
...~Happy Reading~...
"Mu!" kata Faaz lagi ketika melihat kekasih nya hanya terdiam.
"Mu, kamu sudah berjanji sama aku. Kita berjuang bersama, jangan diem aja dong. Plis Mu, bilang sama Erish kalau kamu juga mencintai ku. Jawab Mu!"
"Benar kah kak?" tanya Erish menatap sendu pada kakak sepupu nya.
"Muu," ucap Faaz semakin gemas.
"Maafin aku Bu," gumam Kaila setengah berbisik, lalu ia menggelengkan kepala nya kepada Erish.
"Kamu tenang saja Rish, aku tidak mencintai nya!"Tentu saja Faaz merasa tidak terima melihat jawaban dari Kaila.
"Mu, kenapa kamu—" Dengan cepat, Kaila segera menarik tangan Faaz hingga keluar rumah.
Setelah sampai di halaman depan. Kaila melepaskan tangan Faaz, ia menatap Faaz dengan tatapan bersalah luar biasa.
"Kenapa kamu harus melakukan ini?" tanya Faaz dengan suara begitu berat dan kecewa.
__ADS_1
"Aku gak bisa nyakitin Erish. Dia adik ku, dia hiks hiks hiks."
"Kamu gak mau nyakitin dia, tapi kamu nyakitin kita Mu. Kita!" seru Faaz langsung mengusap wajah nya dengan cukup kasar.
"Kita putus saja ya Bu. Besok pagi, aku akan berangkat ke Vietnam. Dan aku harap, kamu dan Erish bisa bahagia. Jangan lagi mengingat ku, aku—"
"Jangan gegabah Kai! sampai kapan pun aku tidak akan mau putus sama kamu! aku tidak perduli dengan siapapun! bahkan Erish sekali pun, aku tetap akan mencintai kamu. Sejauh apapun kamu meninggalkan ku dan selama apapun kamu menghilang. Aku akan tetap menemukan mu dan menjadikan mu milikku. Apapun yang terjadi, ingat itu!" kata Faaz dengan begitu tegas dan yakin.
"Bu, hanya kamu harapan mama kamu. Aku gak mau, karena aku, hubungan kamu dan mama kamu—"
"Kenapa harus mama ku Mu. Papa ku setuju, papa mendukung kita."
"Tapi mama kamu tidak Bu!" seru Kaila langsung terisak di depan Faaz, "Hiks hiks aku tidak mau menghancurkan kalian. Aku mohon, bahagiakan Erish. Dia gadis yang baik dan bisa jadi— emmmmtttt!"
Faaz tidak perduli, kini mereka ada dimana. Justru, Faaz berharap orang tua mereka melihat apa yang sudah ia lakukan. Faaz terus melu mat dan memagut bibir Kaila dengan cukup kasar hingga membuat Kaila hampir kehabisan napas.
Plaakkk!
Kaila langsung menampar Faaz, saat laki laki tiu melepaskan pagutan nya. Bukan marah, Faaz justru malah tersenyum miring.
__ADS_1
"Aku bisa berbuat lebih dari ini Mu. Jangan pernah pergi dari ku, kamu hanya milik aku!" ucap Faaz mengusap sebelah wajah nya yang bekas di tampar oleh Kaila.
"Justru sikap kamu kaya gini yang bikin aku semakin jauh dari kamu Bu hiks hiks hiks. Aku benci sama kamu, aku benci!" teriak Kaila, lalu ia mendorong tubuh Faaz dan meninggalkan nya masuk ke dalam rumah.
"Mumu! tunggu dulu, Mu!" Faaz berusaha mengejar Kaila ke dalam rumah, namun saat hendak masuk ke dalam rumah. Tiba tiba langkah nya terhenti saat di hadang oleh seseorang.
"Faiz minggir! aku harus nemuin Kaila!" kata Faaz berusaha menerobos masuk.
"Lo berani dorong gue, lo berhadapan sama suami gue!" ancam Faiz menatap tajam pada Faaz seraya menunjuk ke arah perut nya yang sudah mulai terlihat besar.
"Faiz tolong. Plis, gue harus bicara sama Kaila. Gue gak mau dia pergi gitu aja! plis Faiz, gue cinta sama dia. Gue gak mau nikah sama adek lo, plis!" pinta Faaz memohon dan kini sudah tanpa mengenakan aku kamu lagi.
Jiwa panik karena melihat kekasih nya pergi, membuat laki laki remaja itu menjadi kalut dan begitu frustasi.
"Lo tahu Az, tadi pagi nyokap lo datang kesini! Dia yang minta ke Kaila sendiri untuk ngejauhin lo. Jadi—"
"Kamu yakin, mama ku datang kesini?" tanya Faaz kembali memastikan.
"Hemm, gue gak perduli siapa cewek yang lo cinta. Karena gue sendiri juga gak mau ada di posisi kalian. Saran gue, kalau lo emang cinta sama Kaila, lo bujuk nyokap lo biar ngasih kalian jalan. Bahkan, om Kaisar dan tante Kiara memilih diam. Mereka tidak bisa berbuat apa apa, karena nyokap lo sendiri yang minta." ucap Faiz lalu menghela napas nya berat, "Dan untuk Erish, lo tenang aja. Gue bisa atasi dia, toh kalian juga belum terlalu jauh main nya. Jadi selow aja, sekarang yang harus lo pikirin gimana cara nya dapat restu dari nyokap lo."
__ADS_1
'Mama,' desis Faaz dalam hati seraya mengepalkan tangan nya dengan kuat.
...~To be continue... ...