Fate Story

Fate Story
Ujung bahagia


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Bu, kamu nanti mau punya anak berapa?”


“Berapa saja, sedikasihnya sama Allah, cup.” Jawab Faaz langsung mengecup kening istri nya dengan begitu lembut.


“Kalau aku maunya satu, gimana?”


“Ya gapapa, berapapun anak kita nanti, aku yakin itu sudah Takdir dari Allah, dan kita harus bisa menerima nya.”


“Terimakasih ya Bu, kamu sudah mau menerima ku apa adanya dan selalu sabar menghadapi sikap ku yang sedikit ajaib ini,” ujar Kaila pelan.


Mendengar kata ajaib, sontak saja membuat Faaz langsung terkekeh. Faaz tidak menyangka bahwa ternyata istri nya sadar diri akan sikap nya.


“Aku harap, kelak kalau kita punya anak, dia tidak akan menjadi seperti ku. Aku harap kalau dia cowok, bisa seperti kamu atau Kiano, dan kalau cewek seperti emmmtt, siapa ya? Ah, Fayya mungkin. Dia lembut dan baik, kalau seperti ku akan bahaya pasti,” imbuh Kaila sampai bergidik sendiri.


“Seperti apapun dia kelak, yang jelas akan seperti kita.” Ucap Faaz begitu gemas dan langsung menghujani istrinya engan ciuman.


“Buuuuu!” pekik Kaila menahan rasa geli nya, “Jangan gitu ah, masi sakit tahu!”


“Tadi bilang nya udah gak sakit?” kata Faaz langsung menghentikan aksi nya dan menatap pada sang istri.


“Ya kalau tadi emang udah gak sakit,” jawab Kaila santai, “Emang nya, kamu mau lagi?” tanya Kaila langsung mendongak dan menatap wajah suami nya dengan intens.


Faaz tidak menjawab, ia hanya mengulum senyuman nya.


Dua hari sudah mereka berada di apartemen. Dan selama itu juga, mereka tidak mengaktifkan ponsel atau pun keluar dari apartemen. Untuk makanan, setiap harinya akan ada pembantu yang datang membersihkan apartemen sekaligus masak. Itupun tidak lama, hanya beberapa jam saja.


“Gendong ke kamar!” kata Kaila begitu manja, dan dengan cepat tanpa berlama lama, Faaz segera menggendong Kaila ala koala dan membawa nya ke dalam kamar.


Belum sampai Faaz menutup pintu, Kaila sudah lebih dulu mencium bibir Faaz dan melu mat nya kasar. Tak ingin menyia nyiakan kesempatan, Faaz pun langsung membalas ciuman Kaila.

__ADS_1


Keduanya kembali di mabuk cinta. Kembali menyesap rasa yang ada, dan kembali mendaki puncak surga himalaya. Tak cukup dengan satu kali permainan, keduanya terus melakukan nya lagi dan lagi hingga beberapa kali.


“I love you, cup.” Ucap Faaz lalu di akhiri dengan sebuah kecupan di bibir Kaila yang sudah menjadi candu nya.


“I love you too,” jawab Kaila tersenyum, dan wanita itu langsung memeluk suami nya dengan begitu erat, “Kapan kita berangkat honeymoon Bu?”


“Kamu mau kemana? Aku pikir, karena sudah di wakilkan sama apartment, honeymoon nya gagal,” kata Faaz terkekeh.


“Dih mana bisa begitu. Beda jalur lah! Honeymoon ke luar negri itu wajib, sekalipun aku sudah gak perawan lagi. Tapi tetep harus honeymoon,” kata Kaila memberengut.


“Iya Sayang, kamu mau kemana? Minggu depan kita pergi ya?” ucap Faaz mengusap rambut Kaila dengan penuh kasih sayang.


“Kemana ya? Kanada gimana?” tanya Kaila berpikir.


“Boleh, aku akan segera mengurus perjalanan kita nanti. Minggu depan, oke.”


“Makasih!” pekik Kaila dan langsung kembali menubruk tubuh suami nya.


Kini, Kaila sudah kembai berada di atas tubuh suami nya dengan posisi tengkurap. Wajah nya ia letakkan di dada bidang sang suami dan tangannya memeluk erat tubuh tersebut.


“Dih, dia mah baperan! Bangun mulu heran deh!” gerutu Kaila langsung memanyunkan bibir nya.


“Biar baperan, dia juga bisa bikin kamu teriak teriak dan puas,” bisik Faaz pelan di telinga Kaila hingga membuat wanita itu kembali menelan saliva nya.


“Dasar suami mesuuummmm!” pekik Kaila langsung berniat untuk turun, namun terlambat karena Faaz langsung menahan tubuh Kaila.


Bukan bahagia yang membuat kita bersyukur, tapi rasa syukur yang membuat kita bahagia. Syukuri apa yang sudah kamu miliki dalam hidup mu. Jangan mengharapkan kesempurnaan, karena manusia tidak ada yang sempurna.


Mengharapkan kesempurnaan pada manusia, hanya akan membuat mu tak pernah puas dengan apa yang menjadi milik mu. Jangan sampai penyesalan itu datang, saat yang seharusnya menjadi milik mu, namun sudah bukan menjadi milik mu.


...TAMAT!...

__ADS_1


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


Kaila : Bu, kita beneran udah sampai disini?


Faaz : Iya Sayang, kita pamitan dulu sma para deterjen yang nyata dan ghoib ya.


Kaila : Deterjen ghoib kaya gimana?


Faaz : Ghoib yang suka baca tapi gak ninggalin jejak.


Kaila : Ohh oke, Mom serius?


Mommy : Kalian masih mau lanjut lagi?


Faaz : Gak!! Aku gak mau buat istri ku sakit


Mommy : Sakit gimana? Emang mau kamu apain istri kamu 😣


Faaz : Kalau cerita ini masih lanjut, otomatis Mommy akan kasih konflik lagi, aku udah capek Mom. Jadi mendingan kita pisah saja sampai disini. Aku mau ngajak istri ku honeymon dan bikin proyek baru kaya kakak ipar ku. So, selamat tinggal.


Kaila : Kalau begitu, aku setuju sama Bubu ku. Mommy begitu jahat sejak awal padaku, jadi ku rasa jua sudah cukup sampai disini. Sebelum ada badai datang lagi.


Mommy : Lahhh, kalau kalian pergi, Mommy gimana? Gak ada cia cita kah untuk mengajak Mommy iku honeymoon? Gapapa deh jadi kameramen 😍


Faaz & Kaila : ENGGAK!!!1

__ADS_1


Mommy : ya biasa aja kali enggak nya. Gak usah nge gas juga!😤😤😤


...Oke guys, karena Bubu dan Mumu mau honeymon dan memilih untuk kabur. Kita sudahi cerita sampai disini. Terimakasih untuk yang sudah menemani perjalanan cinta Bubu dan Mumu. Kita jumpa lagi di kamar berikut nya ya. Bye bye ......


__ADS_2