
“Az, ada siapa?” tanya Kaila terkejut, sontak saja, gadis itu langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan.
Fa’az melepaskan pelukan Kaila dan berjalan ke arah pintu untuk mengintip siapa yang datang. Dan ternyata Kiano beserta duo V lah yang sudah menunggu di depan teras nya. Dengan perasaan campur aduk, Fa’az kembali berjalan menuju ke arah Kaila.
“Kiano di depan, kamu mau gimana? Mau ku bukain pintu atau—“
“Mampus aja gue kalau ada Kiano di depan. LO tahu kan gue lagi di pingit, gak boleh deket sama cowok. Gimana kalau dia tahu gue nginep disini, abis gue di bantai tak tersisa!” gumam Kaila mendadak panik.
“Terus kamu maunya gimana?” tanya Fa’az menghela napas nya berat, “Kaki kamu masih luka, pasti Kiano khawatir sama kamu.”
“Fa’az!” panggil Vito lagi dari luar kamar.
“Sebentar baru abis mandi!” balas Fa’az dengan cepat membuat alasan agar Vito dan yang lain percaya, “Kalian duluan aja!”
“Oke, kita duluan!” jawab Vito lalu segera pergi bersama yang lain nya.
__ADS_1
“Vito! Kunci mobil tolong tinggalin di meja depan!” pesan Fa’az dan Vito pun mengangguk paham.
Setelah memastikan bahwa ketiga sahabat nya sudah pergi, Fa’az kembali menatap ke arah Kaila yang tengah di landa kebingungan.
“Aku anterin ke asrama kamu? Mobil nya udah dateng, jadi gak perlu naik motor lagi,” ucap Fa’az begitu lembut, seketika membuat Kaila mendongak dan menatap nya dalam.
Satu kata untuk Fa’az pagi ini, tampan. Masih sama seperti saat pagi tadi ketika ia membuka mata dan melihat laki laki itu tengah memeluk nya. Meskipun belum mandi, namun wajah nya sudah terlihat begitu tampan. Dan aroma tubuh nya yang begitu khas menurut Kaila, yang begitu memabukkan nya.
“Kai!” seru Fa’az melambaikan tangan nya di depan wajah Kaila, hingga membuat gadis itu langsung tersadar, “Gimana?”
“Ya udah, anterin gue ke asrama aja. Nanti biar gue cari alasan sendiri ke Kiano. Lo cukup bilang kalau semalem lo anterin gue ke asrama dan gak tau apa apa lagi,” ucap Kaila sedikit gugup, dan langsung di balas anggukan kepala oleh Fa’az.
Ya, laki laki itu tidak mandi. Hanya membasuh wajah, dan menggosok gigi saja. Mengganti baju dan celana panjang serta jaket, tak lupa sepatu dan juga tas karena ia juga harus pergi kuliah setelah mengantarkan Kaila.
“Ada apa?” tanya Fa’az kembali menatap ke arah Kaila yang masih nampak terdiam di atas tempat tidur dengan menggunakan pakaian Fa’az sejak semalam.
“Kaki gue sakit, kayaknya gue gak bisa jalan. Lo mau cari pahala gak?” tanya Kaila menyengir kuda.
__ADS_1
“Gak!” tolak Fa’az dengan cepat ketika tahu ke modusan gadis di depan nya.
“Ckckck, sebentar doang Az, elah. Dari kamar sampai mobil gak sampai satu kilo jarak nya. Yah, lumayan nambah pahala, biar masuk surga.” Ucap Kaila yang langsung merentangkan kedua tangan nya ke atas meminta untuk gendong.
“Aku bisa cari pahala dengan cara lain,” kata Faaz dengan raut wajah datar nya.
“Faaz, yang ganteng, baik hati, tidak sombong dan suka menolong. Ayo sini, gendong gue, ayoo,” ucap Kaila dengan mode merayu.
Tidak ingin berdebat panjang lebar, akhirnya Fa’az menghela napas nya kasar dan berjongkok di depan kaila untuk menggendong nya.
“Duh baik nya anak ganteng. Makasih ya, nanti pahala nya bakal di transfer otomatis sama Allah, percaya deh,” ucap Kaila tersenyum lebar ketika Fa’az sudah menurunkan nya di depan mobil, bahkan laki laki itu juga membukakan pintu untuk Kaila dan membantu nya untuk masuk.
“Gak sekalian seat belt nya di pasangin?” tanya Kaila kembali menyengir, entah mengapa ia begitu senang melihat wajah Fa’az yang nampak begitu kesal karena ulah nya.
“Yang luka kaki kamu, bukan tangan kamu!” ucap Fa’az datar, lalu ia segera menutup pintu mobil Kaila dan menyusul masuk lewat pintu samping untuk menyetir.
‘Ternyata seru juga godain manusia kulkas, hihihi. Beda banget sama Roki, hufft,’ gumam Kaila dalam hati yang entah mengapa, tiba tiba mengingat sang mantan.
__ADS_1
...~To be continue ... ...