Fate Story

Fate Story
Surprise


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Assalamualaikum, Yuhuuuuu spadaaa. Keponakan paling cantik datang, om Abaaasss!” teriak Kaila segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah. Namun, saat ia baru memasuki rumah, tiba tiba langkah kaki nya terhenti.


"Faiz, gue dat—"


Jantung Kaila berdetak dengan kencang ketika melihat sosok yang sangat ia kenal tengah duduk sambil bermain ponsel di ruang tamu om Bastian. Tak berbeda jauh dari Kaila yang terkejut, sosok laki laki itu pun juga ikut terkejut dan langsung berdiri menatap Kaila.


"Bubu, kenapa kamu di—"


“Kak Kaila!” kata Erish yang baru saja keluar dan sudah rapi dengan seragam sekolah nya, “Kok gak langsung masuk?” tanya nya lagi ketika melihat Kaila hanya berdiam diri di ruang tamu sambil menatap laki laki yang tengah menunggu nya.


“Oh, ini kak Faaz, kak Kaila pasti udah kenal ya? Kan kak Faaz temen kak Kiano juga,” ujar Erish terkekeh.


Deg!! Belum sempat hilang rasa keterkejutan Kaila, kini ia di buat bingung lagi dengan kedatangan Faiz.


“Ngapain lo pagi pagi kesini?” tanya Faiz yang mendengar suara Kaila juga segera menemui Kaila di ruang tamu.

__ADS_1


Awalnya, Faiz mengira bahwa Kaila akan langsung masuk seperti biasa, namun ia sudah menunggu lama dan Kaila tidak kunjung sampai di ruang tengah. Dan ternyata gadis itu terkena macet di ruang tamu nya.


“Hah, g—gue ...” Kaila masih bingung akan berkata apa, lidah nya terasa sangat kelu, seolah tidak mampu mengucapkan kata apapun. Ia bingung dan terkejut, bahkan kini tubuh nya masih sedikit bergetar.


"Dih, kumat ini anak!" celetuk Faiz menggelengkan kepala nya.


“Rish buruan berangkat. Udah siang juga! Jangan bolos awas lo!” ucap Faiz menatap tajam pada adik nya, “Dan elo Az, jangan ajarin adek gue yang gak bener. Awas lo, berhadapan sama laki gue kalau berani.”


“Kakak apaan sih!” kata Erish langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal menatap sang kakak.


“Bukan pacaran Kai, bahkan mereka udah tunangan. Ya walau belum resmi secara terbuka untuk umum,” jawab Faiz.


Jeduaarrrr!!!


Bagai tersambar petir di siang bolong. Kaila benar benar mendapatkan kejutan yang luar biasa dari orang terdekat nya.


“Kakak pikir wahana, sampai terbuka untuk umum!” saut Erish dengan cepat menatap kakak nya kesal.

__ADS_1


“Lah kan emang bener, belum terbuka untuk umum. Baru dua keluarga aja,” balas Faiz tak ingin kalah, “Udah ah, sana buruan berangkat keburu telat. Kapan lagi berangkat sekolah di anterin ayank kan,” goda Faiz terkekeh hingga membuat Erish tersipu malu.


“Hahaha ya ya ya, hahaha.” Tiba tiba saja Kaila tertawa dengan begitu getir, ia sampai mendongakkan kepala nya agar air mata nya tidak menetes, “Haduhhh lucu ya? Lucu banget, hahaha.” imbuh nya sera mendongakkan kepala nya agar air mata yang ia tahan sejak tadi tidak tumpah.


Faaz tahu bahwa tawa yang di keluarkan Kaila hanyalah tawa kekecewaan. Dan sebenarnya, Faaz juga sangat ingin menarik tangan Kaila dan membawa nya keluar rumah untu menjelaskan semuanya. Namun, entah mengapa ia tidak memiliki keberanian sebesar itu karena ini masih berada di kawasan rumah Erish.


Pengecut? Faaz akuin itu, namun saat ini dirinya benar benar dilema dan seperti seorang maling yang kepergok masa.


Menarik napas nya panjang, Kaila kembali menatap ke arah Faaz yang sejak tadi juga menatap ke arah nya “Iz, gue kesini tadi cuma pengen nganterin ini doang. Gue ada acara lain jadi gue buru buru, sorry ya.” Kata Kaila memberikan kotak kado kepada Faiz.


“Lah setan, kurang kerjaan banget lo datang pagi pagi Cuma sedetik doang disini?” tanya Faiz mendengus dengan kesal.


“Justru karena ini masih pagi. Bukannya lo juga mau nganterin Calvin sekolah? Jadi gue pamit dulu, anu gue sakit, Bye bye,” kata Kaila dengan cepat bergegas jalan keluar dari rumah Faiz.


“Heh, anu apaan, Kaila! setan banget tu anak, gak pernah jelas dari dulu!" pekik Faiz namun tak di gubris oleh Kaila, “Atau mungkin lagi PMS kali ya dia?” gumam nya yang merasa aneh pada sepupu nya.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2