Fate Story

Fate Story
Kesambet dada


__ADS_3


đź’•đź’•đź’•


“Tunggu beberapa tahun lagi, maka dada gue bisa gede kaya cewek lain!” cetus Kaila dengan kesal yang mana justru membuat Fa’az yang sedang menyeruput teh nya langsung tersedak.


Uhuukk huukkk uhukk.


“Tuh kan, baru denger rencana gue gedein dada aja, lo udah kesedek, gimana kalau lo udah rasain ntar,” imbuh Kaila dengan nada sombong nya.


“Biarpun saat ini dada gue masih kecil, tapi rasanya padat dan masih ori. Tidak seperti yang lain, gede doang karena kaca mata busa. Coba kalau kaca mata busa nya di copot, beuh pasti kendor kemana mana!” kata Kaila berdecak dan menggelengkan kepala nya.


“Ah satu lagi, nih lo lihat meskipun gue gak pakai kaca mata, tapi punya gue gak kendor, masih padat dan bagus! Makanya jangan sembarangan ngatain kecil!” imbuh Kaila seraya membusungkan dadanya, hingga membuat mata Fa’az kembali membola dengan sempurna.


Uhuukkk huukkk

__ADS_1


“Otak lo ngeres mulu kaya nya ya Az, gue bahas ginian lo kesedak mulu perasaan!” ucap Kaila seraya memberikan segelas minuman air putih kepada Fa’az.


Memang benar Kaila saat ini tidak mengenakan kaca mata di dalam, itu ia lakukan karena kaca matanya basah. Namun, ia juga tidak ceroboh membiarkan buah nya kemana mana. Jadilah Kaila memakai pakaian dalam milik Fa’az, yakni singlet double baru ia mengenakan kaos. Namun meskipun begitu, tetap saja mampu membuat otak Fa’az yang memang laki laki normal, langsung ternoda dan tercemar.


“Kai, aku lelaki normal. Dan perkataan kamu itu bisa menimbulkan sesuatu yang lain di kepala orang normal. Aku heran, bagaimana bisa kamu segila ini. Bisa bisa nya membicarakan hal seperti ini kepada laki laki, dan yang lebih parah kamu bisa menyuruh laki laki yang kamu tidak kenal untuk meremas nya. Kamu benar benar gila!” oceh Fa’az panjang kali lebar, seketika membuat Kaila langsung terdiam dan menatap tak percaya.


“Lo kesambet dada gue ya Az? Tumben lo ngomong panjang lebar begini?” tanya Kaila menatap bingung pada Fa’az, “Dan tadi lo biang apa? Gue nyuruh cowok yang gak gue kenal buat ngeremes? Lo yang gila, lo pikir gue cewek apaan sampai segila itu melakukan hal kaya gitu.” Seru nya tak terima.


Tanpa ia sadari bahwa dirinya memang segila itu, bahkan jauh lebih gila. Hanya saja, Kaila tidak mau menyadari nya.


Ingin rasanya ia berteriak kepada kaila bahwa dialah laki laki yang sudah ia berikan muntahan di klub kala itu, bukan hanya muntahan menjijikkan namun juga tangan nya masih begitu jelas merasakan benda kenyal yang di bahas oleh Kaila sejak tadi.


Sejujurnya, hingga kini Fa’az masih belum bisa melupakan rasa itu. Bagaimana ia bisa melupakan nya, itu adalah kali pertama ia menyentuh bahkan meremas benda kenyal berbentuk bulat dan padat yang di miliki serang gadis.


“Ini tadi lo beli dimana? Kan di luar hujan?” tanya Kaila setelah menyelesaikan makanan nya.

__ADS_1


“Supermarket!” jawab Fa’az kembali ke setelan awal, yakni cuek dan datar.


Dengan terampil, Fa’az membereskan bekas makan nya dengan Kaila dan membawa nya ke dapur. Fa’az adalah tipe laki laki rajin, jadilah ia tidka suka melihat rumah nya berantakan, dan setiap ia habis makan, maka ia akan langsung mencuci nya.


“Lo nyuci piring?” tanya Kaila menyusul Fa’az yang berada di dapur.


“Menurut mu?” kata Fa’az berdecak.


“Ya nyuci piring sih,” gumam Kaila menyengir kuda, “Gue gak tahu diri banget ya jadi tamu?”


“Syukurlah kalau sadar diri.” Jawab Fa’az membuat Kaila langsung mendengus kesal.


“Ya udah deh, sini biar gue aja yang nyuci piring nya.” Kata Kaila akhirnya menggeser tubuh Fa’az dan merebut spon cuci piring yang di tangan laki laki itu, namun Fa’az menolak dan tetap ingin menyelesaikan pekerjaan nya.


Bukan apa, ia sendiri kurang yakin apakah Kaila bisa mencuci piring itu atau justru malah akan menghancurkan nya. Jadi, sebelum terlambat, Fa’az memilih menolak memberikan pekerjaan itu kepada Kaila.

__ADS_1


...~To be continue ... ...


__ADS_2