
...~Happy Reading~...
Seketika itu juga, Kaila baru tersadar sudah berapa jauh ia mengendarai mobil sampai membuat bensin nya habis. Padahal baru beberapa hari yang lalu ia isi full, “Maaf Om, ngomong-ngomong ini dimana ya?”
“Tol Cikopo-Palimanan, dan kita ada di kilometer tujuh puluh tiga. Memang nya kamu mau kemana? Buru buru banget?” tanya orang itu mengerutkan dahi nya menatap Kaila.
Penampilan sedikit acak-acakan, dengan mata sembab dan tanpa alas kaki. Ia bisa memprediksi bahwa gadis di depan nya ini tengah sedih dan menghadapi masalah, namun ia tidak tahu apa kira- kira permasalahan nya.
“Hah! T—Tol Cikopo? Ini dimana?” pekik Kaila menggaruk tengkuk nya karena bingung, “Kenapa gue bisa disini?” imbuh nya dalam hati.
“Memang nya kamu mau kemana?” tanya orang itu lagi ketika melihat raut wajah kebingungan dari Kaila.
“Sebenernya saya juga gak tau mau kemana Om. Tadi saya dapat kabar kalau kambing teman saya mati keracunan. Saya panik, makanya langsung gas aja bawa mobil, eh pas di mobil karena buru buru, saya nabrak burung lewat, saya makin panik. Jadinya saya gak sadar ada di mana.” Jelas Kaila panjang lebar, yang mana justru membuat laki laki di depan nya merasa bingung.
“Memang nya teman kamu dimana rumah nya?” tanya orang itu bingung dengan gaya bahasa Kaila.
__ADS_1
“Di neraka Om,” jawab Kaila asal dan langsung menghela napas nya berat, “Disini ada yang pom bensin gak ya Om?” tanya Kaila dengan polos nya menatap sendu pada sosok laki laki di depan nya.
“Hemm, mungkin sekitar lima belas atau dua puluh kilo dari sini ada pom bensin.” Jawab nya seraya berfikir.
“Mampus dong gue kalau dorong mobil sampai dua puluh kilo!” gumam Kaila pelan, namun masih terdengar di telinga laki laki itu, hingga membuat nya terkekeh.
Entah mengapa, bertemu dengan Kaila, justru mengingatkan nya pada seseorang. Hingga membuat nya tak tega bila meninggalkan gadis itu sendirian di jalan tol tersebut.
“Saya mau ke Jogja. Atau kamu mau sekalian ikut saya? Untuk mobil kamu, nanti akan saya panggilkan bantuan dan di kirim ke alamat kamu.”
Persetan dengan semua orang yang di Jakarta. Ia hanya ingin menenangkan diri, toh Kiano juga sudah ada di Jogja. Jadi ia bisa meminta tolong pada Kiano nanti agar mengabari keluarga nya.
Kaila pun langsung mengambil tas dan jaketnya, dan beberapa benda yang penting di dalam mobil. Lalu ia segera berjalan dengan cepat memasuki mobil laki alki asing di depan nya. Entah mengapa, Kaila tidak memiliki rasa takut sama sekali dengan orang asing itu, Kaila bisa melihat dan merasakan bahwa sosok itu bukan orang jahat. Atau memang Kaila tidak memiliki rasa takut sama sekali?
“Darimana asal kamu? Sepertinya, kamu bukan orang Jogja,” tanya laki laki itu membuka pembicaraan ketika mobil nya sudah berjalan.
__ADS_1
“Saya Jakarta Om. Hanya saja, saya kuliah di Jogja,” jawab Kaila mencoba tersenyum.
“Sepertinya kamu lagi sedih?”
“Kok om tahu? Om cenayang ya?” tanya Kaila penuh selidik, “Atau emang wajah saya terlihat sedikit kusut?” imbuh nya seraya menyentuh kedua pipi nya sendiri.
Laki laki itu kembali terkekeh, “Iya, wajah kamu sedikit kusut, makanya sampai nyasar kesini.”
“Om pernah pacaran gak?” tanya Kaila begitu lirih, lalu ia menyandarkan kepala nya pada kaca mobil dan menatapi pemandangan jalan, “Menurut Om, Kaila cantik gak sih? Atau jelek atau gimana?”
Gadis itu kembali menghela napasnya berat, “Setiap Kaila punya pacar, perasaan hubungan Kaila akan kandas di tengah jalan. Kaila selalu saja di sakiti sama cowok. Entah di selingkuhi, di bohongi atau bahkan tiba tiba di tinggalkan begitu saja. Hiks hiks hiks. Kaila bingung Om, rasanya sakit banget, tapi Kaila juga salah karena tidak mendengarkan nasehat saudara kembar Kaila. Dan sekarang, Kaila benar benar sakit banget huaaaa!”
Tiba tiba saja, tangis Kaila pecah, ketika membayangkan kembali hubungan nya dengan Faaz akan kandas. Bukan hanya kandas, namun juga musnah. Bagaimana bisa laki laki itu menyatakan perasaan padanya, sedangkan dia memiliki tunangan. Dan yang lebih parah, tunangan nya adalah adik sepupu nya sendiri.
“Kenapa laki laki itu di ciptakan jadi buaya sih Om? Apa laki laki itu ada hanya untuk menyakiti para wanita? Kenapa harus seperti ini? Gak ada laki laki baik di dunia ini, kecuali papa hiks hiks hiks.”
__ADS_1
...~To be continue ........