
...~Happy Reading~...
"Terimakasih, cup." Faaz langsung mengecup kening dan bibir Kaila sebelum akhirnya ia menggulingkan tubuh nya ke samping.
Menarik selimut untuk menutup tubuh keduanya yang masih bermandikan keringat, lalu memeluk Kaila dengan begitu erat.
"Ternyata bener kata Faiz, sakit banget. Perih hiks hiks hiks." gumam Kaila masih terisak, di pelukan sang suami.
"Maaf," ujar Faaz yang merasa bersalah, namun ia juga bahagia karena pada akhirnya, kini Kaila benar benar sudah menjadi milik nya seutuhnya.
"Bu, nanti kalau gituan lagi, masih sakit lagi gak ya?" tanya Kaila langsung mendongakkan kepala nya.
"Nanti saat sudah terbiasa, kamu tidak akan merasakan sakit lagi. Percaya deh," ujar Faaz seraya mengusap rambut Kaila.
"Kalau di kecilin aja bisa gak Bu? Biar gak sakit? Biar gampang juga, gak susah kaya tadi."
"Hah, apanya yang di kecilin?" tanya Faaz langsung mengerutkan dahi nya.
__ADS_1
"Ya itu kamu lah! Masa iya punya aku sih Bu, kamu ini ngadi ngadi. Punyaku segini aja susah masuk, apalagi makin di kecilin!" kata Kaila memanyunkan bibir, "Kalau punya kamu yang di kecilin, kan jadi mudah masuk nya. Gak kaya tadi gagal terus, eh sekalinya masuk sakit nya minta ampun. Badan aku rasanya kaya kebelah jadi dua, sakit, perih, ngilu ahh rasanya campur aduk. Dan sampai sekarang aja masih perih kalau buat gerak."
Faaz hanya bisa menghela napas nya dengan berat, saat mendengarkan ocehan panjang lebar dari istri nya.
Terkadang, Kaila terlihat begitu pro dan sangat ahli dalam urusan dua puluh satu plus. Tapi terkadang juga terlihat tulila. Bukankah kebanyakan wanita justru menginginkan yang besar? Lantas mengapa Kaila justru kebalikan nya?
Entahlah, Faaz sampai kehabisan kata kata setiap kali mendengarkan ocehan sang istri.
"Mendingan kita mandi dulu, abis itu aku obatin punya kamu biar gak perih lagi," kata Faaz mengajak Kaila untuk bangkit.
"Mau gendong tapi nya ya," ucap Kaila tersenyum, "Oh ya Bu, kemarin aku lihat ada yang main juga di bathtub mau coba juga gak?"
Ia masih mengingat dengan sangat jelas, bagaimana teriakan demi teriakan yang di keluarkan oleh Kaila sepanjang perjalanan menuju puncak kebahagiaan beberapa saat yang lalu.
Bahkan, tak jarang pula wanita itu menendang nya hingga membuat nya hampir terjungkal dari tempat tidur. Yang mana, pada akhirnya Faaz dengan terpaksa mengikat kaki dan tangan Kaila dengan dasi, barulah perjalanan itu mulus.
Apakah dirinya jahat? Katakanlah iya, karena rasanya Faaz sudah merasa sangat lemah di berikan harapan palsu oleh istrinya sendiri.
__ADS_1
Berapa kali Kaila menggoda nya dan berujung akan kegagalan, karena mulut nya yang tak henti henti berteriak seperti orang yang di per kosa. Hingga pada akhirnya, Faaz benar benar memperkosa sungguhan.
Namun meski begitu, Kaila tidak keberatan atau pun marah. Walaupun pada akhirnya ia akan menangis, seperti beberapa saat yang lalu.
"Hehehe, nanti kalau udah sembuh maksud aku," jawab Kaila menyengir kuda, "Kata kamu kalau udah terbiasa gak akan sakit. Jadi nanti nunggu terbiasa dulu, kita main di bathtub, gimana?"
"Nah, agar cepat terbiasa, kita bisa mencoba nya sekarang!" ujar Faaz tiba tiba langsung tersenyum menyeringai.
"Enggak sekarang juga Bu, masih perih ini. Ngilu banget!" saut Kaila dengan cepat menggelengkan kepala.
"Cuma sebentar aja kok sakit nya. Kita bisa membiasakan sehari minimal tiga kali, di jamin gak akan sakit lagi."
"Apaan tiga kali sehari! Emang minum obat! Gak mau!! Enak aja, kamu iya, enak, Bu. Gak ngerasain sakit. Karena kamu cuma nusuk, sementara aku yang di tusuk! Sakit Bu, perih, ngilu!" saut nya dengan sewot.
"Justru itu, biar gak ngilu lagi harus di biasakan." balas Faaz dengan santai.
"Kecilin dulu punya kamu! Baru aku oke, sehari sepuluh kali juga gapapa!" cetus Kaila semakin kesal, "Buruan gendong! Mau mandi, abis itu makan!" imbuh nya seraya merentangkan kedua tangan menghadap suami nya.
__ADS_1
Sementara itu, Faaz yang melihat Kaila begitu kesal, hanya mampu terkekeh dan menahan tawa nya. Sejak awal, Kaila lah yang begitu bersemangat dan tidak sabaran untuk melakukan itu. Namun setelah mengetahui rasanya sangat menyakitkan justru wanita itu terlihat sedikit kapok. Lucu bukan? batin Faaz menggelengkan kepala nya.