Fate Story

Fate Story
No Motor!


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah selesai sarapan, Michele, Aldi dan juga Faaz bersiap untuk pergi ke Bandara guna menjemput sang kekasih pujaan hati Faaz.


"Faaz ambil jaket dulu Ma," kata Faaz berniat hendak pergi ke kamar.


"Gak usah! Jangan pakai Jaket, kaya gini aja!" ucap mama Michele langsung menahan tangan Faaz dan menggelengkan kepala nya.


"Dan juga, kamu ikut satu mobil sama Papa. Biar Papa yang nyetir," imbuh mama Michele.


"Tapi Ma, Faaz mau bawa motor!" keluh Faaz tak mengerti dengan perubahan sikap sang mama yang sangat tiba tiba aneh, menurut nya.


"Gak ada!" kata mama Michele dengan cepat, "Semua motor kamu akan Mama buang! Mama gak mau kamu naik motor lagi!"


"Mama kenapa sih? Dari pagi aneh banget! Faaz gak boleh ini itu dan sekarang pakai motor pun gak boleh!"


"Faaz, mama cuma gak mau terjadi sesuatu sama kamu. Plis, nurut sama Mama oke. Kita ke Bandara jemput Kaila sama Papa! Mama gak mau kamu pergi sendiri apalagi naik motor!" jelas mama Michele tanpa bisa di ganggu gugat.


Faaz hanya bisa menghela napas nya dengan berat. Tak ada pilihan lain, ia hanya bisa pasrah dan menerima. Lagipula, yang terpenting, kini mama nya sudah welcome dan menerima hubungan nya dengan Kaila. Bagi Faaz itu sudah sangat lebih dari cukup.

__ADS_1


Dan setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, kini akhirnya mobil yang di tumpangi Faaz dan keluarga nya sudah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.


"Bubuuu!" teriak seorang gadis yang langsung berlari ke arah Faaz ketika ia baru saja memasuki lobi Bandara.


Ternyata, Kaila sudah tiba sejak beberapa saat yang lalu. Sebuah senyuman terbit di wajah Faaz dan dengan cepat, laki laki itu segera mempercepat langkahnya agar bisa segera sampai pada gadis pujaan hati nya.


Brukkk!


"Aduhh!" pekik Faaz begitu terkejut, saat sang kekasih langsung hinggap begitu saja.


Beruntung, Faaz begitu kuat dan sigap untuk menahan tubuh mereka. Karena kalau tidak, bisa di pastikan ia dan Kaila akan langsung nyusruk ke lantai.


"Kangennn!" ucap nya begitu manja.


Dan jangan lupakan posisi Kaila saat ini yang tengah meminta gendong kepada Faaz di depan seperti koala.


"Aku juga kangen banget!" balas Faaz terkekeh.


"Lama banget, aku udah nungguin dari tadi tahu!" kata Kaila memanyunkan bibir nya dengan kesal.

__ADS_1


"Maaf Sayang, tadi ada sedikit drama. Jadi yah—"


"Drama? Drama apa?" tanya Kaila langsung mengerutkan dahi nya, "Mama kamu?" imbuh nya seraya berbisik lirih.


Faaz menganggukkan kepala nya, lalu wajah Kaila terlihat sedikit pias. Ia mengira bahwa orang tua Faaz masih tak merestui mereka, dan selama ini tante Michele hanya pura pura pada nya.


"Jangan pikir yang macem macem. Mama sudah memberikan kita restu, tadi ada drama karena mama melarang ku untuk bawa motor. Motor ku bakal di buang katanya," cerita Faaz sedikit mendengus, mengingat perdebatan nya dengan sang mama.


"Oh kirain, kalau motor kamu di buang. Tenang saja, masih ada motor Kiano," balas Kaila tersenyum lebar.


"Apaan ini, gue di bawa bawa!" saut Kiano yang kini tiba tiba sudah di belakang Kaila.


Gadis itu segera turun dari gendongan Faaz dan menatap saudara kembar nya.


"Pinjem motor lo deh No. Kan kesini tadi bawa motor kan?" tanya Kaila menatap penuh permohonan kepada Kiano.


"Enggakkk?" seru mama Michele dengan cepat segera menghampiri tiga anak muda itu dengan raut wajah panik nya.


Michele tidak akan membiarkan anak nya mengendarai motor. Walaupun itu hanyalah mimpi buruk, namun bagi Michele itu sangat nyata. Dan ia tidak mau mengambil resiko besar.

__ADS_1


"Sayang, kalian naik mobil saja. Jangan bawa motor, motor itu gak aman! Pokoknya kalian harus bawa mobil!" ucap mama Michele dengan napas sedikit memburu saat menghampiri ketiga nya.


...~To be continue... ...


__ADS_2