
...~Happy Reading~...
“Lo yakin gak mau ikut?” tanya Kiano setelah sudah siap dan rapi dengan pakaian nya.
Ya, malam ini, ia akan menghadiri acara anniversary pernikahan orang tua Victor. Seperti janji nya tempo hari, Kiano pasti akan datang, namun saat hendak berangkat Kaila mengatakan bahwa ia tidak tadi ikut.
“Hemm, perut gue sakit lagi.” Jawab Kaila dengan suara lemah, “Lo kan tahu gimana gue kalau lagi datang bulan.”
“Tadi lo udah bisa marah marah!” kata Kiano mengerutkan dahi nya dan memasuki kamar Kaila.
“Justru karena tadi udah marah marah, jadi semua energi gue kaya terhempas semuanya. Badan gue jadi lemes lagi, dan perut gue masih sakit sebenernya. Jadi, nanti lo bilang aja sama Victor, gue minta maaf,” ujar Kaila menghela napas nya berat.
“Gue panggilin mama ya?” kata Kian sedikit khawatir, karena memang wajah Kaila terlihat begitu pucat.
“Gak mau, gue mau tidur aja. Nanti bangun juga sembuh kok,” jawab Kaila menggelengkan kepala nya.
“Ya udah, gue jalan dulu. Nanti gue sampaikan ke Victor.” Ucap Kian, lalu ia menarik selimut Kaila dan menutup badan gadis itu hingga sampai bahu, “Gue jalan dulu.
Kaila tidka menjawab lagi, karena memang tubuh nya terasa sangat lemas dan kepala nya sangat pusing. Ia pun akhirnya memutuskan untuk tidur, setelah sebelumnya ia memberikan kabar kepada kekasih nya lewat pesan WA.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih hampir dua jam. Kini Kiano sudah tiba di sebuah Hotel tempat di adakan nya acara perayaan hari jai orang tua Victor. Dan benar saja, seperti janji laki laki itu tempo hari kepada Kaila, bahwa akan menunggu di depan pintu masuk. Sebuah senyuman langsung terbit di wajah tampan lelaki bernama Victor itu ketika melihat sahabat nya datang dengan bersama seorang gadis. Namun sayang, Kiano datang bukan bersama Kaila, membuat senyuman nya seketika langsung luntur.
“Kaila mana?” tanya Victor dengan wajah sedikit kecewa.
“Kaila masih sakit. Dia minta maaf karena gak bisa datang, tapi dia titip salam buat lo. Sorry, dan tolong maklum, dia setiap kali datang bulan selalu begitu,” ucap Kiano dengan sedikit rasa bersalah.
Victor pun hanya bisa menghela napas nya berat, “Ya sudah, ayo masuk. Yang lain sudah di dalem sejak tadi.”
Ketiga nya pun berjalan bersama memasuki hotel dan ikut bergabung dengan para sahabat nya yang lain.
__ADS_1
“Kak Kiano, kak Kaila nya mana?” tanya seorang gadis mungil yang ikut duduk di bangku yang sama dengan para sahabat Kiano.
“Lagi datang bulan,” jawab Kiano seraya menarikan kursi untuk gadis yang ia bawa tadi.
“Ciee, kayaknya gue nyium ada aroma aroma anu gimana gitu. Ya gak sih Bel?” Celetuk Salsa yang melihat sikap perhatian yang Kiano berikan kepada salah satu sahabatnya.
“Anu, satu kata yang penuh dengan makna.” Jawab Bella seolah seperti membaca puisi.
“Anu lo jangan ngelantur juga woy!” balas Salsa langsung meyenggol bahu Bella.
“Lah ngelantur gimana? Emang anu apaan yang lo maksud? Ya anggep aja anu kita sama,” kata Bella terkekeh.
“Kak Bela sama kak Salsa lucu juga ya, dari tadi gak bisa diem, debat terus,” celetuk gadis yang duduk di samping Kiano itu dengan terkekeh.
“Makasih cantik, kak Bella emang lucu sejak lahir kok.” Balas bella dengan percaya diri nya, yang mana langsung mendapatkan sorakan dari sahabat nya.
“Sirik aja sih kalian berdua,” celetuk Bella langsung memanyunkan bibir nya, “Oh ya Rish, kemana kakak kamu? Kok belum datang?”
Memang sejak menikah, Faiz sudah sangat jarang bisa bergabung lagi dengan para sahabat nya. Bukan karena di larang oleh suami nya ya,melainkan memang Faiz yang terlalu bucin akut kepada sang suami sehingga ia menolak untuk berpisah, kemana pun selalu berdua. Bahkan, wanita itu sampai memiliki jadwal untuk ikut ke kantor, minimal tiga kali dalam satu minggu.
...(Bab baru) ...
“Eh tapi gila loh, gue gak nyangka kalau si Faaz diem diem menghanyutkan juga. Si manusia kulkas ternyata udah gandeng cewek kesini,” ucap Salsa begitu kagum menatap Faaz dan Erish yang sejak tadi datang bersama.
“Erish ganggu ya kak?” tanya Erish merasa tak enak hati.
“Eh, enggak Rish. Sama sekali gak ganggu, justru kita malah seneng, ya anggap aja lo itu pengganti kakak lo, cuman bedanya lo anteng aja. Gak kaya Faiz,” saut Salsa dengan cepat dan terkekeh.
“Tadinya Erish juga gak mau. Tapi di paksa sama mama, jadinya ya udah mau gimana lagi. Kak Faaz juga udah jemput di sekolah,” balas Erish menghela napas nya berat.
__ADS_1
“Cieee, aah gila kalian so sweet banget. Gue jadi pengen punya pacar,” kata Salsa merasa gemas, membayangkan seorang Faaz yang dingin dan cuek, namun begitu perhatian terhadap Erish, bahkan sampai menjemput di sekolah.
“Cari Sal, cari!” saut Bella sedikit berdecak.
“Baiklah, kita nanti cari berempat. Biar kita gak kalah sama Erish. Dia yang masih sekolah aja udah punya gandengan, masa kita berempat yang udah kuliah gak ada gandengan,” ucap Salsa menghela napas nya berat.
“Kayaknya Cuma kita berdua deh Sal,” kata Bella sedikit menggaruk tengkuk nya, “LO gak lihat si Fayya udah tinggal nunggu momen sama Kiano. Sementara Kaila, dari kemarin udah di modusin sama Victor. Kita gak ada yang modusin.”
“Oh iya, tumben otak lo lagi bener, Bel.” Jawab Salsa mendengus dan berdecak.
Malam semakin larut, waktu pun semakin cepat berjalan. Dan acara pun berjalan dengan cukup lancar, setelah pesta usai, Faaz pun segera mengantarkan Erish untuk pulang.
“Makasih ya kak, sudah mengajak Erish datang hari ini,” ujar Erish yang memecah keheningan di dalam mobil itu.
Faaz tidak mengeluarkan suara, ia hanya menganggukkan kepala nya saja. Benar, sejak tadi Faaz lebih banyak terdiam dan membisu. Ia hanya bersuara beberapa kali saja, dan selebih nya ia menyimak obrolan para sahabat nya.
“Erish jelek ya kak? Atau Erish terlalu cerewet sama kakak? Jadi nya kakak males sama Erish? “ tanya gadis itu dnegan tiba tiba membuat Faaz langsung menatap ke arah nya.
“Erish minta maaf kalau Erish udah buat kakak gak nyaman atau apa. Beritahu Erish, bagaimana caranya membuat kakak nyaman?”
“Tetap jadilah diri mu sendiri. Jangan menjadi orang lain, hanya untuk membuat orang lain senang! Mengerti?” kata Faaz masih dengan raut wajah datar nya.
“Tapi terkadang, kita juga harus bisa menjadi orang lain, agar rang lain nyaman saat bersama kita. Bila ada dua orang yang memiliki sifat seperti batu es, kita tidak bisa ikut menjadi batu es, karena tidak akan membuat nya cair. Kita harus menjadi lebih panas agar bisa melelehkan batu es tersebut.” Ucap Erish menatap dalam pada Faaz yang masih fokus pada setir mobil nya.
“Kalau seperti itu pikiran kamu, yang ada kamu akan terluka. Terlalu memaksakan kehendak orang lain, tanpa memikirkan kehendak sendiri. Bagaimana kamu bisa bahagia bila kamu hanya berfokus memikirkan bahagia orang lain.” Saut Faaz di sertai helaan napas berat.
“Apakah ini artinya kak Faaz menolak Erish? Menolak perjodohan dari orang tua kita?”
“Lantas bagaimana dengan mu? Apakah kamu mau menerima nya? Menikah itu komitmen seumur hidup Rish. Dan cinta tidak bisa di paksakan!” balas Faaz yang sudah memberhentikan mobil nya di halaman rumah Erish dan langsung menatap ke arah gadis itu.
__ADS_1
“Tapi Erish sudah jatuh cinta sama kakak,” gumam Erish begitu lirih seraya menundukkan kepala nya.
...~To be continue .......