Fate Story

Fate Story
Sebuah tamparan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sementara itu, di tempat yang berbeda namun masih di belahan bumi yang sama. Fa’az, sejak tadi sudah berkeliling kota Jakarta, namun tidak juga menemukan keberadaan Kaila. Dengan terpaksa, ia pun akhirnya mendatangi rumah Kaila, karena memang ia harus segera menyelesaikan masalah nya, ia harus bisa menjelaskan hubungan nya dengan Erish pada Kaila.


Meskipun Fa’az di jodohkan dengan Erish, namun hati Fa’az hanya untuk Kaila. Bahkan, kini ia sedang berusaha mencoba untuk memutus tali perjodohan itu, hanya saja semua itu butuh waktu. Dan belum selesai usaha nya, justru Kaila sudah mengetahui nya lebih dulu.


Ting tong! (Anggep aja suara bel rumah)


Tak berapa lama Fa’az menekan bel pintu rumah Kaila. Seorang wanita paruh baya datang dan membuka pintu nya.


“Assalamualaikum, Tante,” ucap Fa’az dengan sopan.


“Walaikumsalam, maaf siapa ya?” tanya wanita paruh baya itu yang tak lain dan tak bukan adalah Kiara, ibu kandung Kaila.


“Perkenalkan Tante, nama saya Fa’az. Saya teman dari Kaila dan Kiano, dan saya mau bertemu dengan Kaila. Apakah boleh, Tante?” tanya Fa’az sedikit cemas.

__ADS_1


“Oh teman Kiano dan Kaila. Tapi Kiano sudah kembali ke Jogja. Dan Kaila—“ Kiara menghela napas nya dengan berat “Anak itu kalau sudah berada di rumah Om nya sudah lupa waktu. Kamu bisa temui dia di rumah om nya ya Nak.”


“R—rumah om nya dimana Tante?” tanya Fa’az yang entah mengapa justru semakin khawatir.


“Jalan Merpati nomor tiga puluh dua, langsung ke sana saja ya.” Ujar tante Kiara tersenyum.


“Jalan Merpati? Itu berarti rumah Erish, tapi di sana gak ada,” gumam Fa’az dalam hati nya begitu frustasi, “Baiklah Tante, kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum Tante, maaf bila saya sudah menganggu.”


“Walaikumsalam, tidak apa Nak.” Jawab Kiara dengan senyuman khas di wajah nya.


Dengan perasaan kesal dan campur aduk, Fa’az pun segera kembali ke mobil nya dan mencari keberadaan Kaila di tempat lain. Karena tidak mungkin Kaila akan kembali ke rumah Erish. Dan ini berarti, kekasih nya itu belum juga pulang ke rumah, lantas kemana? Pekik Fa’az berteriak frustasi dalam hati.


“Kamu salah paham, kamu harus dengerin penjelasan ku dulu. Ya Tuhan, kamu dimana Mu?”


Brakkk!

__ADS_1


Fa’az langsung membanting pintu mobil nya dengan kasar, ketika ia sudah sampai di rumah nya. Ia berjalan dengan cepat memasuki rumah, tanpa memperdulikan sang mama yang menegur nya.


“Loh, Fa’az kamu kenapa sih?” tanya mama Michele bingung, ia sampai ikut mengejar Fa’az hingga ke kamar.


“Fa’az mau tidur Ma!” jawab Fa’az dengan raut wajah datarnya dan hendak menutup pintu kamar, namun di tahan oleh mama Michele.


“Jelasin dulu kamu kenapa? Darimana kamu? Tadi Erish telfon mama, dia bilang kamu gak jadi jemput dia. Bukan hanya itu Fa’az, bahkan kamu turunin dia di pinggir jalan! Maksud kamu apa, hah!” seru mama Michele tak habis pikir.


“Mah, Fa’az capek. Biarkan Fa’az tenangin diri dulu. Kepala Fa’az pusing!” balas Fa’az penuh penekanan.


“Tidak, sebelum kamu jelasin ke Mama!” kata mama Michel dengan kekeuh.


“Baik, kalau mama minta penjelasan dari Fa’az.” Ucap Fa’az langsung menarik napas nya panjang, “Fa’az mau perjodohan ini batal! Sejak awal Fa’az tiak bisa mencintai Erish, mau sebagaimana pun Fa’az mencoba, tapi hati Fa’az gak bisa di paksa Ma. Perasaan itu gak ada sama sekali hingga sekarang! Fa’az hanya bisa menganggap dia sebagai adik Fa’az tidak lebih. Dan Fa’az sudah punya cewek lain Ma. Fa’az gak bisa nerusin ini, Fa’az—“


Plakkkk!

__ADS_1


Satu tamparan keras langsung mendarat di wajah Fa’az, hingga membuat laki laki remaja itu langsung menghentikan ucapan nya dan menatap mama nya dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


...~To be continue .......


__ADS_2