Fate Story

Fate Story
Rumah sakit


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, kini mobil yang di kendarai Nisa dan Renata sudah tiba di rumah sakit. Michele pun juga sudah sadar dari pingsan nya, ia segera keluar dari mobil dan berlari memasuki rumah sakit.


“Papa!” pekik Michele ketika melihat sang papa yang ternyata sudah berada di rumah sakit, “Pa, Faaz. Bagaimana keadaan Faaz? Dia gapapa kan? Faaz baik baik saja kan?” tanya Michele beruntun dengan air mata yang sudah meluap membasahi wajah nya.


Sementara itu, Farel tidak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun. Ia hanya bisa menghela napas nya dengan berat, lalu segera memeluk putri nya berharap agar tenang.


“Papa jawab Michele, bagaimana Faaz? Michele mau ketemu Faaz. Michele mau ketemu dia Pa!” jerit Michele begitu histeris, ia pun hendak segera memasuki rumah sakit, namun di tahan oleh Farel.


“Tenang dulu! Faaz gapapa. Hanya sedikit luka, jangan khawatir,” tutur opa Farel berusaha menenangkan putri nya.


“Papa gak bohong?” tanya Michele menatap wajah sang papa, “Michele mau ketemu Faaz.” Farel pun menganggukkan kepala nya dan segera membawa Michele untuk menemui putra nya.


“Faaz!” pekik Michele langsung memeluk putra nya yang baru saja membuka mata nya, “Astaga kamu gapapa Sayang? Mana yang sakit? Hiks hiks kenapa bisa begini?” tanya nya beruntun.


Jaket yang semula berwarna putih bersih itu kini sudha bercampur warna alami yakni merah terang dan ada juga di beberapa tempat yang menjadi warna merah gelap karena kotor.


“Ma, Kaila mana Ma? Kaila,” tanya pemuda itu sedikit meringis kala merasakan kepala nya yang begitu sakit.

__ADS_1


Faaz mengalami beberapa luka di kepala dan tangan nya. Terutama bahu sebelah kiri mengalami keretakan akibat terbentur benda keras.


“Kaila? Kamu bersama Kaila?” tanya Michele terkejut, karena pasalnya ia belum tahu bahwa ada Kaila juga.


“Opa, dimana Kaila?” tanya Faaz meringis menatap opa nya yang berdiri di belakang sang mama.


“Kamu istirahat dulu. Kamu harus segera pulih,” jawab opa Farel dengan ekspresi wajah datar.


Faaz mengerti, tanpa menjawab pertanyaan Faaz, namun pemuda itu mengerti arti dari tatapan sang opa. Dengan cepat, Faaz segera melepaskan jarum infusan yang menancap di tangan nya, ia berusaha hendak bangkit.


“Aarrkkhh!” pekik nya yang merasakan rasa sakit luar biasa di kepala nya.


“Faaz mau ketemu Kaila. Faaz harus ketemu Kaila Opa!” balas Faaz menahan sakit nya.


Pemuda itu segera menepis tangan Opa dan mama nya, ia berjalan sempoyongan untuk mencari keberadaan sang kekasih. Hingga saat ia tiba di sebuah lorong, tiba tiba langkah nya terhenti, ketika melihat seseorang yang sedang ia cari tengah duduk di sebuah kursi tunggu.


“Mumu!” panggil nya, hingga membuat gadis itu tersenyum dan segera berlari ke arah nya.


Dengan cepat, Faaz segera memeluk gadis itu dengan sangat erat, “Kamu gapapa kan? Gak ada yang luka?” tanya Faaz melepaskan pelukan nya dan mengecek tubuh kekasih nya untuk mencari apakah ada luka.

__ADS_1


Namun beruntung, ia sama sekali tidak menemukan luka apapun, membuat Faaz langsung bernafas lega, “Syukurlah kamu gapapa, aku khawatir sama kamu. Aku takut.” Gumam Faaz terisak di pelukan kekasih nya.


“Kamu terluka, harusnya kamu istirahat. Kenapa malah keluar kamar?” tanya gadis itu di pelukan Faaz.


“Luka ku tidak seberapa, yang penting kamu selamat,” gumam Faaz semakin mengeratkan pelukan nya.


“Pasti ini sakit banget ya?” tanya Kaila setelah mereka melepaskan pelukan nya, gadis itu menyentuh perban di kepala Faaz yang masih terlihat mengeluarkan darah segar.


“Hanya sedikit, tapi gapapa,” jawab nya tersenyum, namun, tiba tiba laki laki itu memegang kepala nya kala merasakan rasa sakit itu lagi.


“Tuh kan, di bilangin bandel banget sih. Harusnya kamu istirahat dulu Bu, kenapa harus buru buru keluar sih, duduk dulu,” ujar Kaila sedikit mengomel, lalu ia mengajak Faaz untuk duduk di tempat yang semula ia duduki.


“Tolong jangan buat aku khawatir dong Bu. Jangan kaya gini, kalau sakit istirahat, jangan bandel kaya gini, kamu gak kasihan sama mama kamu.”


“Iya iya aku hanya pusing sedikit kok,” tutur Faaz meringis.


“Faaz!” panggil seseorang membuat Faaz segera mengalihkan pandangan nya menatap seorang laki laki yang seumuran dengan nya tengah berjalan ke arah nya.


...~To be continue.....

__ADS_1


...Pada suudzon sama Mommy 😌 Mommy kan baik 😌😌...


__ADS_2