
...~Happy Reading~...
“Woy! Kesambet apaan lo? Dari tadi senyam senyum terus?” pekik Salsa mengejutkan Kaila yang sedang asik dengan ponsel nya.
“Lo gak nyolong kembang setaman yang di buat sajen itu kan, Kai?” tanya Bella sedikit bergidik ngeri.
“Sembarangan! Kalian pikir gue kesurupan!” cetus Kaila dengan kesal.
“Ya terus lo kenapa? Dari tadi loh, dari waktu kita keluar asrama, di kelas dan sekarang lo masih kaya gitu? Gue agak khawatir tau Kai, lo habis sakit gak masuk kampus semingguan lebih dan sekarang—“
“Sialan!” Kaila langsung melemparkan buku nya kepada Salsa, “Nanti kalau gue marah marah atau nangis gue di tanya lagi kenapa. Sekarang gue seneng, gue happy di takutin itu. Mau kalian apa sih? Gue gak ngerti,” keluh Kaila seperti biasa membuat drama.
Ting!
Suara notifikasi pada ponsel nya, seketika membuat perhatian Kaila kembali teralihkan. Dengan cepat, gadis itu segera membuka layar kunci di ponsel nya dan kembali membuka pesan chat yang sejak tadi di kirimkan oleh sang kekasih.
“Nah kan, kayaknya ini bocah beneran kesambet deh,” celetuk Salsa menatap Kaila yang kembali tersenyum sendiri.
__ADS_1
“Coba yuk Sal, kita pastiin. Kita lihat sajen yang di depan kampus tadi masih ada gak?”
“Hehhh! Gue denger woy!” seru Kaila langsung menatap tajam pada dua sahabat nya, “Tau ah, gue mau cabut dulu. Oh ya nanti kalau Kiano nanya gue kemana, bilang aja gue ke toko buku!” sambung nya lalu segera bergegas pergi meninggalkan dua sahabat nya yang hanya bisa menatap bingung.
“Lah kita di tinggal,” gumam Bela pelan.
“Gue curiga sama Kaila,” saut Salsa menatap kepergian Kaila.
“Sama, gue curiga. Tapi apa yang buat dia kaya gitu? Kenapa dia senekat itu buat makanin sesajen, apa dia udah kehabisan duit?” celetuk Bela yang mana membuat Salsa seketika membulatkan mata dengan sempurna.
Bukan itu maksud Salsa, ia curiga bahwa ada yang di sembunyikan oleh Kaila. Tapi bukan perihal memakan sesajen. Yang benar saja seorang Kaila memakan sajen.
Sementara itu, di parkiran Kaila langsung tersenyum merekah ketika melihat laki laki tampan yang sudah siap di atas motor nya dengan membawa helm dan menyambut kedatangan nya.
“Maaf lama,” ucap Kaila pelan dan segera menerima helm tersebut.
“Selama apapun, aku akan siap menunggu kamu,” jawab laki laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Faaz.
__ADS_1
Kaila langsung mengulum bibir nya menahan senyuman. Entah mengapa, sejak saat mereka resmi memiliki hubungan, Kaila selalu merasa jantung nya tidak aman. Selalu berdetak dengan begitu cepat setiap kali bertemu dengan Faaz. Jangankan saat bertemu, hanya mendengar suara lewat sambungan telfon dan berbalas pesan saja, sudah membuat hati Kaila berbunga bunga.
Perasaan yang sama sekali tidak pernah Kaila rasakan. Memang ia sudah sering menjalin hubungan dengan banyak laki laki. Hanya saja, tidak ada yang sedahsyat saat bersama Faaz. Mungkin, yang lain hanya sebatas rasa suka, kagum dan sayang. Namun sat bersama Faaz, Kaila benar benar merasakan perbedaan yang luar biasa.
“Modus banget, gombal,” celetuk Kaila langsung memanyunkan bibir nya.
“Kayaknya gak ada larangan deh, modusin pacar sendiri. Kecuali modusin pacar orang, baru salah,” jawab Faaz begitu santai, yang mana seketika membuat Kaila langsung mendelik dan menata nya tajam.
“Berani modusin cewek lain, nih!” cetus Kaila langsung memberikan kepalan tangan di depan wajah Faaz, yang membuat laki laki itu langsung terkekeh gemas.
“Udah ah ayo, disini terlalu lama gak aman! Aku takut khilaf,” ucap Faaz segera menyalakan mesin motor nya dan bersiap untuk pergi.
“Gak aman kenapa? Kamu takut sama Kiano kalau lihat kita boncengan?” tanya Kaila.
“Bukan, tapi aku takut gak tahan lihat bibir kamu kaya gitu lama lama. Bahaya kalau aku cium kamu disini,” jawab Faaz sedikit berbisik.
Bug!
__ADS_1
Kaila pun langsung memukul bahu Faaz dengan kesal, namun laki laki itu justru malah tertawa.
...~To be continue .......