Fate Story

Fate Story
Menjemput kekasih


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Satu tahun kemudian...


Hari demi hari berlalu dan berganti minggu serta bulan dengan begitu cepat. Kini, tanpa terasa Faaz dan Kaila sudah selesai menjalani ujian dari sang author, yakni LDR.


Hari yang di tunggu telah tiba. Hari dimana Kaila akan kembali ke Indonesia, karena sudah menyelesaikan kuliah nya.


Pagi pagi sekali, Faaz serta Kiano sudah membuat janji akan bertemu di Bandara untuk menjemput Kaila.


"Faaz, kamu jadi mau ke Bandara?" tanya papa Aldi ketika melihat putra nya sudah siap menuruni tangga.


"Jadi Pa, ini mau berangkat," jawab anak laki laki itu yang sudah siap dengan kaos dan jaket serba putih nya.


"Kenapa pakai jaket gitu? kamu mau naik motor?" tanya papa Aldi mengerutkan dahi nya.


"Hehehe, iya Pa. Kaila yang minta," jawab nya lagi, kini anak laki laki remaja itu mendudukkan dirinya di samping sang ayah yang sedang sarapan.


"Langsung pulang kesini saja, Mama juga mau bertemu sama dia," sambung sang mama yang baru mendudukkan diri di samping sang suami seraya memberikan segelas susu kepada Faaz.

__ADS_1


"Apa gak besok aja Ma?" tanya nya sedikit bingung.


Ia paham, mama nya ingin bertemu namun entah mengapa masih ada rasa sedikit takut dalam benak Faaz.


Meskipun sang mama sudah meminta maaf dan mengakui semua kesalahan nya. Namun, tetap saja Faaz masih merasa sedikit was was.


"Kamu masih gak percaya sama mama?"


"Bukan gitu Ma, hanya saja, Kaila baru pulang hari ini, jadi Faaz pikir dia pasti masih capek. Makanya Faaz bilang besok saja, biarkan dia istirahat dulu," jelas Faaz agar sang mama tidak salah paham.


"Papa setuju sama kamu!" sambung papa Aldi seraya menyendok makanan nya ke dalam mulut.


"Ma, Faaz janji besok akan bawa Kaila ke rumah. Tapi gak sekarang, oke!" tutur Faaz menggenggam tangan sang mama.


Michele sudah tidak bisa membantah lagi. Ia juga ikut membenarkan alasan Faaz. Pasti Kaila masih lelah karena melakukan perjalanan jauh. Hingga akhirnya ia hanya bisa menganggukkan kepala nya pasrah.


Setelah selesai sarapan, Faaz pun segera pamit dan pergi menuju Bandara karena ternyata Kiano sudah menunggu di sana.


Jam sudah menunjuk angka sebelas siang. Seorang gadis dengan rambut tergerai bebas yang menggunakan jaket putih dan pakaian serba putih seperti Faaz itu sudah berlari menghampiri dua laki laki yang sudah menunggu nya sejak satu jam yang lalu.

__ADS_1


Brukk!


Tanpa permisi dan tanpa aba aba, Kaila segera menghambur dan memeluk sang saudara kembar dengan begitu erat.


"Astaga Kai! berat woy beratt!" pekik Kiano berusaha melepaskan diri dari Kaila.


"Gue kangen banget sama elo No!" seru Kaila begitu bahagia.


"Kangen sih kangen, tapi gak gini juga woy! berat banget, astaga. Lo gendutan ya sekarang!" kata Kiano yang seketika membuat Kaila langsung turun dari gendongan laki laki itu dan menatap nya datar.


"Cuma naik dua kilo padahal. Segitunya lo bilang gue gendutan! setan emang!" cetus Kaila tak suka.


"Dua kilo juga berat!" balas Kiano berdecak.


Kaila langsung memutar bola mata nya dengan malas, hingga tanpa sengaja mata nya melirik ke arah laki laki yang sejak tadi tengah menatap nya dengan mata berkaca kaca.


Kaila menundukkan kepala nya seraya menggigit bibir bawah nya. Ia merasa begitu malu dan bingung, mungkin lebih tepat nya adalah canggung. Satu tahun ia tidak berhubungan dengan nya. Bahkan mendengar suara saja tidak pernah. Karena Kaila benar benar di jaga oleh sang ayah. Ponsel Kaila di sadap oleh ayah nya hingga membuat nya tidak bisa bebas berhubungan dengan siapapun.


"Apa kamu tidak merindukan ku, Mu?"

__ADS_1


...~To be continue... ...


__ADS_2