
💕💕💕
Malam semakin larut, dan Fa’az belum juga mendapatkan kabar tentang Kiano dan teman teman nya. Kaila pun juga masih tertidur di atas ranjang asrama nya. Fa’az tidak bisa menyuruh Kaila untuk tidur di kamar Kiano, karena kamar itu terletak agak jauh dari letak kamar nya. Mungkin berbeda dua gang dari gang asrama nya, karena kamar yang di tempati Fa’az berada paling depan dan paling besar, sementara Kiano dan yang lain nya berada di agak tengah.
Jadilah mau tak mau, rela tak rela kini ranjang nya di kuasai oleh Kaila. Ia berharap hujan segera reda agar dirinya bisa mengantarkan Kaila. Namun seolah alam pun tak mengizinkan gadis itu untuk pulang hingga sejak tadi hujan angin terus mengguyur kota dengan begitu awet.
“Mama hiks hiks hiks.”
“Kiano jahat hiks hiks, Kaila gak mau hiks hiks.”
Fa’az yang sedang membaca buku langsung mengalihkan pandangan nya, menatap ke arah Kaila yang sedang meringkuk di atas tempat tidur tanpa selimut. Jangan berfikir Fa’az begitu kejam sampai tak memberikan selimut pada seorang gadis, namun Kaila sendiri yang sudah membuang selimut itu entah kemana. Fa’az yang merasa lelah membenarkan posisi selimut akhirnya angkat tangan dan membiarkan gadis itu tanpa selimut.
Fa’az beranjak dari bean bag nya dan menghampiri Kaila. Tubuh mungil dengan kaos kebesaran dan celana short dari clana dalam laki laki, membuat kaki mulus Kaila terekspos manja di sana.
Glek!
Bohong bila Fa’az tidak tergoda. Namun ia masih waras untuk tidak melakukan hal di luar batas. Dengan perlahan, Fa’az mengambil selimut yang sudah bercecer di lantai dan menyelimuti Kaila lagi, menutup kaki mulus agar tidka memanggil nya seolah ingin di sentuh.
__ADS_1
‘Astaga, setan pergi!’ umpat Fa’az dalam hatinya seraya memejamkan mata.
“Hiks hiks hiks, Mama!” Teriak Kaila semakin histeris dalam mimpi nya, hingga akhirnya Fa’az pun duduk dan berusaha membangunkan Kaila.
“Kai, bangun. Kaila hey, ini Cuma mimpi. Bangunlah,” ucap Fa’az sedikit berbisik sambil mengusap wajah Kaila.
“Kiano jahat!” pekik kaila dan tanpa aba aba ia langsung memukul wajah Fa’az yang ia kira adalah Kiano hingga membuat laki laki itu langsung memejamkan mata karena merasakan sensasi cukup panas akibat tonjokan dari Kaila.
‘Sabar ,,, “ gumam Fa’az dalam hatinya.
“Kaila, bangun!” seru Fa’az dengan suara tegas. Tidak ada rasa kasihan lagi kini, ingin rasanya ia langsung mengusir gadis itu bila saja Kiano berada di sana.
“Kailaa!” seru Fa’az sekali lagi dan kini sukses membangunkan Kaila dari mimpi buruk nya.
“Lo ngapain disini!” pekik Kaila langsung menarik selimut nya dan menutupi seluruh tubuh nya, “Lo—lo mau perkosa gue, sampai menyelinap di kamar gue hah!”
Merasa tidak terima dengan tuduhan yang Kaila ucapkan, akhirnya Fa’az dengan kesal langsung naik ke tempat tidur dan menindih gadis itu dengan tatapan kesal dan tajam,
“F—Fa’az, lo jangan macem macem, gue bisa teriak!” ucap Kaila dengan gugup karena kini tubuh nya sudah kembali terbaring di tempat tidur dengan Fa’az yang berada di atas nya.
__ADS_1
Meskipun tubuh keduanya tidak saling bersentuhan, namun Kaila bisa merasakan hawa panas dari pernafasan Fa’az. Tentu saja Kaila takut, segalak galak nya dia, dan serusuh rusuh nya dia, tetap saja dia seorang gadis biasa yang tidak memiliki kekuatan extra bila harus melawan laki laki apalagi Fa’az.
‘Eh tapi kalau di pikir pikir, Fa’az ganteng juga ternyata,’ gumam Kaila dalam hati nya, yang entah mengapa malah terpaku melihat wajah Fa’az yang begitu tampan di atas tubuh nya.
...~To be continue ... ...
...💃...
...💃...
...💃...
...💃...
Mommy : Allahuakbar, Kaila! Kamu itu bukannya takut malah terpesona woy!
Kaila : Mom, Fa’az ganteng ternyata mom.
Mommy : Bodo amat!
__ADS_1
Kaila : Halah bilang aja Mommy iri pengen di tindih juga ya sama Fa’az?
Mommy : Minta di slepet online ini anak! Tunggu nanti kamu!