta, ia sampai mabuk dan berakhir di asing kan di kota Jogja. Lantas bagaimana bisa nanti dirinya di buat sakit hati leh Fa’az? Itu yang di takutkan oleh Kaila.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2