Fate Story

Fate Story
Cinta sampai mati


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Faaz, jangan tinggalin Mama! Jangan tinggalin Mama Faaz, gak mau! Mama gak mau!” Tangis Michele langsung pecah saat melihat tubuh putra nya sudah terkapar halaman rumah sakit.


“Faaz mencintai Kaila Ma, Faaz—uhukkk hukkk!”


“Maafin Mama Nak. Maafin Mama yang egois, mama mohon bertahan lah. Mama mohon,” pinta Michele terus meraung dan menangis menunggu bantuan datang.


“Faaz akan bahagia bersama Kaila Ma,” gumam laki laki tiu lagi dengan tersenyum penuh kedamaian.


“Gak boleh, kamu gak boleh ninggalin Mama. Mama gak mau Faaz, mama gak mau!” pekik Michelle semakin menjadi jadi ketika melihat putra nya tersenyum menatap langit.


“Mama bahagia kan? Kalau Faaz juga bahagia? Dan sekarang, Faaz akan bahagia bersama Kaila di surga, Maafin Faaz yang belum bisa membahagiakan Mama. Maafin Faaz uhukk hukk.”


Kata demi kata yang sulit untuk terucap, kini berhasil laki alki itu ucapkan. Hingga tak berapa lama, beberapa dokter dan perawat datang untuk membawa tubuh Faaz ke dalam rumah sakit. Kondisi nya sudah sangat kritis, darah sudah berceceran dimana mana.

__ADS_1


“Mas, Faaz Mas hiks hiks hiks.” Tangis Michele kembali pecah saat suami nya memeluk nya dengan begitu erat.


“Faaz akan baik baik saja kan Mas? Jawab hiks hiks Faaz akan baik baik saja kan?”Tanya Michele menatap suami nya, namun Aldi hanya bisa menggelengkan kepala nya.


Ia bahkan tidak tahu apakah anak nya mampu bertahan, saat melihat keadaan nya yang cukup parah.


“Inilah buah dari ke egoisan kamu Chel! Kenapa kamu tidak pernah belajar dari masa lalu. Faaz anak kamu satu satu nya, dan kamu begitu egois mengekang nya. Dan setelah seperti ini, siapa yang mau di salahkan?” tanya opa Farel yang baru tiba bersama oma Crystal.


“Pa hiks hiks maafin Michele. Michele tahu Michele salah tapi hiks hiks Michele gak nyangka kalau Faaz se nekat ini hiks hiks.” Jelas Michele seketika membuat Farel berdecak menggelengkan kepala nya.


“Hiks hiks hiks, maafin Michele Pa, maafin Michele!” gumam Michele terus menerus meracau di pelukan suami nya.


“Pa, cukup,” ucap Aldi tidak tega melihat istri nya.


Aldi tahu bahwa istri nya salah. Namun, menurut nya, ini bukanlah sat yang tepat untuk saling menyalahkan. Semua sudah terjadi, tanpa bisa di halangi.

__ADS_1


Cklek!


Saat pintu ruang IGD terbuka, sontak membuat keempat orang dewasa itu langsung mengalihkan pandangan nya dan menatap seorang dokter yang baru saja keluar dari sana.


“Bagaimana keadaaan anak saya Dok?” tanya Michele dengan cepat menghampiri dokter itu.


“Maafkan saya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi—“ Dokter itu tidak mampu meneruskan kata kata nya, ia hanya bisa menggelengkan kepala tanda bahwa ia tidak bisa menyelamatkan pasien.


“Gak! Gak mungkin! Faaz, Faaz gak mungkin pergi secepat ini! Gak mungkin!” teriak Michele dengan cepat mendorong tubuh dokter itu dan segera menerobos masuk ruang IGD.


Dan, seketika itu juga, langkah kaki nya langsung terhenti. Tubuh nya terasa sangat lemas, saat ia melihat putra nya sudah terbaring tak bernyawa di atas brankar. Beberapa alat bantu sudah di cabut, membuat Michele semakin menjerit dan menangis histeris.


Michele tidak menyangka bahwa pada akhirnya putra ya berhasil melakukan bunuh diri yang sudah beberapa kali ia gagalkan. Dan kini, dirinya benar benar kecolongan, semua terjadi dengan begitu cepat.


Baru satu minggu Kaila meninggal, dan kini Faaz ikut menyusul nya. Dunia Michele terasa runtuh dan hancur. Saat malaikat hidup nya, pergi meninggalkan dirinya untuk selama lama nya.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2