
...~Happy Reading~...
Setelah menempuh perjalanan beberaa menit, kini taxi yang di tumpangi Kiano dan Fayya sudah tiba di rumah sakit terdekat. Kiano kembali mengangkat tubuh Kaila dan membawa nya memasuki rumah sakit.
Berteriak terus memanggil suster atau pun dokter yang berjaga. Hingga saat seorang petugas menghampiri nya dan membawakan ya sebuah brankar. Dengan perlahan, Kiano menidurkan Kaila di atas brankar rumah sakit lalu ikut mendorong nya hingga ruang UGD.
“”Apa yang terjadi Fay? Kenapa dia bisa seperti itu?” tanya Kiano mengusap wajah nya dengan frustasi.
“Tapi tadi sore dia gapapa No. Dia kelihatan kaya biasa aja, bahkan kami tadi sempat bercanda sedikit,” kata Fayya yang juga tidka mengerti dengan apa yang terjadi pada Kaila.
“Dia datang naik apa? Pesawat, mobil? Atau—“
“Mobil,” jawba Fayya dengan cepat.
“Tapi aku tidak melihat ada mbil Kaila di sana?’ gumam Kiano langsung menatap ke arah Fayya.
“Kaila itu tadi di antar pakai mobil. Tapi gak tahu sama siapa, bahkan tadi Kaila juga bilang dia gak tau siapa laki laki itu, dan juga—“
__ADS_1
“Tunggu!” ucap Kiano dengan cepat memotogn penjelasan Fayya, “Kaila di antarkan laki laki?” tanya Kiano dengan jelas dan Fayya segera menganggukkan kepala nya.
“Dan laki laki itu dia panggil Om. Tapi kamu gak ada yang lihat wajah om itu kaya gimana, soalnya ada di dalam mobil,” imbuh Fayya menjelaskan.
‘Mama bilang, Kaila pergi dari pagi mau ke rumah Faiz. Om Abas? Tapi Faiz bilang hanya sebentar terus pergi. Apa mungkin, Kaila pergi menemui m om itu dan pergi bareng ke Jogja? Tapi kenapa nomr Kaila gak aktif?’ gumam Kiano merasa ada yang tidak beres dengan adik nya.
Kiano tau bagaiaman berlebihan nya Kaila bila sedang patah hati. Seperti yang terjadi sebelum sebelum nya. Meskipun selama ini ia selalu mengawasi Kaila, namun ia curiga bahwa Kaila menyembunyikan sesuatu dari nya. Tapi siapa? Batin Kiano bertanya tanya.
Drrttt .... Drrrttt ...
Lamunan Kiano seketika langsung ambyar ketika merasakan getaran ponsel dari dalam saku jaket nya. Ia segera mengambil ponsel nya dna melihat nama sang mama tertera di layar nya.
“Kiano, bagaiman Kaila? Sudah ketemu? Dia beneran di Jogja? Dia gapapa kan? Kiano jawab mama!” kata mama Kiara beruntung, hingga membuat Kiano merasa bingung harus menjawab apa.
“Ma, ada Papa gak?” tanya Kiano dengan hati hati.
“Jawab dulu pertanyaan Mama, Kiano. Kaila benar ada di sana gak? Kenapa malah mencari papa kamu sih!” seru mama Kiara tak sabaran dan kesal.
__ADS_1
“Iya Ma, Kaila ada di sini. Kiano juga udha ketemu sama Kaila, makanya sekarang Kiano mau bicara sama Papa atau sama kak Kenzo deh kalau ada,” kata Kiano menghela napas nya berat.
Kiano ingin mencari aman, ia hanya tidak ingin membuat mama nya pingsan bila mendengar kabar tentang Kaila, maka dari itu ia memilih untuk memberikan kabar kepada papa atau kakak nya saja.
“Syukurlah kalau benar Kaila sudah di sana. Anak itu benar benar ya, selalu saja membuat orang tua cemas!” gerutu mama Kiara sedikit lega karena ternyata putri nya sudah jelas dimana keberadaan nya.
“Halo, Kiano,” panggil papa Kaisar setelah menerima ponsel dari istri nya.
“Pa, Kaila—“ Kiano kembali meneteskan air matanya ketika mendengar suara sang papa.
“Ada apa No? Katakan, kalian gapapa kan?” tanya papa Kaisar mulai curiga, ia pun segera beranjak dari tempat tidur nya dan memilih untuk menjauh dari istri nya.
“Pa, Kaila kritis Pa, Kaila—“
“Apa! Bagaimana bisa?” pekik papa Kaisar langsung membulatkan mata nya dengan sempurna, ketika mendengar kabar yang sangat mengejutkan tentang putri nya.
Kiano langsung menjelaskan bagaimana kronologi kejadian bagaimana dirinya menemukan Kaila yang sudah tak sadarkan diri di dalam kamar mandi. Bahkan Kiano smapai menahan napas nya karena dada nya terasabegitu sesak ketika mengingat bagaimana keadaan Kaila sejak tadi.
__ADS_1
...~To be continue .... ...