Fate Story

Fate Story
Keponakan tuyul


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Cklek!


Faaz langsung mengerutkan dahi nya saat melihat seorang anak kecil yang sedang berdiri di depan pintu kamar istri nya dengan mendongakkan kepala.


"Om, mau main gak?" tanya nya dengan mengedipkan mata berulang.


"Main?" tanya Faaz mengerutkan dahi nya, lalu ia menoleh menatap jam dinding di kamar nya, "Kamu gak salah? Ini udah jam berapa Raka? Kenapa kamu belum tidur?"


Faaz menghela napas dan mengusap wajah nya dengan kasar. Ia tidak menyangka bahwa acara nya kini di gagalkan oleh anak umur sepuluh tahun. Sungguh, ingin rasanya ia berteriak saat kepala nya terasa begitu pening karena KENTANG.


"Raka gak bisa tidur. Papa sama Mama udah di kamar dari jam delapan tadi. Terus pas Raka mau ambil minum denger suara Tante Kaila teriak. Ya udah makanya Raka ketuk pintu nya." jawab nya polos.


"Om, emang nya Tante kenapa? Kaki nya keinjek sama Om ya? Atau dia jatuh dari tempat tidur? Atau dia kepleset di kamar mandi? Atau—"


"Tante kamu baik baik saja," jawab Faaz sedikit kikuk.


"Ckckck emang dasar ratu rusuh ya. Gak di apa apain udah teriak begitu. Dia memang lebay Kmt, jadi om Faaz harus sabar menghadapi tante Kaila ya," ujar Raka sok bijak.


"Sialan, gue denger woy!" teriak Kaila dari dalam kamar nya.

__ADS_1


"Eh, kirain Raka tante udah tidur." ucap Raka sedikit terkejut, "Ayo Om, main aja sama Raka." imbuh nya seraya menarik tangan Faaz agar keluar dari kamar.


"Raka, mendingan lo recokin mama sama papa kamu aja sana. Om Faaz capek!" seru Kaila dari atas tempat tidur nya.


"Papa juga capek Tante," ujar Raka sedikit mendengus, "Katanya tuh Papa lagi mau bikin proyek sama Mama. Jadi Raka gak boleh ganggu!"


"Proyek apa?" tanya Faaz kini mengerutkan dahi nya.


"Proyek adek buat Raka." jawab nya santai, "Udah ah, ayo Om."


"Emang anak sama bapak sama saja ya! Sama sama rusuh, lucknatt!" umpat Kaila begitu kesal lantaran kini Faaz sudah berhasil di tarik oleh Raka keluar kamar.


"Huaaaa kak Kenzoooooooo sialaaaannnnn!" teriak Kaila begitu melengking memenuhi seluruh isi kamar nya.


Dengan perasaan kesal dan marah, Kaila pun akhirnya pergi ke kamar mandi dan berendam di bathtub untuk merilekskan diri nya.


***


Pagi hari nya, saat jam makan siang, Kaila lebih banyak diam. Bahkan hampir tak bersuara sama sekali. Ia melirik sinis ke arah sang kakak juga keponakan nya.


Seperti menyimpan dendam yang begitu mendalam untuk keponakan tuyul lucknatt namun juga kesayangan nya.

__ADS_1


Huhhhh!


"Kamu kenapa Kai?" tanya papa Kaisar ketika melihat putri nya hanya diam lalu menghela napas kasar.


"Gapapa Pa," jawab Kaila datar.


"Kayaknya Tante lagi dapet deh, soalnya persis kaya Mama juga sering begitu," ujar Raka tiba tiba, seketika membuat Kaila kembali mendelik tajam.


"Kapan Mama begitu?" tanya Naura seolah tak Terima.


"Sering!" jawab Raka dan Kenzo bersamaan.


"Tau ah, pokoknya kalian semua nyebelin!" cetus Kaila lalu ia segera berdiri dan memilih pergi meninggalkan meja makan.


Sementara itu, Faaz yang tahu bahwa istri nya kesal hanya bisa menahan senyum nya. Ternyata tak hanya dirinya yang pusing dan kesal, melainkan sang istri juga begitu.


Ternyata Kaila semakin menggemaskan saat merasa KENTANG. Faaz pun memilih untuk pamit juga dan segera mengejar istri nya yang sudah berjalan pincang ke luar rumah.


"Wanita itu memang sangat merepotkan! Tidak jelas dan membingungkan!" ucap Raka seketika membuat sang Mama dan Oma ikut menatap tajam pada anak tersebut.


"Raka bicara fakta Ma." jawab Raka yang sadar bahwa ia sedang di tatap oleh para orang tua, "Dari Oma, Mama, tante Kaila dan juga Ryana. Semuanya sama saja, membingungkan!" jelas nya, lalu Raka segera berpamitan untuk berangkat sekolah.

__ADS_1


...~To be continue.. ...


__ADS_2