Fate Story

Fate Story
Nasehat Opa


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Tiga hari sudah Faaz berada di Jakarta. Namun, ia belum pulang ke rumah nya. Bahkan, ia tidak tahu apakah orang tuanya berada di rumah atau tidak. Diam nya Faaz, membuat Michele ikut diam dan justru terkesan mengabaikan putra nya. Membuat Faaz semakin kesal dan marah kepada sang ibu.


"Kapan kamu kembali ke Jogja?" tanya opa Farel menghampiri cucu nya.


"Gak tau Opa, om Rasya baru pulang dari rumah sakit. Mungkin, Faaz nungguin Victor juga. Lagipula di sana Faaz gak bisa konsen belajar. Faaz capek," keluh anak laki laki remaja itu langsung menyandarkan kepala nya di sofa.


"Sore nanti, Opa akan ke Jerman. Kamu mau ikut? Biar kamu ketemu sama mama mu?"


"Memang nya Mama di sana? Sejak kapan?" tanya Faaz langsung mengerutkan dahi nya.


"Entahlah, Opa sendiri juga gak tahu. Hanya saja, tadi pagi mama kamu telfon, ngasih kabar kalau anak om Aiden kritis. Dan Opa akan ke sana bersama om Aiden," jelas opa Farel.


"Anak om Aiden? siapa? Kak Els?" tanya Faaz mengerutkan dahi nya, dan opa Farel langsung menganggukkan kepala nya. "Mama di sana? Jengukin kak Els? Apakah mama di sana sama kak Chila?"

__ADS_1


"Chila? Apakah Chila ada di sana juga?" kata opa Farel yang justru malah balik bertanya.


"Kak Chila itu hilang Opa. Dari kemarin, Faaz, Victor dan Vito udah cari kemana mana gak ada. Rumah, Butik bahkan nomor pun gak aktif." jelas Faaz menghela napas nya berat.


Opa Farel hanya terdiam, ia juga sedang berfikir, mengapa menantu nya hilang? kemana dia? batin nya bingung. Karena tidak mungkin bila Chila ikut ke Jerman tanpa berpamitan.


"Jadi kalian belum ngasih kabar kalau om Rasya masuk rumah sakit?"


"Gimana mau ngasih kabar Opa? Kalau kita aja gak tahu kakak kemana. Kita gak tau mau menghubungi kemana."


"Itu apalagi, gak bisa di hubungi juga! sibuk banget kayaknya, atau hanya sok sibuk!" cetus Faaz langsung mendengus.


"Husst, sudah sudah. Nanti kalau benar kak Chila di sana, Opa sekalian kasih kabar. Mungkin saja mereka sibuk, atau sedang menghabiskan waktu berdua untuk mempercepat dapat momongan." jawab opa Farel terkekeh kecil ketika melihat wajah cucu nya yang membola dan menatap nya.


"Faaz, kamu sudah dewasa. Jangan seperti anak kecil. Oh ya, bagaimana kabar Kaila?" tanya opa Farel mengubah pembicaraan.

__ADS_1


"Belum Opa," jawab Faaz kembali sedih dan menggelengkan kepala nya, "Faaz pengen ke sana."


"Lahh, kuliah kamu sebentar lagi selesai loh. Jangan pindah pindah, jadikan ini sebagai pembelajaran. Mungkin, Tuhan ingin kalian lebih dewasa. Agar tidak gegabah dalam bertindak. Tuhan memberikan kalian kesempatan sebelum memulai kehidupan yang sesungguhnya." ujar opa Farel kembali memberikan nasehat.


"Erish bagaimana?"


"Erish baik baik saja. Dia sudah menerima keputusan Faaz. Begitupun dengan tante Nisa. Hanya mama yang susah," pekik Faaz tertahan.


"Sabar, mama kamu otak nya sedang konslet. Yang penting, Opa, Oma dan papa kamu sudah memberikan mu restu. Untuk mama kamu, biarkan saja." balas opa Farel terlihat begitu santai.


"Biarkan saja, sementara Kaila gak mau kalau gak ada resti mama." Faaz langsung mendengus mengingat kembali hubungan nya yang di ujung tanduk.


"Berarti dia gadis yang baik. Dia ingin memulai hubungan dengan yang baik agar kisah nya berakhir baik. Masih ada satu tahun sebelum kamu lulus kuliah. Dan Opa yakin, saat waktu itu tiba, hati mama kamu sudah luluh," ucap opa Farel memberikan semangat kepada cucu nya.


"Terimakasih Opa," jawab Faaz lalu ia memeluk sang opa, "Faaz akan buktiin kalau Faaz bisa bahagia dengan pilihan Faaz sendiri."

__ADS_1


...~To be continue.... ...


__ADS_2